Current Issues

On This Date: 83 Tahun lalu Serat Nilon Dipatenkan, Pengganti Benang Bahan Alam

Yusuf Mulya

Posted on February 16th 2020

Nilon, polimer sintetik elastis dipatenkan oleh perusahaan Dupont pada 16 Februari 1937. Paten itu disahkan setelah nilon ditemukan oleh kimiawan Amerika Wallace Hume Carothers dua tahun sebelumnya. 

Lalu siapa Carothers?

Carothers, lahir pada 27 April 1896. Sejak muda Carothers dikenal cerdas. Di memang tertarik dengan bidang kimia. Namun, ada kebiasaan buruk yang dia catat. Carothers pengidap bipolar.

Carothers Saat Pamerkan Karya Serat Nilon

Sebelum bekerja di Dupont untuk proyek penelitian, Carothers telah mengajar di Havard University. Dia mengajar di bidang kimia organik. Dia kemudian menjadi peneliti di DuPont pada 1928. Dia diangkat sebagai direktur penelitian terkait proyek polimer. 

Berkerja dengan beberapa tim, Carothers mulai mendapatkan komposisi serat nilon pada 1934. Yang mirip sebagai benang. Nilon kimia ini kemudian dipromosikan untuk mengganti benang wol maupun sutra yang marak digunakan sebagai bahan pakaian wanita saat itu.

Diujicoba pada 1935, nilon mulai dipasarkan ke publik pada 24 Oktober 1939. Nilon digunakan untuk bahan stocking wanita. Saat dipasarkan pertama kali, peminat stocking nilon membludak. Ribuan pasang stoking langsung terjual. Kesuksesan ini selain berkat penemuan gemilang Carothers juga karena pemasaran yang dilakukan DuPont.

Dikutip dari independent.co.uk, kala itu perusahaan menggunakan sentimen geopolitik untuk memasarkan stocking Nilon. Mereka menyebut stocking nilon untuk menggantikan ekspor sutra dari Jepang. Sutra, memang menjadi salah satu bahan untuk membuat stocking selain dari benang wol.

Selain jadi bahan stocking, nilon juga digunakan untuk pembuatan bulu-bulu sikat gigi. Menjelang perang dunia kedua, serat nilon tidak hanya dibuat untuk produk umum. Tapi juga membantu kelengkapan perang. Nilon digunakan sebagai bahan parasut, tali penarik glider, tali ban, kelambu, dan jaket antipeluru untuk sementara waktu. 

Meski sukses sebagai pengganti serat alam, ketenaran nilon sebenarnya juga menyimpan pilu. Penemunya, Carothers tewas bunuh diri di sebuah kamar hotel di Philadelphia pada 28 April 1937. Itu terjadi setelah ia menenggak jus lemon yang dia campuri dengan sianida. 

Carothers meninggal karena depresi. Dia diketahui kecewa dengan pekerjaannya sebagai peneliti perusahaan. Itu setelah perusahaan mengubah perjanjian dengan pada 1932. Dalam perjanjian itu Dupon memerintahkan Carothers mengubah arah penelitian murni menjadi penelitian praktis untuk menciptakan suatu produk.(*)

Related Articles
Current Issues
Mengenang Charles Dickens, Sastrawan Inggris yang Menulis untuk Kaum Papa

Current Issues
On This Date: 6 April 1986, Debut Post-It yang Bermula dari Produk Gagal

Current Issues
On This Date: 99 Tahun Lalu Kota Agama Vatikan Berdaulat