Interest

Mitos Unik Budaya Tionghoa Yang Bikin Haiyaaa~

Helena Tipawael

Posted on August 4th 2018

Memiliki luas wilayah yang ekstra, membuat daratan Tiongkok kaya akan tradisi. Sehingga menjadi daya tarik bagi turis di seluruh penjuru dunia untuk datang dan mengagumi kekhasan ini lebih dekat. Mulai dari sajian yang mereka hidangkan, keberagaman budaya, hingga keunikan kepercayaan yang diwariskan turun-temurun. Perpaduan ini nggak jarang menyisakan cerita tersendiri bagi siapapun yang berusaha menikmati.

Jika kamu mau menikmatinya dengan tenang, pastikan kamu memperhatikan hal-hal tabu yang diyakini masyarakat setempat atau lakukan kebiasaan yang dianggap bisa membawa berkah. Seperti tradisi melempar sial ketika kamu nggak sengaja ngelakuin kesalahan, atau empat kebiasaan lain berikut ini.

Yap, Warga Negara Tiongkok bisa mengganti nama sebanyak 5x dalam masa hidupnya. Bagi mereka, mengganti nama bukanlah hal yang asing. Selama ribuan tahun, hiduplah sebuah paradigma mengenai kesialan dan keberuntungan berdasarkan jumlah goresan di setiap nama. Bahkan menjelang waktu kelahiran, para tetua akan menghitung bulan, tahun, musim dan faktor-faktor lainnya. Mereka pun nggak mempedulikan fakta kalau mereka mengganti nama maka urusannya akan ribet dengan pemerintah! Yang penting perhitungan dan ramalan hidupnya baik-baik aja. Waduhhh, keren sih, tapi ngaco!

Wadawww. Kepercayaan Tionghoa yang satu ini memang mistis-mistis gitu deh. Mereka percaya kalau di Bulan Agustus pintu roh-roh halus sedang dibuka oleh para Dewa-Dewi selama dua minggu. Jadi, hantunya bisa liburan gitu, hahaha. Nah, selama 2 minggu ini banyak hal yang kamu nggak boleh lakuin. Kamu dilarang berenang, nggak boleh jalan-jalan di taman pada malam harı dan jangan sampai kamu memanggil nama orang setelah matahari terbenam, siapa pun itu. Mitosnya, kamu nggak tahu nama hantu yang sedang berkeliaran di sekitar kamu. Jadi mungkin aja mereka merasa terpanggil dan mereka akan mendatangi kamu. NAH LOH! 

Budaya permen tiga warna ini bisa kamu jumpai saat tahun baru Cina yang biasanya jatuh pada bulan Februari. Biasanya dilakukan bersama iring-iringan barongsai yang tak pernah sepi memenuhi sudut kota.

Nah, para barongsai ini beraksi nggak sendirian. Mereka diiringi musik-musik tradisional Tionghoa dan boneka shio tahun itu. Contohnya, bila tahun ini adalah tahun anjing, maka para barongsai akan atraksi ditemani boneka guk-guk. Baru setelah beberapa tarian dan lompatan barongsai selesai, para penonton berhak mendapatkan tiga buah permen dengan warna berbeda. Yaitu merah, kuning, dan biru. Di mana merah melambangkan cinta, kuning untuk uang, dan biru untuk kesejahteraan. Semakin banyak kamu makan permen, semakin tinggi pula keberuntungan yang kamu pupuk. Ntap!

Honestly, aku kaget waktu tahu kalau angka ‘9’ adalah angka sial. Karena sepengetahuan aku selama ini angka 4 lah yang merupakan angka sial bagi mereka. Soalnya dalam Bahasa mandarin arti dari angka 4 (si) adalah kematian. Tapi ternyata yang ‘paling sial’ adalah angka 9. Tanpa asal-usul tersendiri, meraka percaya bahwa setiap kamu berumur 9, 19, 29, 39, 49 dst, kamu akan ditimpa hal buruk apa pun itu. Mungkin saja kamu sakit-sakitan, hubungan dengan orang tua nggak sehat, prestasi menurun, dan banyak lainnya. Jadi, kamu harus was-was kalau umur kamu ada angda 9-nya, hehehe.

Related Articles
Interest
Kenapa sih Imlek Identik dengan Lampion Merah?

Interest
Semarang Terpilih sebagai Destinasi Wisata Terbersih di Asia Tenggara

Current Issues
3 Hal yang Perlu Kalian Tahu Soal Pelantikan Presiden 2019