Current Issues

5 Ilmuwan Perempuan Berbakat di Bidang Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika

Mainmain.id

Posted on February 12th 2020

Sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) tak bisa lepas dari stigma ‘hanya laki-laki yang bisa’. Hingga saat ini pun STEM masih didominasi oleh para lelaki.

Menurut PBB, kurang dari 30 persen peneliti ilmiah di dunia adalah perempuan. Penelitian menjelaskan bahwa perempuan kerap dibuat ‘menyerah’ dengan bidang STEM sejak usia dini. Pew Research Center juga menjelaskan jika perempuan kurang terepresentasikan di bidang ilmu komputer, teknik, dan ilmu fisik.

Meskipun perempuan dihadapkan dengan diskriminasi gender dan kurangnya pengakuan di komunitas ilmiah, ternyata banyak perempuan yang tetap gigih melakukan penelitian. Kini, tak terhitung jumlah perempuan yang telah memberikan kontribusi di bidang sains yang membantu kita memahami kejadian ilmiah di dunia.

Walaupun mereka tak digubris pada jamannya, hasil penelitian mereka sekarang ini telah banyak membantu ilmuwan dari generasi ke generasi.

Kita simak yuk perempuan-perempuan keren yang berkecimpung di STEM!

 

1. Dorothy Hodgkin (1910-1994)

 

Dorothy adalah perempuan Inggris pertama yang mendapatkan Nobel dalam Kimia untuk penemuan teknik sinar-X dari struktur zat biokimia. Tak hanya itu, ia juga menjadi perempuan kedua yang mendapatkan penghargaan bergengsi di Inggris yaitu Order of Merit.

Semasa hidupnya dihabiskan untuk melakukan berbagai terobosan baru seperti struktur atom penisilin, struktur vitamin B12, dan struktur insulin. Inilah yang menuntun Dorothy menemukan manfaat insulin sebagai obat diabetes.

 

2. Grace Hopper (1906-1992)

 

Para programmer pasti tak asing dengan istilah debugging. Namun, tahukah kalian bahwa Grace Hopper adalah pencetus istilah debugging untuk mencari error pada program?

Yap, Grace merupakan salah satu programmer pertama di era komputasi modern. Dengan gelar master dan PhD di bidang matematika dari Yale, Grace bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia ditugaskan di laboratorium untuk melakukan perhitungan rahasia.

 

3. Maria Winkelman (1670-1720)

 

Astronom Jerman ini berhasil menjadi wanita pertama yang menemukan komet baru. Tapi sayang, sang suami Gottfrie Kirch-lah yang mengambil kredit penemuan ini hingga bertahun-tahun kemudian.

Tak hanya itu, karena dianggap terlalu menonjol, ia dipaksa untuk pensiun sebagai seorang astronom pada 1716 di usia 46 tahun. Pada masa kejayaanya ia dikenal sebagai ilmuwan handal dengan penelitian bintik matahari dan Aurora Borealis.

 

4. Tu Youyou (1930-sekarang)

 

Tanpa gelar dokter, PhD ataupun pelatihan penelitian pun juga bisa membuat kalian membantu menyelamatkan dunia. Hal ini dibuktikan oleh Tu Youyou seorang ahli pengobatan tradisional Tiongkok yang berhasil menemukan obat malaria yang menyelamatkan nyawa jutaan orang.

Tak hanya meneliti, ia juga rela mengajukan dirinya sebagai objek penelitian. Tekad dan kemampuannya inilah yang mengantar Tu Youyou mendapatkan Nobel Fisiologi atau Kedokteran di tahun 2015.

 

5. Lise Meitner (1878-1968)

 

Lise Meitner adalah profesor fisika wanita pertama di Jerman. Ia tergabung dalam tim yang berhasil menemukan pembelahan nuklir. Namun, namanya tidak dicantumkan oleh rekannya sendiri, Otto Hahn, sehingga ia tidak ikut memenangkan Nobel.

Tak berkecil hati, ia tetap melanjutkan kariernya di bidang fisika selama enam dekade dan berhasil mendapatkan banyak pengargaan lain. (*)

Related Articles
Current Issues
56 Tahun Lalu June Almeida Menemukan Coronavirus, Tapi Sosoknya Dilupakan

Current Issues
112 Tahun yang Lalu, Buku Cikal Bakal Pramuka 'Scouting For Boys' Diterbitkan

Current Issues
On This Date: 2 Maret 1995, Yahoo! Resmi Jadi Perusahaan