Current Issues

Fang Bin, Whistleblower Coronavirus ini Diamankan Aparat Tiongkok

Surya Dipa Nusantara

Posted on February 12th 2020

Pemerintah Tiongkok ternyata banyak menyembunyikan fakta terkait wabah Coronavirus yang berpusat di Kota Wuhan. Termasuk korban-korban yang berjatuhan. Tindakan pemerintah itu kemudian berupaya diungkap oleh warganya sendiri. Termasuk oleh Fang Bin.

Citizen Journalist itu rutin mengabarkan fakta perkembangan Coronavirus ke akun Twitter-nya. Salah satu yang viral adalah video unggahan Fang Bin terkait jenazah-jenazah korban Coronavirus yang menumpuk di krematorium.

Ia merekam video tersebut secara diam-diam. “Yi, Er, San, Shi..” ucapnya berhitung dalam bahasa Mandarin, seraya menunjuk tumpukan jenazah tersebut. Sejak video itu viral, aparat setempat menelusuri asal-usulnya. Sampai kemudian ketemu sosok Fang Bin.

Menurut media lokal, polisi kemudian menangkap Fang Bin pada pukul 3 malam di kediamannya. Fang Bin ditangkap saat sedang mengunggah sebuah video terbarunya.

Sempat terjadi ketegangan, karena Fang menolak perintah dari polisi dan memilih mengunci apartemennya, sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran terpaksa mendobraknya.

Sehari sebelum ditangkap, Fang Bin juga sempat mengunggah sebuah video yang menyatakan bahwa pemerintah takut akan kebenaran yang ia wartakan. Sebab, kabar darinya selalu mengudang atensi bagi masyarakat dunia, yang saat ini juga sama-sama cemas terinfeksi virus mematikan tersebut.

Ia pun sempat meminta tolong kepada publik untuk turut mengamankan kediamannya. “Jika kalian tidak melindungi saya, maka mereka’ [polisi] yang akan datang pada saya,” ujarnya dalam video. Ia pun juga mengaku bahwa ada aparat berpakaian preman yang selalu mengintai setiap gerak-geriknya.

Dalam upaya memastikan bahwa ia dalam kondisi baik-baik saja, Fang selalu mengkabarkan kondisi terkininya setiap pagi. Agar para followers-nya tahu ia dalam keadaan baik-baik saja. Namun, sejak hari Senin (10/2), Fang tak lagi tampak di linimasa.

Fang telah diintai aparat Wuhan sejak ia memposting video berdurasi lima menit yang menunjukan ada delapan kantong mayat di rumah sakit umum kota. Ia kemudian ditangkap, dan diperingatkan pihak berwenang untuk tidak menyebarkan desas-desus tentang kondisi di Wuhan. Namun, itu hanya berlangsung sebentar, dan Fang pun kembali dilepaskan pada hari yang sama.

Tetapi, Fang tak mengindahkan peringatan itu. Baginya, informasi kepada masyarakat agar berjaga-jaga akan Coronavirus lebih penting untuk disampaikan.

Fang adalah salah satu dari sekian banyak citizen journalism yang melaporkan kondisi terkini dari Wuhan yang juga ditahan. Mayoritas dari mereka bersuara tentang penanganan coronavirus oleh Pemerintah Tionngkok yang dianggap terlambat. 

Dalam salah satu videonya Fang berusaha menyadarkan masyarakat bahwa pemerintahnya seolah menutup-nutupi banyak hal. Salah satu buktinya adalah kematian dokter Li Wenliang. Dokter yang sempat memberikan peringatan adanya perkembangan Coronavirus di Wuhan. Suara si dokter itu seolah dibungkam. Akhirnya ternyata yang dikhawatirkan dr Li Wenliang terjadi.

Fang pun berharap, bahwa tragedi penangkapannya akan menyalakan keberanian masyarakat Wuhan lainnya untuk berbicara jujur bahwa kondisi mereka sedang tidak baik-baik saja. Semoga saja, keberanian Fang menular, dan kebenaran akan semakin luas diwartakan.(*)

Artikel Terkait
Interest
Meninggalnya Dokter Pertama yang Curiga Wabah Coronavirus Namun Tak Dipercaya

Current Issues
Lockdown Dibuka, di Wuhan Ada Kasus Baru, di Jerman Penderita Meningkat

Interest
Warga Saling Teriak Menyemangati, 'Wuhan Jiayou' Trending di Twitter