Current Issues

Orkestra Budapest Ini Bikin Orang Tuli Bisa Nikmati Musik Beethoven

Delima Pangaribuan

Posted on February 10th 2020

Siapa nggak kenal sama Ludwig van Beethoven? Ia adalah salah satu musisi klasik dunia yang melegenda. Tapi, bukan cuma keindahan musiknya yang menyentuh banyak orang. Namun juga fakta bahwa Beethoven tuli. Kini, musik-musik Beethoven itu akhirnya bisa didengarkan orang-orang yang bernasib sama dengannya.

 
Salah satunya Zsuzsanna Foldi. Salah seorang tuli di Hungaria, yang kehilangan pendengarannya secara total sejak umur tiga tahun. Melansir Reuters, di usianya yang ke-67 saat ini, Zsuzsanna akhirnya bisa "mendengar" musik. Terutama musik karya Beethoven yang dimainkan ulang oleh sebuah orkestra di Budapest, Hungaria. Danubia Orchestra namanya.
 
 
Danubia Orchestra (LFZE)

 
 
Danubia Orchestra memainkan Fifth Symphony milik Beethoven. Tapi, mereka nggak cuma ingin menghibur orang yang bisa mendengar saja. Orang yang nggak bisa mendengar pun dikasih kesempatan buat menikmati alunan melodi legendaris dari Beethoven itu. 
 
Penonton yang tuli dikasih tempat persis di sebelah musisi. Mereka dipersilakan memegang instrumen musik saat dimainkan. Zsuzsanna dapat bass. Dia menempelkan telinganya ke alat musik bass dan merasakan getarannya.
 

"Ketika aku duduk di sebelah musisi pemain bass hari ini, aku mulai menangis. Dan aku tidak memakai alat bantu dengar. Aku selalu meletakkan telingaku di bass dan dia bermain untukku," jelas Zsuzsanna kepada Reuters.
 
Penonton tuli lainnya ada yang menikmati musik dengan memegang alat musik yang dimainkan. Ada juga yang pegang media perantara seperti balon yang dihubungkan sama alat musik untuk menghasilkan getaran. Sebagian memilih pakai alat bantu dengar hypersensitive sehingga bisa menikmati musik lebih leluasa.
 
Beethoven sendiri menciptakan Fifth Harmony ketika sudah hampir tuli total antara tahun 1804-1808. Makanya gubahan itu dijuluki 'Symphony of Fate', musik yang mewakili pemikiran Beethoven ketika menghadapi takdir yang paling menakutkan buat dia sebagai musisi. Yakni kehilangan pendengaran. Meskipun pendengarannya sudah nggak berfungsi normal, Beethoven tetap bisa menggubah musik yang indah dengan merasakan getaran piano yang dia pakai.
 
Karena diciptakan dalam keadaan Beethoven sudah tuli, musik itu pun bisa menyentuh "telinga" mereka yang juga tuli. Penonton lainnya, Erzsebet Dudas, mengakui keindahan Fifth Symphony. Dia sendiri sering "mendengarkan" musik klasik dengan cara mendeteksi getaran, tapi baru kali ini dia mendengarkan musik Beethoven.
 
"Di sini ketika semua instrumen berbunyi, musiknya memberikan getaran yang sangat bagus. Tidak heran kalau dia (Beethoven) menulis musik yang seperti ini," pujinya.
 
Konduktor orkestra Mate Hamori menjadi sosok yang memimpin orkestra khusus untuk orang tuli ini. Dia ingin bisa membawakan musik yang juga bisa dinikmati semua orang tanpa terhalang keterbatasan pendengaran mereka. Dia juga ingin meningkatkan kesadaran banyak orang tentang kesulitan-kesulitan para orang tuli yang seringkali diabaikan orang normal. 
 
"Jadi ide awalnya adalah untuk melibatkan orang-orang yang paling bisa memahami Beethoven (sebagai orang tuli) dan memahami kesulitannya di dunia musik," ungkap Mate. (*)
Related Articles
Tech
TikTok Akan Rilis Fitur Auto-Caption, Bisa Buat Subtitle Otomatis di Tiap Video

Tech
Instagram Uji Coba Fitur Stiker Auto-Caption di Story, Ubah Audio Jadi Subtitle

Current Issues
Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Tak Lagi Perlu Disimpan di Suhu Ekstrem