Current Issues

Banyak yang Salah Mengira Kejadian Orangutan dan Manusia ini, Berikut Faktanya!

Surya Dipa Nusantara

Posted on February 10th 2020

Foto yang dijepret fotografer Anil Prabhakar ini banyak tersebar di media sosial. Banyak netizen yang salah mengira di balik kejadian ini. Tak sedikit yang menganggap orangutan ini menawarkan bantuan pada manusia yang terperosok masuk ke dalam parit. Padahal faktanya tidak begitu.

Bahkan Anil Prabhakar pun juga mengira bahwa yang dilakukan si orangutan itu membantu manusia. "Let me help you? : Once Humanity dying in Mankind, sometime animals are guiding us back to our basics. @wwf," tulis Anil dalam caption fotonya.

Foto itu viral. Bahkan sampai diterbitkan beberapa koran. Juga, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikutan me-repost unggahan Anil. Padahal fakta yang sebenarnya tidak seperti yang dikira banyak netizen. Orangutan itu tak menawarkan bantuan ke manusia yang masuk parit. Dia mengulurkan tangan untuk meminta makanan.

 

 

Kejadian itu berlangsung di area konservasi orangutan yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Kebetulan, mainmain.id pernah mendatangi lokasi tersebut, beberapa tahun lalu.

Pada mainmain.id, BOSF menyampaikan konfirmasi terkait kejadian itu. Konfirmasi disampaikan langsung oleh CEO BOS Foundation, Dr Jamartin Sihite, MSI. Jamartin mengatakan, foto itu memang benar diambil di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari di Kalimantan Timur.

Di sana, BOSF membangun beberapa pulau untuk ditempati orangutan yang belum bisa dilepasliarkan ke hutan (unreleasables). Termasuk si Anih, nama orangutan di dalam foto tersebut. Selama ini BOSF memang salah satu konsentrasinya adalah merawat sebanyak mungkin orangutan unreleasable seperti Anih agar bisa hidup di pulau terbuka, yang kondisinya mirip hutan.

 

 

Nah agar kondisi pulau terbuka itu baik, sungai yang mengelilingi pulau itu harus dibersihkan dari rumput yang terlalu tinggi atau pendangkalan. Kegiatan perawatan pulau inilah yang tengah dilakukan oleh si Syahrul, teknisi BOSF di foto tersebut.

Pulau bagi orangutan itu sebenarnya aksesnya sangat terbatas. Tidak sembarangan orang bisa masuk. Mainmain.id pun ketika ke sana harus melewati serangkaian tes. Termasuk tes kesehatan lengkap melingkupi bebas HIV, TBC, hepatitis dan lainnya. Akses yang terbatas itu diberikan untuk benar-benar melindungi orangutan dari kontak manusia. 

Kata Jamartin Sihite, Anih dan Syahrul sudah lama saling mengenal. Sejak awal 1990-an. "Mungkin di dalam foto, Anih terlihat seperti menawarkan pertolongan terhadap Syahrul. Akan tetapi yang terjadi bisa jadi sebaliknya, Anih meminta makanan dari Syahrul," kata Jamartin.

Kondisi itu menunjukkan Anih masih memiliki ketergantungan terhadap manusia. Anih sendiri merupakan orangutan yang didapat BOSF dari peliharaan manusia. "Sebelumnya Anih itu dipelihara manusia, sebelum akhirnya diserahkan ke BOSF. Inilah tantangan kami sebagai tempat rehabilitasi, yakni menjadikan mereka (orangutan) liar kembali, tidak tergantung makanan dari manusia," terangnya.(*)

Related Articles
Current Issues
Ketika Ikan Tuna yang Kalian Makan Bangkit Dari Ancaman Kepunahan

Current Issues
Ilmuwan Temukan Spesies Baru 'Hiu Berjalan' di Indonesia

Current Issues
CDC: Setelah Divaksin Penuh, Orang Lebih Aman Bepergian. Asalkan...