Current Issues

Bat Tornado, Fenomena Ribuan Kelelawar yang Gelapkan Langit Australia

Surya Dipa Nusantara

Posted on February 8th 2020

Setelah diterjang kebakaran hutan yang mencekam, kini Australia kembali diterpa bencana. Namun, tak datang dari hutan, melainkan dari hewan. Ribuan kelelawar yang bergerak seperti tornado membuat gelap langit Australia. Masyarakat pun dilanda kecemasan. Karena, binatang nokturnal itu mulai merusak rumah-rumah warga.

Mulanya, bencana yang disebut dengan bat tornado atau angin topan berisi kelelawar ini terjadi di sebuah kota kecil pinggiran Australia, bernama Queensland dan Hincinbrook. Rombongan kelelawar tersebut, berbaris memanjang sekitar lebih dari 300 meter dan tampak terlihat seperti kabel. Namun, lambat laun kelelawar tersebut mulai terbang rendah dan menyasak atap warga.

Beberapa warga yang hanyut dalam perasaan paranoid menghubungkan bahwa bencana tanpa henti ini merupakan tanda-tanda akhir zaman. Isu itulah yang membuat bencana yang sebetulnya bukan kali pertama terjadi di Australia itu terasa lebih meneganggangkan.

“Kelelawar itu selalu bertambah jumlahnya setiap hari, dan koloni mereka semakin membesar. Serta, mereka membawa aroma yang tidak sedap, dengan suara pekik yang cukup menganggu. Penduduk khawatir bahwa kelelawar ini akan membawa virus di kota kami. Seperti Corona di China,” ujar Raymond Jayo, Wali Kota Hinchinbrook kepada awak media.

“Bahkan beberapa warga tidak mengizinkan anaknya pergi ke sekolah sebelum wabah ini bisa diatasi oleh pemerintah,” imbuh Raymond.

Ketakutan tersebut memang wajar. Karena, Australia juga memiliki trauma panjang dengan kelelawar. Sebuah jurnal yang dirilis oleh Australian Journal of General Practice, menuliskan, bahwa sejak tahun 1996, kelelawar di Australia telah terjangkit virus yang cukup berbahaya.

Virus tersebut bernama Australian Bat Lyssavirus (ABL) yang bisa menyerang manusia. Cara penularannya pun bisa lewat gigitan, maupun cakaran kuku dari kelelawar.

Kendati belum menelan korban jiwa, hingga hari ini, virus ABL tersebut masih belum ada obatnya. Terlepas dari segala resiko, masalah pelik lain yang harus dihadapi pemerintah Queensland adalah, kelelawar termasuk salah satu satwa yang dilindungi di Australia. Sehingga, mereka tak bisa melenyapkannya begitu saja.

Satu-satunya cara yang dilakukan oleh pemerintah setempat adalah dengan melakukan pengasapan di rumah-rumah untuk mengusir kelelawar dan mengembalikan mereka di gua. Raymond, sang Wali Kota Hincinbrook mengungkapkan, bahwa bencana kali ini terjadi karena dampak dari krisis global, dan kebakaran hutan.

Sehingga, kelelawar tak lagi memiliki habitat yang layak. Karena, gua mereka penuh dengan asap, sehingga mengharuskan kelelawar-kelelawar ini untuk bermigrasi menemukan habitat baru. Huh! Semoga cepat selesai, ya! (*)

 

Related Articles
Current Issues
Solusi Australia Atasi Kekeringan: 'Genosida' 10.000 Unta

Current Issues
Hujan Diramalkan akan Guyur Australia, Tapi Tak Cukup untuk Padamkan Kebakaran

Current Issues
#PrayForAustralia: Status Darurat Kebakaran Ditetapkan Mulai 3 Januari 2020