Interest

Meninggalnya Dokter Pertama yang Curiga Wabah Coronavirus Namun Tak Dipercaya

Vita Kartika

Posted on February 7th 2020

Potret dr. Li Wenliang yang tengah menjalani perawatan karena dinyatakan positif terinfeksi coronavirus (CNN)

 

Li Wenliang, seorang dokter di Wuhan yang pertama kali memperingatkan para dokter lain perihal adanya wabah baru berupa coronavirus dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi coronavirus pada Jumat (7/2).

Pada bulan Desember lalu, Li Wenliang yang bekerja di rumah sakit pusat di Wuhan mengirimkan pesan di media sosial untuk memperingatkan rekan-rekan petugas medis lainnya agar waspada terhadap penyakit baru yang misterius. Ia menyarankan mereka agar memakai pakaian pelindung untuk mencegah infeksi.

Kala itu, ia sedang bertugas di pusat wabah ketika ia mulai curiga terhadap tujuh kasus virus yang mirip dengan SARS, virus yang sempat mewabah tahun 2003 silam. Pasien-pasien yang dikarantina di rumah sakit ini diduga terinfeksi dari pasar makanan laut Huanan di Wuhan.

Sayangnya, peringatan yang ia sampaikan tidak digubris. Ia bahkan dituduh telah 'membuat komentar palsu', 'menyebarkan desas-desus' dan 'sangat mengganggu ketertiban umum', sampai harus berurusan dengan petugas Biro Keamanan Umum dan polisi setempat.

 

Wuhan yang terlihat seperti kota mati (ghost city) paska diumumkannya coronavirus outbreak (National Geographic)

 

Li Wenliang adalah seorang ophthalmologist atau dokter ahli mata. Sebelumnya, ia sempat merawat seorang perempuan yang menderita glaucoma. Nahasnya, kala itu Li Wenliang tidak tahu bahwa pasien tersebut terinfeksi coronavirus.

Dalam unggahannya di Weibo, Li Wenliang mengatakan bahwa pada tanggal 10 Januari ia mulai batuk-batuk. Esoknya ia demam dan dua hari kemudian dirawat di rumah sakit. Kedua orang tuanya pun mengalami kondisi yang sama. Baru sepuluh hari kemudian, pada 20 Januari, Tiongkok mengumumkan keadaan darurat akibat coronavirus. Li Wenliang sendiri dinyatakan positif terinfeksi coronavirus pada 30 Januari.

Saat itu, pemerintah setempat sudah meminta maaf kepada Li Wenliang, tapi sudah terlambat. Dilansir dari CNN, tercatat hingga Jumat (7/2), angka pasien coronavirus sudah mencapai hampir 32.000 kasus, dengan lebih dari 31.000 kasusnya terdeteksi di tanah Tiongkok. Pasien-pasien baru pun terus dinyatakan positif tiap harinya.

 

Peta persebaran coronavirus berdasarkan data yang terhimpun hingga 4 Februari lalu (CNN)

 

Unggahan Li Wenliang di Weibo ini pun banjir dukungan dari ribuan orang. Banyak yang menyebutnya sebagai pahlawan. Tak sedikit pula yang mengutarakan kemarahannya pada pemerintah Tiongkok karena selalu menutup-nutupi kasus yang mengakibatkan penanganan jadi terlambat.

“Kalau begini, bisa-bisa nanti dokter akan takut untuk menyampaikan peringatan dini ketika mereka melihat tanda-tanda penyakit baru,” tutur salah satu komentar.

Li Wenliang meninggal dunia dalam usia 34 tahun. Ia meninggalkan seorang anak dan istri yang tengah hamil.

Sejak 30 Januari lalu, coronavirus telah dideklarasikan sebagai global health emergency oleh World Health Organization (WHO). Dilansir dari National Geographic, sampai Kamis (6/2) lalu, terhitung ada 132 pusat karantina yang didirikan di seantero kota. Hingga kini, ribuan personel medis juga masih disiagakan di sana. (*)

Related Articles
Interest
Antisipasi Penyebaran Coronavirus, Disneyland Ditutup Sementara

Interest
Anjing ini Selamatkan Satu Keluarga dari Coronavirus

Current Issues
QnA Coronavirus: Definisi, Gejala, Cara Mencegah hingga Tingkat Kesembuhan