Current Issues

World Cancer Day: Yoga dan Ayurveda untuk Merawat Pasien, Kok Bisa?

Delima Pangaribuan

Posted on February 4th 2020

Tanggal 4 Februari diperingati sebagai World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia. Tahun ini, mengutip laman World Cancer Day, merupakan tahun ke-20 diadakannya hari peringatan tersebut. Meski banyak penyakit bermunculan, seperti coronavirus misalnya, kanker masih menjadi penyakit penyebab kematian yang paling ditakuti.
 
Penderita kanker mengalami perubahan yang sangat signifikan dan menghadapi banyak kesulitan setelah mereka sakit. Padahal, penyebab penyakit itu terkadang lebih banyak muncul karena kebiasaan hidup pasien sendiri yang nggak sehat. Nah, di anniversary yang ke-20 ini, organisasi World Cancer Day ingin membangun awareness masyarakat supaya bisa meminimalisir kasus kematian akibat kanker dan menyediakan layanan kesehatan yang setara bagi semua pasien kanker.
 
Salah satu caranya dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan ramah untuk tubuh. Misalnya dengan makan makanan sehat dan teratur, tidur yang cukup, olahraga rutin, juga rutin periksa kesehatan. Untuk pasien pun, ada banyak versi treatment penyembuhan sesuai saran dokter dan kondisi pasien masing-masing.

 
 
 
 
Nah, di India sendiri sedang dikembangkan salah satu alternatif baru penanganan pasien kanker, yakni dengan yoga dan ayurveda. Melansir Yahoo News, program ini diujicoba sama Tata Memorial Hospital, rumah sakit kanker ternama di Mumbai. Menurut Alodokter, Ayurveda merupakan salah satu metode pengobatan tertua di dunia yang menitikberatkan keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Pengobatan Ayurveda menggunakan bahan alami seperti tanaman organik, serta sumber mineral seperti sulfur atau merkuri. 
 
Program ini bekerjasama dengan Ministry of AYUSH, kementerian di pemerintahan India yang mengurusi bidang pengobatan alternatif. Uji coba dibagi ke dalam dua tahap studi untuk menangani pasien kanker ovarium.
 
Studi pertama meneliti apakah ayurveda bisa mengurangi relapse pasien kanker ovarium tersebut. Kedua, meneliti apakah obat-obatan ayurveda bisa mengurangi efek samping neuropati atau kerusakan saraf akibat penggunaan obat-obatan allopathic yang digunakan pasien kanker lebih dulu.
 
"Ini saatnya kita terbuka terhadap pengobatan alternatif untuk melihat apakah pendekatan terintegrasi antara allophaty dengan ayurveda bisa menimbulkan hasil yang lebih baik," jelas Direktur Akademis Tata Memorial Hospital dr Shripad Banavali.
 
Selama ini pasien menunjukkan respon yang positif. Namun, Shripad menegaskan, kalau ada satu pasien yang sekali saja relapse setelah program ini, maka program ini akan dihentikan. 
 
Rumah sakit itu juga mencoba treatment dengan yoga, bahkan sejak lima tahun lalu. Yoga sendiri digunakan lebih untuk meningkatkan kualitas hidup para pasien sehingga diharapkan berpengaruh positif pada proses penyembuhan mereka. Sampai saat ini, Tata Memorial Hospital sudah mengujicoba program yoga ke 850 pasien kanker payudara.
 
"Data awal menunjukkan bahwa mereka yang melakukan yoga selagi menjalani perawatan memiliki toleransi yang lebih baik terhadap proses kemoterapi," jelas Direktur Tata Memorial Hospital dr Rajendra Badwe. Lima hari sebelum menjalani kemoterapi, para pasien diajak untuk rutin melakukan yoga. Khususnya yoga asanas dan melakukan pranayama atau pengendalian nafas.
 
Pada peringatan ke-20 tahun ini, World Cancer Day memilih tema 'I am and I will'. Maksud dari tema itu adalah untuk menguatkan para pasien kanker, bahwa mereka punya kemampuan untuk bisa menghadapi penyakit mereka menuju kesembuhan atau kondisi tubuh yang lebih baik. Tapi, tetap saja lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita yang masih sehat, jangan malas untuk menerapkan pola hidup sehat ya. (*)
Related Articles
Current Issues
Hand-Sanitizer Langka? Bikin Sendiri Yuk!

Current Issues
Tangkal Corona, ini 5 Lagu yang Bisa Dinyanyikan Sambil Cuci Tangan 20 Detik!

Current Issues
Coronavirus, Virus Baru Mirip Pneumonia yang Menular Antar Manusia