Current Issues

On This Date: 3 Februari 1966, Luna 9 Jadi Cikal Bakal Asa Manusia ke Bulan

I Kadek Wira Aditya

Posted on February 3rd 2020

Ucapan astronot NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat), Neil Armstrong tersebut menjadi penanda manusia akhirnya dapat mendarat di Bulan dengan selamat. Namun, manusia tidak akan mewujudkan itu kalau bukan karena Luna 9, spacecraft tanpa awak milik Uni Soviet (kini Rusia).

Spacecraft tersebut pada 54 tahun lalu, tepatnya 3 Februari 1966, berhasil melakukan soft landing dan mengirimkan data ke Bumi berupa fotografi yang menggambarkan detil permukaan Bulan.

Soft landing atau pendaratan mulus ke Bulan dengan Luna 9 ini dilakukan peluncurannya dari Bumi pada 31 Januari 1966. Dengan bobot seberat 1538 kg dan tinggi 2,7 meter, spacecraft tersebut dilengkapi dengan berbagai alat untuk meniliti Bulan. Seperti sistem radio, kamera televisi, kontrol pengukur kontrol suhu, pengukur scientific, baterai, hingga airbag untuk mendukung keperluan penelitian. Tanpa adanya awak, Luna 9 dikontrol jauh dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan (dulu wilayah Rusia) hingga keberhasilan pendaratannya.

Keberhasilan tersebut sebelumnya telah melewati banyak percobaan. Lewat misi dengan nama Luna Programme, Uni Soviet setidaknya telah melalui 11 kali percobaan soft landing selama rentang tahun 1963-1965.

Sementara negara saingannya di bidang antariksa, Amerika Serikat berhasil di pertama percobaannya lewat spacecraft Surveyor 1, 4 bulan setelah keberhasilan Uni Soviet.

Terlepas dari itu, keberhasilan dari Luna 9 memberikan gambaran kondisi permukaan Bulan, yang kala itu belum diketahui detilnya. Spacecraft tersebut kemudian mengirimkan 9 gambar kondisi detil permukaan bulan.

Tak hanya itu, foto berikutnya yang dikirimkan memberikan gambaran bahwa Matahari tampak lebih besar hingga 41 derajat jika dilihat dari Bulan.

Namun yang paling terpenting dari pendaratan tersebut adalah setidaknya manusia dapat mendarat dengan aman, tanpa perlu khawatir dengan adanya debu bulan atau benda antariksa lainnya.

Kelak, hasil temuan tersebut kemudian menjadi acuan para astronot ataupun kosmonot (istilah astronot untuk Uni Soviet) untuk menginjakan kaki ke Bulan.(*)

Related Articles
Tech
Blue Origin Protes Kontrak NASA Senilai USD 2,9 Miliar dengan SpaceX

Tech
NASA Umumkan 10 Kandidat Astronot yang Akan Terbang ke Bulan

Tech
NASA Tunda Pendaratan Manusia di Bulan Hingga 2025