Interest

Berhasil Helat Kejuaraan di Piala Presiden, MPL Incar Turnamen Sendiri

Drian Bintang

Posted on February 2nd 2020

Aby Ramadhan ketika mendapatkan hadiah dari CEO MPL Joe Wadakethalakal. (tempo)

Entah mimpi apa Aby Ramadhan semalam sebelumnya. Pada Minggu (2/2), dia berhasil membawa Rp 125 juta setelah memenangkan kejuaraan Mobile Premiere League (MPL) Fruit Dart di Piala Presiden. Berhasil menggelar kejuaraan perdana, panitia MPL bakal mengadakan turnamen solo dalam waktu dekat.

Kemenangan yang didapat oleh Aby adalah kemenangan mutlak. Dia mengalahkan Mohammad Miftahul Fajar, yang berasal dari Brebes. Aby mengalahkan Fajar dengan skor telak, 3-1.

Kedua pemain tersebut, berhasil menyingkirkan ke-30 pemain sisanya yang berhasil masuk ke Grand Final. Acara yang dihelat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) itu diikuti oleh ribuan pemain, dalam babak penyisihan.

Semuanya dilakukan secara online. Pemain-pemain yang berhasil masuk 32 besar tertinggi, kemudian diundang untuk datang ke ICE Minggu, kemarin. Mereka berjuang melawan satu sama lain untuk memperebutkan kursi juara. Dalam pertandingan pertamanya, MPL memilih Fruit Dart.

Dikutip dari Liputan6, Aby menjelaskan sudah hampir setahun ini dia bermain Fruit Dart. April lalu, menjadi bulan pertama Aby mengenal permainan mobile yang satu ini. Remaja 15 tahun itu mengaku, melakukan persiapan untuk Piala Presiden selama 2 bulan terakhir. ”Setiap hari latihan bisa sampai empat jam,” katanya.

Sebagai runner up, alias juara kedua Fajar tidak pulang dengan tangan kosong. Dia tetap diberi ganjaran uang tunai sebesar Rp 75 Juta. Aby yang mendapatkan hadiah Rp 50 Juta lebih banyak sudah memiliki gambaran untuk apa uang itu digunakan.

”Hadiah ini akan saya pakai untuk memberangkatkan umroh kedua orang tua saya. Sisanya saya tabung, supaya berguna buat saya di masa depan,” beber siswa SMP Negeri 71 Jakarta tersebut.

Setelah berhasil menyukseskan Piala Presiden 2020, CEO MPL Joe Wadakethalakal berencana membuat turnamennya sendiri. Bukan menggunakan game-game yang biasa dipertandingkan, seperti Mobile Legends: Bang-Bang, PUBG, Call of Duty Mobile, dan lain-lain.

Joe justru tertarik mengangkat game-game ringan, seperti Fruit Dart ini. ”Bukan game yang rumit, jadi semua bisa main,” terangnya.

Joe menjelaskan, selama ini MPL telah bekerjasama dengan developer pembuat game-game ringan ini. Total, sampai saat ini ada 30 developer yang sudah bergabung. Fruit Dart ini, hanya lah salah satu di antaranya.

Rencananya, dia akan mencari game yang paling popular dari ke-30 developer yang sudah bekerjasama. Sehingga turnamen ini nanti bisa diikuti oleh banyak orang. ”Jadi semua bisa main, karena tidak membutuhkan handphone dengan spek tinggi juga,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Development MPL Resha Adi Pradipta juga tidak menutup kemungkinan adanya kolaborasi dengan developer game lokal. Untuk itu, dia terus menjalin hubungan dengan developer tanah air.

Sehingga suatu saat nanti, turnamen yang digelar MPL lebih banyak berasal dari developer anak bangsa. ”Rencananya sih habis Lebaran. Untuk detailnya akan kami umumkan jika semuanya sudah siap,” katanya.(*)

Related Articles
Sport
Tundukan Amerta Hangtuah, Satria Muda Pertamina Juara Piala Presiden 2019

Sport
Piala Presiden Basket Jadi Turnamen Pra-musim IBL 2020

Sport
Berhasil Revans dari RRQ, Evos Juarai MPL Season 4