Current Issues

World Wetlands Day: Ini 7 Lahan Basah Indonesia yang Masuk Situs Ramsar

Yusuf Mulya

Posted on February 2nd 2020

Setiap 2 Februari, dunia memperingati Hari Lahan Basah. Peringatan di mulai setelah berbagai negara menyepakati Konvensi Ramsar pada 2 Februari 1971 di Iran.

Peringatan ini diangap penting untuk mengingatkan kepada warga dunia bahwa lahan basah perlu dijaga dan dilindungi agar habibat hewan dan tumbuhan tidak hilang. Tahun ini peringatan hari lahan basah sedunia mengambil tema "Wetlands and Biodiversity".

Apa itu lahan basah?

Konvensi Ramsar mendefinisikan lahan basah sebagai lahan yang selalu tergenang, baik secara alami atau buatan. Terus menerus ataupun musiman. Diam atau mengalir. Serta, tawar, payau, maupun asin.

Yang juga termasuk dalam kategori lahan basah tersebut adalah perairan laut dengan kedalaman tidak lebih dari enam meter dari batas surut terendah.

Indonesia termasuk menjadi salah satu negara yang ikut meratifikasi konvensi Ramsar pada 1991. Indonesia memiliki tujuh lahan basah yang masuk dalam situs Ramsar. Mana saja?

1. Taman Nasional Sembilang

Terletak di Provinsi Sumatera Selatan, taman nasional ini memiliki luas 2.051 km2. Terdiri dari hutan rawa gambut dan rawa. Wilayah ini menyimpan berbagai binatang dan tumbuhan khas. Seperti Harimau Sumatra, Gajah Asia, Tapir Asia, Siamang, Kucing Emas, Rusa Sambar, Buaya Muara, Ikan Sembilang, Penyu Air Tawar Raksasa, Lumba-lumba Air Tawar dan berbagai spesies burung.

 

2. Taman Nasional Berbak

Taman Nasional Berbak merupakan kawasan pelestarian alam untuk konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara yang belum terjamah oleh eksploitasi manusia. Memiliki luasnya 142.750 hektare. Keunikannya berupa gabungan yang menarik antara hutan rawa air tawar dan hutan rawa gambut yang terbentang luas di pesisir Timur Sumatera.

 

3. Suaka Margasatwa Pulau Rambut

Pulau seluas 45 hektar ini ternyata ada di wilayah DKI Jakarta. Pulau rambut merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Seribu. Lokasi ini dikenal sebagai tempat migrasi burungnya. Pada bulan Maret-September kawasan ini didatangi 50 ribu burung yang diperkirakan datang dari Australia.

 

4. Taman Nasional Danau Sentarum

Terletak di Provinsi Kalimatan Barat. Taman nasional ini memiliki luas 1.320 km2. Setengah luasnya merupakan area danau. Memiliki 265 jenis ikan air tawar, 675 spesies tanaman, dan 147 jenis mamalia. Beberapa hewan dan tumbuhan endemik juga ada di lokasi ini. Di antaranya Tembesu, Jelutung, Ramin, dan Kayu Ulin.

 

5. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Taman nasional dengan luas 1.050 km2 ini berada di Sulawesi Tenggara. Di dalamnya terdapat Babi Rusa, Anoa dan 155 spesies burung, 37 di antaranya endemik di taman nasional ini.

 

6. Taman Nasional Wasur

Terletak di Papua, taman nasional Wasur punya luas 4.138 km2. Terdiri dari hutan rawa, hutan pantai, dan hutan bambu. Sekitar 70 persen kawasan ini merupakan area sabana.

Biodiversitasnya yang tinggi menjadikan taman nasional Wasur dijuluki "Afrikanya Papua". Jenis tumbuhan yang hidup antara lain Api-Api (Avicennia sp.), Tancang (Bruguiera sp.), Ketapang (Terminalia sp.), dan Kayu Putih (Melaleuca sp.). Sementara jenis satwa yang sering ditemui Kanguru Pohon, Kesturi Raja, Kasuari Gelambir, Dara Mahkota/Mambruk dan Cendrawasih.

 

7. Taman Nasional Tanjung Puting

Memiliki luas 3.550 km persegi, hutan ini berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Menyimpan ratusan spesies, salah satunya Orangutan. Di kawasan juga terdapat jenis burung Sandang Lawe yang termasuk 20 jenis burung terlangka di dunia. Keren kan? (*)

 
Related Articles
Current Issues
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia! Yuk Praktek 5 Cara Menjaga Lingkungan Ini

Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Ilmuwan Oxford Klaim Vaksin Covid-19 Akan Siap September Mendatang