Interest

Kampanyekan Keberagaman, Barbie Hadir Dalam Versi Vitiligo dan Alopecia

Regina

Posted on January 31st 2020

Macam-macam Barbie dan Ken (Mattel)

Boneka yang digemari banyak anak di dunia, Barbie, kini tampil dengan versi berbeda. Mattel, perusahaan yang memproduksi Barbie, baru saja mengeluarkan edisi vitiligo dan alopecia.

Vitiligo merupakan kondisi kulit di mana sel yang memproduksi melamin atau pigmen --yang menentukan warna kulit-- tidak berfungsi. Sehingga orang yang memiliki kondisi vitiligo kulitnya muncul bercak putih. kebanyakan orang mengenal kondisi itu dengan istilah kulit belang.

Barbie Vetiligo (Mattel) 

Kondisi ini salah satunya dialami oleh model kenamaan Winnie Harlow. Berkat kulit belangnya dia menjadi model sukses di dunia. Selain itu, dia juga giat mengkampanyekan untuk mencintai kulit tubuh apa adanya.

Nah, Barbie vitiligo itu dibuat memiliki kulit gelap dan bercak putih tidak teratur di seluruh tubuhnya. Sekitar wajah, leher, tangan, dan kaki.

Barbie Alopecia (Mattel)

Ada pula Barbie dengan kondisi alopecia. Yakni kelainan kerontokan rambut dengan jumlah lebih banyak daripada rambut yang tumbuh. Barbie alopecia ditampilkan dengan kondisi kepala botak.

Barbie Kaki Palsu (Mattel)

Selain itu, melansir Independet UK, produsen juga menawarkan boneka lain dengan tubuh palsu. Mattel berkolaborasi dengan Jordan Reeves. Seorang ABG pengguna lengan palsu, yang saat itu berusia 12 tahun.

Barbie Gaya Rambut 1959 (Mattel)

Dalam lima tahun terakhir Mattel telah meluncurkan Barbie dengan lima tipe tubuh. Terdiri dari 22 warna kulit, 94 warna rambut, dan 13 warna mata. Sedang boneka Ken telah tersedia total empat jenis tubuh. Dengan rincian: 13 warna kulit, 9 warna mata, dan 22 warna rambut.

Dengan penambahan seri baru ini, Mattel ingin melepaskan stereotip seksis dan melepaskan standar kecantikan. Selain itu mereka juga ingin mengajak banyak orang untuk tidak terobsesi pada tubuh langsing Barbie edisi lama. Ini semua bagian dari kampanye Mattel untuk menggalakan keberagaman lewat Barbie-nya.

“Mainan merupakan refleksi budaya, dan dunia harus merayakan dan mengkampanyekan nilai positf dan inklusivitas dan bebas label,” ungkap Kim Culmone, wakil presiden senior desain boneka Mattel.

Jadi begitu guys, Mattel mengajarkan ke kita bahwa cantik tidak melulu langsing, putih, tinggi, dan sempurna. Banyak kekurangan dalam diri yang bisa dijadikan kelebihan dan dijadikan nilai authentic pada diri. So be yourself ya!

Related Articles
Interest
Siapa Tandingan Asus Zenfone Max Pro M1?

Interest
Vans Rilis Sepatu Khusus untuk Anak Autis

Interest
Pasien Corona di Indonesia Capai 27 Orang, Pantau Perkembangannya di Situs ini