Current Issues

WHO: Darurat Coronavirus

Regina

Posted on January 31st 2020

Coronavirus kian mewabah. Jumlah korbannya terus bertambah. Bahkan, sejumlah bandara menutup penerbangannya ke Tiongkok. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melihat telah terjadi peningkatan kasus coronavirus di luar Tiongkok.

“Karena jumlah pengidap terus bertambah, dan terjadi penularan antarmanusia di luar Tiongkok, maka WHO kembali menggelar rapat karena ada potensi wabah ini semakin meluas,” ujar Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari CNN.

Melalui rapat di Janewa, Swiss, WHO mendekralariskan coronavirus berstatus gawat darurat. "Biar saya perjelas. Deklarasi ini bukan mosi tidak tercaya terhadap Tiongkok. Alasan utama deklarasi ini bukanlah apa yang terjadi di Tiongkok. Tetapi apa yang telah terjadi di negara lain," imbuh pria asal Ethiopia itu.

WHO mengatakan, yang dimaksud keadaan gawat darurat adalah, kejadian luar biasa yang mengancam kesehatan masyarakat di banyak negara akibat wabah global. WHO juga meminta warga negara di manapun untuk tanggap waspada, dan saling berkoordinasi antarnegara.

Menurut WHO, jumlah pengidap coronavirus hampir melampaui jumlah global virus SARS - yang menewaskan 800 orang - yang muncul pada akhir 2002 menuju 2003 lalu. Hingga saat ini sudah 171 warga Tiongkok meninggal akibat virus corona. Sedang 8.137 orang terjangkit virus tersebut.

Di Amerika Serikat sendiri Terdapat enam orang yang terinfeksi coronavirus. Salah satu pasien yang terjangkit adalah warga Chicago. Saat itu dia berpergian ke Wuhan di mana virus corona pertama kali muncul.

“Penyebaran manusia ke manusia itu karena kontak dua orang yang sangat dekat,” ujar Ngozi Ezike, Direktur Kesehatan Masyarakat Illnois seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Hati-hati ya guys jika ingin berpergian ke luar negeri!

Related Articles
Current Issues
10 Tips Hidup Sehat ala WHO saat Jalani Self-quarantine

Current Issues
EPA Rilis Disinfektan Mujarab Untuk Basmi Virus Corona

Current Issues
Gelombang Pertama Masih Berlanjut, WHO Peringatkan Covid-19 Bukan Musiman