Interest

Tweet Lama Penuh Kontroversi, Ardhito Pramono Beri Klarifikasi

Delima Pangaribuan

Posted on January 31st 2020

(White Board Journal)

 
 
Kalau kata Sandalista negeri, jangan sekali-sekali melupakan jejak digital. Orang boleh berubah, namun jejak digital abadi. Karma jejak digital ini akhirnya menimpa musisi Ardhito Pramono yang namanya tengah melejit belakangan berkat lagunya didengarkan eks member X1, Cho Seungyoun.
 
Ardhito tampaknya memang lagi di puncak karirnya. Dia juga dikenal banget sebagai 'Si Kale-Kale' alias pemeran Kale di film 'Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini'. Barangkali itulah yang membuat orang akhirnya iseng mencari jejak digital lama Ardhito.
 

Entah apa yang mau dibuktikan, tapi akhirnya ada cuitan yang diduga punya Ardhito yang ramai dibicarakan di media sosial Twitter. Jadi heboh karena isinya yang kontroversial.
 
Sebuah screenshot panjang beberapa cuitan lawas Ardhito diunggah sama sebuah akun Twitter di forum @tubirfess. Nggak langsung dari laman akun Ardhito sendiri, tapi di-retweet oleh akun lain berinisial KTRM. Screenshot itu sudah menyebar dan diunggah ulang sama berbagai pengguna Twitter. 
 
Terlihat beberapa cuitan Ardhito di antara tahun 2010-2013. Isinya kata-kata kasar dan vulgar, juga mengarah ke homofobik dan rasis (karena ada nama suku-suku tertentu). Nggak usah dikutip di sini lah ya, sok atuh lihat sendiri screenshot-nya yang bikin ngelus dada kayak emak-emak lihat anaknya bandel. 
 
Terlihat beberapa cuitan Ardhito di antara tahun 2010-2013. Isinya kata-kata kasar dan vulgar, juga mengarah ke homofobik dan rasis (karena ada nama suku-suku tertentu). Nggak usah dikutip di sini lah ya, sok atuh lihat sendiri screenshot-nya yang bikin ngelus dada kayak emak-emak lihat anaknya bandel. 

 
 
 
 
Cuitan lawas Ardhito itu pun langsung membuat gonjang-ganjing penikmat musiknya di Twitter. Banyak yang menghujat, tapi nggak sedikit yang membela. Yang agak ironis, banyak juga yang nggak tahu siapa itu Ardhito dan akhirnya tanya-tanya. Sayang sekali kalau hal pertama yang mereka tahu adalah cuitan kasar itu dan bukannya talenta serta musik Ardhito.
 
Pihak yang menghujat umumnya kesal karena ternyata figur publik yang seharusnya jadi junjungan malah memberikan contoh yang nggak baik. Mereka juga sebel karena banyak yang membela, padahal kata-katanya termasuk offside banget.
 
"Kalau tweet itu terjadi pada artis barat, mereka akan terus diseret-seret sampai berminggu-minggu," komentar sebuah akun @rhatatouile dan diretweet hingga 518 kali. Banyak juga yang menuding para pembela cuma permisif karena Ardhito ganteng.
 
Sementara warganet yang membela umumnya beralasan itu adalah cuitan lama Ardhito dan belum tentu menunjukkan sifatnya yang sekarang. Alias mungkin Ardhito sudah berubah jadi lebih baik. Terbukti dari karya-karyanya yang berkualitas dan bisa dinikmati banyak kalangan.
 
"Itu dari 10 tahun yang lalu. Orang berubah. Kalau disodorin chatan lama gue sama temen gue juga gue gabakal inget pernah se'bangsat' itu. Kalian tidak harus selalu menjadi sempurna," komentar @hierisgebi di laman Ardhito.
 
Ardhito sendiri langsung bikin klarifikasi dalam bentuk video di Twitter dan mengaku baru ingat pernah nge-tweet seperti itu.
 
"Gue baru inget. Karena pada saat itu umur gue masih 14 tahun, gue tinggal di Australi sendirian, gue punya nenek yang udah tua dan nggak bisa nemenin gue untuk sekolah,. Jadi ada beberapa hal yang bisa memotivasi gue untuk ngetwit itu," Ardhito menjelaskan. 
 
Jadi, dia mengaku pernah dilecehin sama om-om di transportasi umum dan dia meng-highlight ras om-om itu sehingga akhirnya nge-tweet berujung rasis. Ardhito juga menekankan beberapa kali kalau saat itu dia masih 14 tahun, masih remaja dan menurutnya wajar masih ada dalam fase-fase belum dewasa tersebut. Ardhito juga secara tegas mengakui itu memang tweet-nya.
 
Pelantun 'Bitter Love' itu juga menceritakan tentang bagaimana tweet itu bisa muncul lagi ke permukaan.
 
"Di tahun 2020 ada orang yang ngestalk sampai 10 tahun belakang cuy, dan akhirnya dia ngeretweet-retweet semua tweet gue, kegoblokan gue pada masa lalu. Gue kaget awalnya, gue bilang gue dihack, karena gue pikir gue ngetweet sekarang," lanjutnya. 
 
Meski sudah diklarifikasi, masih saja ada yang nggak terima dan bilang orang-orang begitu pemaaf hanya karena Ardhito ganteng. Tapi banyak yang akhirnya jadi respect karena Ardhito mau mengakui kelabilannya di masa remaja. 
 
Salah satu warganet @heiyoshii menarik kesimpulan dari kasus Ardhito ini.
 
"Hati-hati pada apa saja yang kalian tulis online, itu mungkin akan menyerangmu suatu hari. Hapus postingan lamamu, karena kamu akan nggak mau orang iseng menggali masa lalumu. Dan pertimbangkan cara kamu menyampaikan pikiranmu, beda orang punya perspektif yang berbeda," tulisnya.
 
Sekali lagi Sandalista negeri mengingatkan, mengutip Sapardi Djoko Damono, dengan sedikit perubahan: yang fana adalah waktu, tapi jejak digital abadi. (*)
Related Articles
Entertainment
Karakter Kale di NKCTHI: Sadboi atau Fakboi?

Entertainment
Thanks Cho Seungyoun! Eks Member X1 Ini Bikin Ardhito Pramono Trending di Melon

Interest
Setelah Ardhito, Giliran Jefri Nichol Dikritik Soal Tweet yang Menyinggung Fisik