DBL

Ketika Skuad Honda DBL Indonesia All-Star Rasakan Belajar 'Mamba Mentality'

Mainmain.id

Posted on January 29th 2020

DBL Indonesia selama ini punya ikatan emosional yang kuat dengan Kobe Bryant. Bukan sekedar DBL Indonesia punya jersey yang ditandatangani langsung oleh Kobe. Tapi, DBL Indonesia juga rutin membawa calon bintang basket muda tanah air, skuad Honda DBL Indonesia All-Star berlatih di Mamba Sports Academy atau MSA.

Mereka yang tergabung dalam skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018 salah satu yang beruntung pernah dikirim ke Los Angeles untuk berlatih di Mamba Sports Academy. Ya, skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018 itu pernah mengikuti pelatihan di Mamba Sports Academy pada 22 Februari 2018 lalu.

 

Pelatihan di Mamba Sports Academy ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan yang lain. Di sini anak-anak All-Star dipaksa memperbaiki detail gerakan fundamental. Di Mamba Sports Academy para trainer melatih menggunakan fundamental basket di dalam berbagai skenario permainan. Terutama dalam hal finishing.

Adalah Dee Pinkard, AJ Moye, Jonathan Davis, dan Hannah Ascencig yang menjadi trainer dalam pelatihan Honda DBL Indonesia All-Star di MSA. Mereka berempat memiliki jam terbang yang tinggi dalam karir kepelatihan basket (basketball trainer). Dee dan AJ bahkan juga menjadi trainer tim Honda DBL Indoensia All-Star tahun sebelumnya.

Di sesi pertama latihan, dua lapangan basket yang terletak bersebelahan dijadikan 4 pos latihan. Tiap lapangan dibagi menjadi dua stations. Begitu pula dengan timnya. Masing-masing tim (putra dan putri) dibagi menjadi dua. Keempat pelatih Honda DBL Indonesia All-Star juga dibagi untuk membantu di setiap pos.

Di pos pertama, materinya adalah pemantapan ball handling. Dan di pos kedua, materinya adalah dribbling. Di lapangan kedua, materinya berkutat pada penyelesaian serangan. Yaitu pos post up finishing dan pos shooting finishing.

Keempat pos mungkin terlihat santai. Seluruh materi yang diberikan adalah kemampuan dasar pebasket. Namun, bukan berarti apa yang diberikan kepada para All-Star tidak sebanding dengan nama besar Mamba Sports Academy itu sendiri. Justru sebaliknya.

Sebagai akademi olahraga, para trainer Mamba Sports Academy tahu benar bagaimana membuat para atlet binaannya dapat menyerap maksimal semua ilmu yang diberikan dalam sesi latihan.

Meski tidak ada teriakan dan sempritan peluit, seperti saat latihan bersama James Hunt sehari sebelumnya, latihan tetap berada pada koridor pakem MSA: menumbuhkan ‘Mamba Mentality’ pada setiap atlet.

Nilai tersebut memang diadaptasi dari pemiliknya, Kobe Bryant. Sang legenda NBA dari klub Los Angeles Lakers yang kini telah meninggalkan kita semua.

Para trainer di Mamba Sports Academy ingin tim All-Star memiliki mental seperti Kobe: selalu mengejar potensi terbaik melalui kerja keras, keputusan cerdas, dan tidak pernah beralasan.

Maka, dalam latihan tersebut, seluruh pelatih mengawasi dengan saksama gerak tubuh setiap pemain. Bagaimana kaki mereka bergerak lalu berhenti, posisi kaki saat menapak, ayunan tangan kala membawa bola, busungan dada, pegangan pada bola, hingga arah tatapan mata pemain.

Saddam Asyruna, garda tim putra Honda DBL Indonesia All-Star dari SMA Kharisma Bangsa Tangerang mengungkapkan bahwa ini adalah latihan skill terbaik yang pernah dia ikuti.

“Ini tuh penting banget. Mereka (trainer Mamba Sports Academy) bener-bener memperhatikan gerakan kita gimana, finishing kita gimana. Ternyata saya masih punya banyak kekurangan yang selama ini nggak saya sadari,” ujar Saddam.

Setelah sesi pertama, latihan masih terus berlanjut hingga sesi ketiga. Tiap sesi tetap berhubungan dengan empat pos latihan yang sudah dilaksanakan di awal. Namun dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

Dee Pinkard, trainer MSA yang turun tangan menangani tim All-Star mengatakan bahwa dirinya melihat kemampuan yang luar biasa dari pada anggota Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Namun, kemampuan itu banyak yang belum tergali dengan maksimal.

“Aku menyaksikan setiap gerakan mereka. Mereka sangat baik. Namun saya harap mereka mau untuk terus mengulang apa yang sudah mereka pelajari di sini. Karena itu penting. Saya sangat yakin potensi mereka sangat besar,” ungkap Dee.

“Apalagi kami selalu berkeinginan agar setiap atlet yang kami tangani punya Mamba Mentality di dalam diri mereka,” imbuhnya.

Nah, membawa calon bintang basket muda tanah air untuk belajar 'Mamba Mentality' juga bakal kembali dilakukan DBL Indonesia untuk skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2019. Pada Februari nanti, mereka akan dikirim ke Amerika Serikat salah satu untuk belajar di Mamba Sports Academy. 

Rencana membawa anak-anak belajar ke Mamba Sports Academy tahun ini sudah lama disiapkan. "Kami sudah tahun ketiga membawa anak-anak Honda DBL Indonesia All-Star belajar ek Mamba Sports Academy. Mulai 2018, 2019, dan 2020," ujar Donny Rahardian, wakil direktur PT DBL Indonesia.(*)

Related Articles
DBL All-Star
Jelang Keberangkatan Ke Amerika Serikat, Tim All-Star Honda DBL Jalani TC Lagi

Sport
Karena Slam Dunk, di-Follow Lebih Dari Seribu Akun Dalam Sehari

DBL All-Star
5 Hal Yang Bisa Kamu Dapetin Dengan Jadi DBL All-Star!