Interest

Wajib Kuliah Cuma 5 Semester? Ini Tanggapan Kampus

Faanissaa

Posted on January 28th 2020

Sarjana hanya wajib mengikuti 5 semester perkuliahan. Dua semesternya boleh diambil boleh tidak untuk magang atau riset. Satu semester lagi digunakan untuk mengambil prodi dari jurusan lain. 

Program Kampus Merdeka itu diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Kompleks Kemendikbud Jakarta, 24 Januari lalu. Program baru dari mantan CEO GoJek itu disambut positif oleh mahasiswa dan para calon mahasiswa. Tapi bagaimana kampus menyikapi perubahan signifikan itu? Berikut pandangan 6 kampus besar di Indonesia seperti dikutip dari sejumlah media. 

Rektor UI, Ari Kuncoro menyambut positif gebrakan baru itu. Terutama soal kebebasan mahasiswa memilih program studi lintas prodi. Program itu ternyata sudah diberlakukan UI sejak lima tahun terakhir. Dan hasilnya dianggap sukses.  

"Di ekonomi, selama 5 tahun terakhir dibolehkan 24 SKS ambil di fakultas lain baik di UI, universitas lain maupun universitas luar negeri. Jadi kami sudah lakukan,” ujar Ari seperti dikutip dari Tempo.

Rektor IPB Arif Satria menilai kebebasan, keterbukaan, dan fleksibilitas membuat mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Mereka lebih memiliki banyak bekal dengan melakukan magang, proyek desa, praktik industri hingga mengajar ke pelosok negeri.

Kebebasan mahasiswa dinilai bisa menurunkan mutu riset dan inovasi. Sebab waktu mereka di kampus jadi berkurang, Namu Arif merasa hal tersebut keliru. "Yang diperlukan ke depan adalah riset-riset yang transformatif, yang bersentuhan dengan realitas dan memberikan solusi atas persoalan yang ada. Justru itu akan menjadi inspirasi bagi riset," kataya dalam keterangan tertulis.

Rektor Universitas Sebelas Maret Jamal Wiwoho menilai kebijakan itu adalah lompatan besar bagi perkembangan pendidikan Indonesia. “Output atau lulusannya juga bisa lebih mudah diterima di dunia industri dan dunia kerja," kata Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia ( MRPTNI) tersebut. Menurutnya seluruh Rektor akan mendukung kebijakan tersebut. Namun mereka meminta payung hukum yang jelas. Bukan sekedar wacana. 

Rektor UGM Panut Mulyono mengaku siap menjalankan instruksi tersebut sebagai upaya perbaikan. Menurut dia pola baru ini bakal mengubah sistem, kurikulum, hingga budaya di lingkungan kampus. “Saya berharap UGM menjadi leader dan trendsetter transformasi pembelajaran 4.0," ujar Panut, dalam keterangan tertulisnya.

Rektor Unair Moh Nasih segera mempercepat proses akreditasi sesuai dengan arahan Mendikbud. Sejumlah prodi yang masih terakreditasi B bakal segera naik kelas ke A. “Dan kami juga akan mengupayakan untuk meraih akreditasi internasional dari lembaga yang belum pernah kita peroleh sebelumnya,” ujar Nasih dalam rilis Humas Unair.

Unair juga menegaskansiap untuk menjawab tantangan Menteri Pendidikan tentang kebijakan Kampus Merdeka. Rancangan kebijakan terkait hal itu difokuskan pada perumusan kurikulum lintas multidisiplin. “Jadi mahasiswa ilmu sosial juga bisa belajar ilmu eksakta, begitu juga sebaliknya,” ucapnya. (*)


Artikel Terkait
Interest
9 Universitas Terbaik Indonesia di Mata Dunia

Interest
S1 Hanya Wajib 5 Semester, Mahasiswa Boleh Ambil Jurusan Lintas Prodi

Interest
Sudah Resmi, Kini Bayar SPP Bisa Lewat GoPay. Begini Caranya!