Current Issues

Selain Virus Corona, ini 5 Virus Mematikan yang Pernah Bikin Dunia Gempar

Sherly Arista

Posted on January 25th 2020

 

Belakangan ini, dunia dihebohkan oleh coronavirus yang sudah dinyatakan mewabah di daerah Wuhan, Tiongkok. Bahkan, ibu kota Provinsi Hubei itu telah diisolasi. Pemerintah Tiongkok melarang warga Wuhan keluar. Sebaliknya, yang ingin masuk pun tak boleh.

Nah, virus yang juga dikenal dengan sebutan 2019-nCoV itu bukan satu-satunya penyakit mematikan sekaligus mengebohkan yang pernah ada. Mainmain.id merangkum ada 5 penyakit lain yang sempat membuat warga dunia gempar.

 

 

1. Black Death

 

Dari namanya saja sudah menyeramkan. Virus ini pertama kali melanda Eropa pada pertengahan abad ke-14. Virus tersebut dikabarkan telah menelan korban lebih dari 50 juta jiwa. Penderita akan mengalami gejala kulit menghitam. Biasanya di bagian jari tangan atau kaki. Ada literasi yang menyebutkan bahwa Black Death merupakan penyakit pes yang juga pernah terjadi di Indonesia. Penyebabnya sama, yaitu pinjal (hewan sejenis serangga) atau tikus.

Pada 2007, Indonesia pernah dinyatakan KLB (kejadian luar biasa) pes dengan 82 kasus, 80 persen diantaranya meninggal dunia.

 

2. Ebola

 

Kekebalan tubuh menjadi sistem utama yang diserang Ebola, terutama sel pembeku darah. Gejala awal yang dialami oleh penderita memang sulit dideteksi karena tanda-tandanya mirip dengan malaria atau typhoid fever (tifus). Cara penularannya dari hewan ke manusia atau bisa juga antarmanusia, ketika terjadi kontak langsung dengan penderita.

Meski belum pernah ditemukan penderita di Indonesia, virus Ebola sempat menggegerkan dunia pada 2013. Bulan Desember tepatnya, virus itu mewabah dan menyebar di sejumlah negara di Afrika Barat. Ada 13.567 kasus dengan jumlah penderita yang meninggal sebanyak 4.992 jiwa. Direktur WHO (World Health Organization) saat itu, Margaret Chan menyebut wabah itu menjadi yang terbesar, paling kompleks dan paling parah.

 

3. SARS

 

Disebut sebagai sindrom pernapasan akut berat atau severe acute respiratory syndrome (SARS). Virus yang satu ini sempat masuk ke Indonesia. Untungnya, berdasar laporan dari WHO pada 11 Juli 2003, tida ada korban jiwa atas penyakit tersebut di tanah air. Korban paling banyak berasal dari Tiongkok. Total ada 5.327 kasus dengan jumlah korban meninggal mencapai 348 orang.

Tiongkok memang menjadi tempat yang teridentifikasi kali pertama munculnya virus tersebut. Pada 2002 tepatnya, virus tersebyt mewabah di provinsi Guangdong. Pemerintah setempat tidak melapor ke WHO dan menutup semua pemberitaan terkait virus tersebut.

Bukannya berakhir, wabah SARS justru meluas. Laporan ke WHO baru dibuat pada April 2003. Pemerintah Tiongkok membuat pernyataan resmi. Isinya permintaan maaf karena terlambat melapor adanya KLB (kejadian luar biasa).

 

4. Flu Burung

 

Virus yang satu ini sempat membuat heboh masyarakat Indonesia tahun 2003. Pada 2004, pemerintah melalui keputusan menteri kesehatan mengumumkan secara resmi bahwa flu burung telah menyebar di 9 provinsi, yaitu Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Bali. Tiga tahun kemudian virus tersebut kian meluas ke hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Gejala awalnya memang terlihat biasa. Seperti demam, sakit kepala, hingga badan pegal-pegal. Namun, setelah muncul gejala sesak nafas, flu burung bisa mengancam jiwa. Menurut catatan WHO, jumlah penderira di Indonesia cukup banyak saat itu. Ada 200 kasus yang dilaporkan dengan korban meninggal mencapai 168 jiwa.

Sekadar informasi, flu burung kali pertama ditemukan di Italia pada 1878. Kemudian, pada 1924 virus tersebut telah masuk ke Amerika Serikat. Pada 1997, flu burung kian mendekat ke tanah air. Tepat pada bulan Desember, warga Hongkong dibuat heboh oleh kasus flu burung yang terus memakan korban hingga akhirnya masuk ke Indonesia akhir tahun 2003. Karena penyebarannya lewat unggas, hati-hati ya yang memelihara burung, ayam, atau sejenisnya.

 

5. MERS CoV

 

Virus yang satu ini memang hanya ada di wilayah Timur Tengah. Namanya saja MERS, yang berarti Middle East Respiratory Syndrome. Penyebabnya adalah coronavirus (CoV), seperti yang sedang heboh di Wuhan sekarang. Penyakit ini tergolong baru, karena kali pertama muncul pada 2012 di Arab Saudi.

Penderitanya mengalami demam, batuk berdahak, dan sesak nafas selama tujuh hari. Ada 1.609 kasus yang ditemukan dengan tingkat kematian 36 persen. Pada 2015, ditemukan penderita di Korea. Tetapi, jumlahnya tidak banyak. Hanya 180 penderita dengan tingkat kematian 35 persen.

Hingga saat ini, ada beberapa negara di luar semenanjung Arab Saudi yang sudah terjangkit, antara lain Algeria, Austria, Tiongkok, Mesir, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Malaysia, Belanda, Korea, Thailand, Tunisia, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

Meski begitu, Arab Saudi sampai saat ini masih disebut sebagai daerah endemis. Maka dari itu, jamaah haji dari Indonesia selalu disarankan untuk vaksin pneumonia. Karena vaksin tersebut bisa mencegah, atau minimal mengurangi dampak terburuk jika terserang penyakit khas Timur Tengah itu. Bagi yang akan berangkat ke tanah suci, jangan lupa vaksin yaa... (*)

Baca juga: - Menkes Tiongkok Sebut Coronavirus Bisa Menyebar Tanpa Menunjukkan Gejala

QnA Coronavirus: Definisi, Gejala, Cara Mencegah hingga Tingkat Kesembuhan

- Coronavirus Makin Menyebar, Tiongkok Tutup Hampir 70.000 Bioskop

- Coronavirus, Virus Baru Mirip Pneumonia yang Menular Antar Manusia

- Anjing ini Selamatkan Satu Keluarga dari Coronavirus

- Penggemar Super Junior dari Wuhan Minta Maaf, Takut Tulari Penonton Konser

Related Articles
Current Issues
QnA Coronavirus: Definisi, Gejala, Cara Mencegah hingga Tingkat Kesembuhan

Current Issues
WHO: Tak Ada Bukti Orang Sembuh dari Covid-19 Jadi Kebal terhadap Infeksi Kedua

Current Issues
Coronavirus, Virus Baru Mirip Pneumonia yang Menular Antar Manusia