Entertainment

Taylor Swift Buka-bukaan Tentang Gangguan Makannya

Drian Bintang

Posted on January 25th 2020

Taylor Swift buka-bukaan tentang gangguan makannya selama ini. (Variety)

 

Menjadi figur publik, berarti harus menjadi center of attention, di manapun, kapanpun. Tuntutan untuk memiliki tubuh idaman supaya bisa terlihat 'ideal' di kamera pun tak terhindarkan. Namun untuk mendapatkan tubuh idaman, tak jarang mereka harus tersiksa karena harus membatasi makan. Salah satu artis yang merasakannya adalah Taylor Swift.

Pelantun lagu ‘22’ itu mengungkapkan deritanya mengalami gangguan makan selama ini dalam sebuah film dokumenter berjudul ‘Miss Americana’. Di sini, Taylor menjelaskan bagaimana dia bisa membuat dirinya kelaparan hanya untuk terlihat bagus di depan kamera. Kebiasannya ini justru membuatnya tersiksa. Tak jarang, dia merasa akan pingsan di tengah konser.

”Sering saya berpikir kalau saya akan pingsan di akhir sebuah performa, atau bahkan kettika masih berada di tengah pertunjukan,” ujar Taylor kepada Variety.

Dia menjelaskan, semua gangguan makannya itu terjadi ketika pertama kali dia menjadi model di sebuah majalah. Saat itu,Taylor masih berumur 18 tahun. Di luar dugaannya ketika melakukan photoshoot, majalah tersebut membuat headline yang sangat memukul psikologis Taylor saat itu. Majalah tersebut menuliskan judul ‘Hamil di umur 18 tahun?’.

Hanya karena, saat itu Taylor diminta untuk mengenakan sebuah pakaian yang membuat perutnya tampak besar.

”(Photoshoot itu) saya gunakan sebagai hukuman saya sendiri (untuk membuat dirinya kelaparan),” tambah Taylor.

Hingga di photoshoot selanjutnya, seorang desainer memujinya. Dia tidak lagi harus melakukan perubahan di dress yang dia tampilkan. Hanya karena model yang mengenakannya tidak memiliki ukuran yang sama.

”Hal tersebut kemudian saya jadikan sebagai tepukan di kepala, kalau saya sudah melakukan sesuatu yang benar. Akhirnya saya pun melakukan apa pun untuk mendapatkan pujian itu lagi, termasuk ‘menghukum’ tubuh saya sendiri,” jelas Taylor.

Gejala tersebut, dia derita hingga 2018 lalu. Dalam beberapa turnya, Taylor pun harus berjuang untuk tidak pingsan di setiap konser yang dia lakukan. Hingga akhirnya, dia tersadar bahwa mengikuti standar tubuh idaman merupakan hal yang benar-benar salah. Dia mengubah pola pikir yang awalnya 'kelaparan merupakan hal yang bagus', menjadi 'aku harus makan, untuk menyelesaikan semua pekerjaanku'.

”Sekarang saya mengerti, kalau kamu makan untuk mendapatkan energi, menjadi lebih kuat, kamu akan bisa menyelesaikan semua konser ini dan tidak merasa lemas,” tambahnya.

Taylor menjelaskan, seseorang memang tidak bisa berhenti memikirkan apa yang orang pikirkan atas dirinya. Namun, apa yang bisa dilakukan adalah untuk memutuskan opini mana yang harus didengarkan dan mana yang tidak.

”Menurut saya itu bagian dari menjadi dewasa, kalau kamu melakukannya dengan benar. Itu bagian dari keinginanmu untuk mencari kedewasaan dan keseimbangan di hidupmu,” terangnya.

 

Artikel Terkait
Entertainment
Demi Lovato Sebut “Memuji” Orang yang Terlihat Tubuhnya Kurusan Bisa Jadi Toxic

Entertainment
Film Dokumenter Taylor Swift yang Emosional Bakal Tayang di Netflix 2020

Entertainment
Ini 10 Daftar Serial dan Film Dokumenter Terbaik di Netflix