Sport

Sitha Marino: Warga Negara Italia yang Ingin Membela Timnas Indonesia

Fidya Citra

Posted on May 2nd 2018

Sitha Marino terus mengembangkan kemampuannya di dunia basket profesional  |  Foto: Instagram Sitha Marino

 

Klan ‘Marino’ akhir-akhir ini emang sering terdengar, baik di sosial media maupun televisi. Apalagi kalau bukan karena nama Putri Marino, si artis cantik yang baru saja menikah dengan aktor Chicco Jerikho. Tapi, bukan sosok Putri yang akan dibahas di sini melainkan Ni Komang Sitha Dewi Marino atau yang sering dikenal dengan Sitha Marino.

Sitha memang adik terakhir dari Putri. Berbeda dengan sang kakak yang terjun ke dunia entertainment, Sitha justru memilih jalan lain dengan menjadi atlet basket. Ya, gadis berdarah Italia ini bahkan pernah menjadi salah satu squad Honda DBL All-Star pada 2016 silam.

‘’Dulu, waktu SD, aku diwajibkan buat ikut ekskul. Tapi aku nggak tahu mau ikut apa. Waktu tanya Papa, katanya mending ikutan basket aja soalnya Papa juga sering main,’’ ujar Sitha mengenang awal pertemuannya dengan bola basket.

Perkenalannya dengan basket memang karena faktor terpaksa. Terpaksa karena Sitha harus memilih minimal satu ekskul selama di bangku sekolah dasar. Karena alasan itulah, Sitha nggak terlalu fokus dengan basket pada saat itu. Rasa cintanya justru lahir saat dia masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, sekolah menengah pertama.

Sitha remaja kembali gabung dengan tim basket dan mulai fokus untuk menggelutinya. Darah sang Papa yang mencintai olahraga satu ini ternyata mengalir ke si bungsu. Saat SMA pun, Sitha yang melanjutkan pendidikannya di Soverdi Schools Tuban, Bali, kembali bergabung dengan skuad basket.

‘’Karena sekolahku SMP dan SMA sama-sama di Soverdi Schools, aku otomatis gabung lagi dengan tim basketnya. Tujuanku sih satu, bisa main di Honda DBL,’’ ujar gadis berusia 19 tahun ini.

Meski sudah cukup lama mengenal basket, ternyata perjalanan Sitha nggak semulus itu. Ada beberapa orang yang terang-terangan mengejek kemampuan bermain Sitha.

‘’Ada satu orang yang aku nggak bisa sebut namanya. Dulu dia pernah bilang kalau aku nggak bakal bisa jadi pemain utama. Katanya, sampai kapanpun, aku cuma bakal jadi bench player alias pemain cadangan,’’ jelas Sitha.

Kata-kata itu meresap langsung ke kepalanya, membuat Sitha bertekad untuk membuktikan bahwa dia nggak bisa dipandang sebelah mata.

Hasilnya? Sitha pun berkesempatan membela sekolahnya di ajang Honda DBL Bali Series selama dua musim, yakni 2015 dan 2016. Bahkan, gadis ini keluar menjadi salah satu skuad Honda DBL All-Star dan mendapatkan perjalanan berharga ke Amerika Serikat.

‘’Ikut Honda DBL itu nggak cuma menyenangkan saat di lapangan aja. Selepas itu, aku juga ngerasain banyak banget manfaatnya. Salah satunya, aku jadi dapat beasiswa buat masuk ke universitasku sekarang,’’ tutur mahasiswa Universitas Pelita Harapan Jakarta ini.

Di kampus ini, Sitha pun bertemu dengan senior yang kemudian mengenalkannya dengan klub Sahabat Semarang. Meski sempat ragu, Sitha akhirnya memberanikan diri untuk menjajaki dunia basket profesional. Pertandingan pertamanya dengan Sahabat Semarang dimulai pada Srikandi Cup 2017-2018 di Makassar.

Meski telah mencicipi pertandingan profesional, nyatanya Sitha masih menyimpan kekecewaan. Ya, salah satunya adalah nggak bisa merasakan kompetisi-kompetisi level nasional, seperti PON atau POPNAS. Sedihnya lagi, Sitha juga nggak bisa bergabung dengan tim nasional untuk membela negara Indonesia.

‘’Buat sekarang, aku emang nggak bisa menjadikan basket sebagai pegangan hidup. Karena di Indonesia sendiri statusku adalah WNA, jadi nggak bisa bertanding secara nasional. Padahal, kalau ditanya pengin gabung timnas, ya jelas pengin banget!’’ jelasnya.

Ya, saat ini Sitha masih menyandang status sebagai warga negara Italia. Hal itu sekaligus membuat Sitha menjadikan olahraga basket sebagai hobi saja. Kedepannya, Sitha ingin menyelesaikan kuliah dan melihat peluang lain yang ada.

''Kalau buat dunia entertainment, belum ada pandangan saat ini. Nggak tahu juga kedepannya. Tapi, sejauh ini, aku kepingin buka usaha sih,'' jelasnya.

Entah bakal mengikuti jejak sang kakak menjadi entertainer atau justru profesi lain, Sitha emang masih belum menentukannya dengan pasti. Namun, tentunya, gadis satu ini nggak ingin meninggalkan dunia basket begitu saja meskipun nantinya bergelut dengan dunia yang lain. (als/ash)

Related Articles
DBL
13 Alumni DBL Yang Akan Memperkuat Timnas

Portrait
Darryl Sebastian Sang Wakil Indonesia di NBA

DBL All-Star
Resmi! Tim Honda DBL Indonesia All-Star akan Mengikuti Turnamen Nasional di USA

Meet The Creator



Delima Pangaribuan

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda