Current Issues

112 Tahun yang Lalu, Buku Cikal Bakal Pramuka 'Scouting For Boys' Diterbitkan

Regina

Posted on January 24th 2020

Sampul Buku 'Scouting for Boys' 1908 (Wikipedia)

 

Nama Robert Baden-Powell mungkin tidak terlalu dikenal di era ini. Namun, jasanya tidak lekang oleh waktu, terutama di dunia yang kini kita kenal sebagai Pramuka.

Jadi, Robert Baden-Powell adalah seorang letnan jenderal di tentara yang hidup di abad ke-18. Letnan jenderal yang biasa dipanggil BP itu bertugas di Angkatan Darat Inggris dari tahun 1876 hingga 1910 di India dan Afrika.

 

 

Selain sebagai tentara, BP merupakan pengarang buku berjudul ‘Scouting for Boys’. Buku itu akhirnya menjadi inspirasi berkembangnya gerakan kepanduan dunia. Nah, tepat 24 Januari ini, buku itu pertama kali diluncurkan.

Apa sih isi buku ‘Scouting for Boys’? Sebenarnya ini merupakan buku yang diadaptasi dari panduan pelatihan BP terdahulu yakni ‘Aids to Scouting’. Isi panduan itu tentang bagaimana para tentara bisa bertahan hidup di alam. Kemudian, panduan itu sering di baca para anak laki-laki dan memetik manfaat dari buku militer tersebut.

Hal itu tidak diketahui BP. Saat dia kembali dari medang perang ke Inggris, dia terkejut karena bukunya dipakai pelatihan para anak laki-laki di Inggris. Dia juga tidak menyangka bahwa mereka senang belajar dan menyelidiki alam.

Akhirnya pada tahun 1906, BP mulai berdiskusi dengan teman-temannya untuk kemungkinan menulis buku lagi untuk pembinaan remaja dari panduan yang pernah ditulisnya. Pada tahun 1908, Bipi menerbitkan buku ‘Scouting for Boys’. Isinya agak berbeda dari sebelumnya, buku itu lebih berisi tentang menekankan bagaimana menjadi seorang pramuka dan panduan bebas cermat untuk bertahan hidup di alam.

Buku itu sangat sukses di zamannya, pada akhir tahun 1908 sudah dicetak sebanyak 100 juta kopi. Melansir website resmi Scout, pada tahun 1909 ‘Scouting for Boys’ sudah diterjemahkan dalam lima bahasa, ada pula kampanye kepanduan di London yang menarik lebih dari 11 ribu anak.

Pada 1910, Bipi berlibur ke Amerika Selatan, Chili - sebagai negara pertama di luar Inggris yang memulai kepramukaan. Kemudian dia juga ke Canada, saat itu tahun 1914 ada perang dunia I, pelatihan berdasarkan buku BP pun diterapkan.

Ternyata bukunya sangat membantu. Atas jasa BP, akhirnya 1920 diadakan Jambore Pramuka Dunia yang diikuti 8 ribu peserta. Sejak saat itu, kegiatan Jambore dijadikan Konfrensi Kepanduan Dunia - selanjutnya disebut Konfrensi Kepanduan Internasional.

Sebenarnya apa nilai moral yang bisa dipelajari dari buku ‘Scouting for Boys’? Karena buku tersebut bercerita soal alam dan cara bertahan hidup, maka anak remaja dibekali untuk hidup mandiri dan tahan uji. Di alam, kejadian apapun bisa saja terjadi, oleh sebab itu, perlu mentalitas tahan uji dan daya survival tinggi untuk bisa bertahan.

 

Salah Satu Scan Buku 'Scouting for Boys' (The Dump)

 

Pada buku Bipi dia juga mengajarkan untuk tidak merokok. “Seorang remaja tahu bahwa jantung adalah organ penting. Jantung bisa menyuplai darah ke seluruh tubuh. Sebagian besar tentara, atlet, dan pelaut yang hebat mereka bukanlah perokok. Mereka menyadari bahwa tanpa merokok, mereka bisa melakukan apapun dengan lebih baik,” pesannya yang tertulis dalam bukunya.

Gimana? Kalian tertarik membacanya? (*)

Related Articles
Current Issues
Alexander Graham Bell, Penemu Telepon yang Tak Pernah Telepon Ibu dan Istrinya

Current Issues
Asal-usul Dalgona Coffee yang Berawal dari Jajanan Masa Kecil Korea

Current Issues
56 Tahun Lalu June Almeida Menemukan Coronavirus, Tapi Sosoknya Dilupakan