Portrait

Cerita Nina, Siswi SMP Gresik yang Diskusi Sampah Plastik bareng Dubes Jerman

I Kadek Wira Aditya

Posted on January 23rd 2020

 

Kalau kamu masih punya kebiasaan mengurangi masalah sampah plastik dengan ikut campaign seperti 'gunakan kantong reusable, tumbler, atau bawa alat makan sendiri', sepertinya biar makin greget, kamu bisa tiru cara siswi asal Gresik, Jawa Timur ini.

Aeshnina Azzahra, namanya. Ia mengirim surat pribadi langsung ke perwakilan kedutaan besar negara lain di Indonesia tentang protes sampah plastik.

Adapun surat pribadi tersebut ia tujukan kepada negara Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Eropa seperti Jerman salah satunya.

 

 

Seperti dilansir dari surat yang dituliskan Nina -- sapaannya --, menulis surat tersebut karena prihatin dengan banyaknya sampah plastik dari negara lain di dekat rumahnya, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik Jawa Timur.

Menurutnya, sampah plastik tersebut ada karena diselundupkan bersama dengan sampah kertas yang diimpor menjadi bahan baku untuk pengolahan daur ulang kertas di desa tersebut. Lantas, sampah plastik tersebut kemudian menumpuk dan berdampak pada lingkungan sekitarnya, termasuk sungai dan pemukiman warga.

Tidak berhenti di situ, sampah plastik juga menjadi bahan bakar bagi industri tahu yang ada di Desa Tropodo, Sidoarjo. Menurutnya, hasil pembakaran sampah plastik tersebut juga berdampak pada polusi udara dan mencemari lingkungan sekitarnya.

Ia takut dari sampah plastik yang “berlebihan” tersebut akan mencemari lebih jauh tanah, air, dan udara ke depannya. Itulah alasan yang dituangkan oleh siswi asal SMPN 12 Gresik ini di suratnya yang ditujukan kepada Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.

 

 

Alhasil, dari beberapa surat pribadi yang dikirimnya, Nina mendapat respon positif dari Kedutaan Besar Jerman di Indonesia.

Dilansir dari DW Indonesia, Nina mendapat undangan langsung untuk bertemu Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof pada Selasa (21/1) lalu. Ia mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai masalah sampah plastik di Indonesia.

Bahkan ia juga berkesempatan suratnya akan diteruskan kepada Kanselir Jerman, Angela Merkel, beserta lebih dari 200 tanda tangan petisi teman-teman yang mendukungnya. Good job, Nina!

Langkah yang dilakukan Nina tersebut rasanya patut kita apresiasi usahanya dalam mengangkat isu lingkungan. Apalagi di awal tahun saja, kita sudah dihebohkan dengan banyak bencana alam yang membanjiri berita di media massa. Tentunya sampah selalu menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Indonesia memang butuh banget “Nina” yang lainnya kedepannya karena kita pun masih kurang “peka” terhadap isu lingkungan. (*)

Related Articles
Current Issues
Perubahan Iklim Sebabkan Dua Pulau Di Sumsel Tenggelam

Current Issues
Akibat Climate Change, Beruang Kutub Makin Kurus dan Susah Berkembang Biak

Current Issues
Anti Plastik, Warga Thailand Belanja Pakai Kandang Ayam sampai Jemuran