Opinion

Kenapa Pilih Brand Luar, Kalau Yang Lokal Sudah Mengglobal?

Ardhito Rizky.S

Posted on July 2nd 2018

Masalah gengsi hingga dianggap kurang inovasi, bikin konsumen lebih melirik brand dari luar negeri. Padahal, banyak brand lokal yang nggak seperti itu. Kualitasnya bahkan sudah diakui internasional.

Siapa yang nggak kenal J.Co dan Indomie? Brand makanan yang namanya aja bikin kita terbayang kelezatannya itu, memang awalnya hanya sebuah brand yang berangkat dari pasar lokal. Namun karena kualitas dan inovasinya, kini mereka berhasil membawa nama Indonesia harum di kancah global.

Berusia kurang dari 15 tahun, variasi rasa dan tekstur empuk J.Co membuatnya mampu menembus pasar Asia. Dimulai dari Filipina hingga Malaysia, kini J.Co bersaing di Cina dan dalam waktu dekat di negara-negara Asia Barat. Berlari bersama Dunkin’ Donut dan Krispy Kreme, senior J.Co yang juga merupakan gerai waralaba donat berskala internasional.

Seperti halnya  J.Co, Indomie yang sudah 40 tahun lebih dikenal pasar lokal sebagai raja mie instan ternyata sudah lebih dulu menyebarkan kegurihannya ke seluruh dunia. Berawal dari mengimpor produknya ke berbagai belahan dunia, perlahan Indomie mulai berani mendirikan pabrik di beberapa negara sahabat sejak 30 tahun lalu. Seperti di Nigria, Arab Saudi, Maroko, hingga Serbia.

Ekspansi ini akhirnya bikin Indomie semakin populer dan terserap ke dalam gaya hidup sehari-hari warga setempat. Kalau di Aussie baru-baru ini Indomie populer jadi bahan donat goreng di sebuah kafe—lalu viral sampai Indonesia, di Nigeria Indomie malah dianggap makanan pokok. Saking pokoknya, Indomie sempat dikira brand asli Nigeria oleh masyarakatnya. Sementara di Asia sendiri, produk Indomie sempat diduga hasil produksi Nissin Group, produsen sekaligus pelopor mi instan dunia asal Jepang.

Nah, jika wangi Indomie saja sudah bikin ribut pasar Internasional, bagaimana nasib produk lokal kita yang lain? Menurut gue, salah satu jawabannya bisa kita intip dari industri fesyen.

Jauh sebelum brand fashion Dominate dan Public Culture diulas majalah Hypebeast , ada banyak brand lokal kita yang diam-diam mengglobal dan menunggu waktunya buat viral. Seperti di saat masyarakat Indonesia lebih bangga pakai brand luar—sampai dibela-belain beli KW-nya nggak peduli itu sepatu, baju, jaket, dan lain-lain—Joe Jonas dengan pedenya memakai jaket bermotif rupiah, mangkuk mi ayam, dan petai ke acara Sundance Film Festival 2016 lalu.

Sempat dikira bikinan desainer ternama, ternyata jaket itu buatan desainer muda Indonesia bernama Sherly Hartono. Lewat brand ‘Hartono’-nya, Sherly kerap merancang outfit bernuansa ekletik karena terinspirasi dari street culture Jakarta. Oleh situs high-fashion ternama bernama Opening Ceremony, karya Sherly bahkan dianggap bersaing dengan rancangan Kenzo, Moschino, dan CK.

 Senada dengan jaket Sherly, tas handmade beraksen mewah buatan Nancy Go juga sempat mengalami hal serupa. Sadar diri kalau pasar Indonesia lebih sering memandang sebelah mata karya anak bangsanya sendiri, Nancy memilih memasarkan produknya di Hongkong. Dan nggak disangka-sangka, karyanya malah jadi dikoleksi Paris Hilton dan princess Zara Phillips, cucu Ratu Elizabeth II dari Inggris.

Brand lokal lain yang nggak boleh ketinggalan dibahas tentunya Tex Saverio. Walau terdengar kebarat-baratan, ia juga merupakan nama sang desainer yang asli dari Jakarta.

Kiprah international Tex dimulai saat salah satu gaunnya dikenakan Lady Gaga untuk pemotretan majalah Harper’s Bazaar US edition pada 2011. Atas rancangannya yang unik, Tex pun kembali dipercaya penyanyi nyentrik itu untuk merancang salah satu kostum bagi tur dunianya bertajuk Born This Way dan untuk pemotretan iklan parfumnya.

Brand Tex semakin berkibar ketika Kim Kardashian melirik gaunnya untuk pemotretan majalah Elle pada 2013. Dia bahkan memuji keindahan gaun Tex di akun twitter resminya yang berbunyi: “I loved this dress”. Dan selang beberapa tahun setelah gaunnya dikenakan Kim K, giliran Jenifer Lawrence yang melirik Tex dalam film The Hunger Games: Catching Fire. Saking kerennya gaun putih itu, banyak yang mengira gaun Tex adalah buatan Alexander McQueen.

Jujur aja gue senang ngelihat para selebriti Hollywood bangga memakai brand-brand lokal Indonesia. Ini menandakan bahwa produk kita udah bisa bersaing. Mungkin gue bakal makin senang kalau ngeliat produk-produk lokal dibanggakan sama orang Indonesia sendiri. Kita juga harus ingat kalau bangga produk lokal itu bisa membantu menggerakkan sektor ekonomi yang ada di daerah pembuatan produk itu sendiri. Juga memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kualitas produk itu sendiri..

Related Articles
Opinion
Sebab Mie Instan Tak Pernah Salah

Opinion
Sibuk Dukung Negara Mereka? Kapan Dukung Negara Kita?

Opinion
Indonesia (Bisa Jadi) Negara Maju!