Interest

Facebook Batalkan Rencana Pasang Iklan di Status WhatsApp

Saniah

Posted on January 18th 2020

Facebook Batalkan Rencana Pasang Iklan di Status WhatsApp (Logic Community)

 

Sejak Facebook membeli WhatsApp dengan harga USD 22 miliar di tahun 2014, banyak pengguna telah mengkhawatirkan bagaimana perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi itu akan meningkatkan pendapatannya. Kekhawatiran terbesar muncul dikarenakan bisa saja WhatsApp sebagai aplikasi bertukar pesan yang hingga kini sangat populer akan diisi dengan berbagai macam iklan.

Facebook tengah merencanakan akan menempatkan iklan di bagian status WhatsApp dan akan resmi berjalan pada peluncuran tampilan baru di tahun 2020.

Tapi, kita mungkin bisa bernapas lega setelah mendengar kabar bahwa Facebook telah membubarkan tim yang sedang meramu cara untuk mengintegrasikan iklan ke WhatsApp. Dilansir dari Wall Street Journal, semua pekerjaan tim telah dihapus dari kode aplikasi.

Namun untuk saat ini, iklan akan tetap menjadi rencana jangka panjang bagi pihak Facebook meskipun belum ditentukan kapan jadwal pasti dan apakah hal itu dapat diwujudkan, kata juru bicara kepada Business Insider.

Sebagai langkah cadangan, perusahaan media sosial itu mengatakan akan fokus membangun fitur-fitur lain yang berpotensi mengarah pada monetasi (perolehan keuntungan), seperti memungkinkan halaman bisnis berkomunikasi dengan pelanggan di aplikasi, serta menyediakan layanan pembayaran internasional.

Inovasi yang coba dilakukan WhatsApp sebenarnya mirip dengan cara aplikasi populer China yakni WeChat, sebuah platform sentral di mana konsumen melakukan semua komunikasi mereka baik itu hubungan bisnis ataupun personal.

Meski begitu, Co-Founder WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum telah lama mengkritisi kebijakan memberi iklan pada aplikasi WhatsApp sebagaimana yang disampaikan pada Forbes. Merekapun mengundurkan diri dari Facebook sebagai protes terhadap keputusan menempatkan iklan pada aplikasi chat.

Menurut mereka, perencanaan tersebut tidak akan cocok dengan 300 juta pengguna harian WhatsApp. Hal ini dikarenakan hasil penelitian yang dilakukan Pure360 menunjukkan hanya sedikit pengguna yang akan setuju untuk menerima pesan iklan pemasaran.

Pesan iklan atau pemasaran tersebut hanya akan mengalihkan perhatian mereka selama jam kerja dan WhatsApp tidak dapat lagi digunakan sebagai aplikasi chatting di dunia kerja. (*)

Related Articles
Interest
WHO Chatbot untuk Coronavirus Resmi Meluncur di WhatsApp

Interest
Messenger Rooms, Fitur Terbaru Facebook Buat Video Conference

Interest
Kalian Masih Pake OS ini di Android dan iPhone? Siap-siap Gak Bisa Pake WhatsApp