Current Issues

Mengenal Surili, Primata Langka yang Viral karena Muncul di Cianjur

Mainmain.id

Posted on January 17th 2020

Kata kunci (keyword) Surili trending di Google sepanjang Jumat (17/1). Kata kunci itu ternyata merujuk pada seekor primata langka yang tengah menjadi perbincangan karena kemunculannya di sejumlah desa di Cianjur, Jawa Barat.

Surili merupakan satwa dari kelompok monyet tertua di dunia. Satwa ini termasuk spesies endemik Jawa Barat. Saking khasnya, satwa ini pernah menjadi maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 yang digelar di Bandung, Jawa barat.

 

Sebenarnya Surili selama ini banyak hidup di semenanjung Malaya. Termasuk di Sumatera, Borneo, dan Jawa. Tapi belakangan satwa ini banyak punah hingga akhirnya hanya bisa ditemukan di Jawa Barat.

Surili punya nama latin Presbytis comata. Surili Jawa dalam bahasa Inggris punya beberapa nama. Antara lain Javan SuriliGrizzled Leaf MonkeyJava Leaf Monkey, dan Javan Grizzled Langur.

Habitat Surili sebenarnya di hutan primer dan sekunder. Mulai dari hutan pantai hingga hutan pegunungan. Satwa ini hidup di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Komposisi pakan dari hewan ini antara lain daun muda atau kuncup daun (64 persen), buah dan biji (14 persen), bunga (7 persen), dan sisanya (15 persen) berbagai jenis makanan lain seperti serangga.

Umumnya warna tubuh Surili dewasa mulai dari kepala sampai bagian punggung hitam atau coklat dan keabuan. Sedangkan warna rambut jambul dan kepala berwarna hitam. Rambut yang tumbuh di bawah dagu, dada, perut, bagian dalam lengan kaki dan ekor, biasanya berwarna putih.

Warna kulit muka dan telinga hitam pekat agak kemerahan. Anak yang baru lahir berwarna putih dan memiliki garis hitam mulai dari kepala hingga bagian ekor.

Hewan ini rata-rata memiliki bobot 6,5 kg. Panjang tubuh betina dan jantan hampir sama, berkisar 430-600 mm. Panjang ekornya bisa mencapai 560-720 mm. Surili termasuk binatang diurnal yaitu aktif pada siang hari. Sebagian besar aktifitasnya --termasuk tidur-- dilakukan di atas pohon (arboreal).

Dibandingkan keluarga monyet lainnya seperti Lutung Jawa atau Owa Jawa, Suruli lebih sensitif menerima kehadiran manusia. Oleh karena itu, jarang manusia yang bisa mendekat langsung ke satwa ini.

Surili termasuk satwa dilindungi berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 247/1979, UU RI No. 5/1990, SK Menteri Kehutanan No. 301/1991, dan PP RI No. 7/1999.

Satwa ini juga terdaftar sebagai satwa terancam punah oleh IUCN. Termasuk dalam Apendix II CITES karena populasinya diperkirakan berjumlah kurang dari 2.500 individu dewasa.(*)

 

 

 

 

 

 

Related Articles
Interest
In Memoriam Johny Indo: Robin Hood, Pelarian Nusakambangan Hingga Jadi Dai

Current Issues
Trending Google 2019: Kepergian 10 Tokoh ini Beritanya Paling Banyak Dicari

Current Issues
Hewan-hewan Ini Terapkan Physical Distancing Jika Kawanannya Sakit