Current Issues

Putusnya Vanessa Hudgens-Austin Butler Bikin Makin Sulit Percaya 'True Love'

True love? Is that some kind of food?

Delya Oktovie Apsari

Posted on January 15th 2020

 

Setelah hampir sembilan tahun berpacaran, pasangan selebriti Vanessa Hudgens dan Austin Butler dikabarkan putus, Rabu (15/1).

Berita ini disambut dengan beragam respon oleh fans keduanya, maupun masyarakat umum. Banyak yang menyarankan Vanessa untuk balikan sama Zac Efron, ada juga yang menyayangkan panjangnya waktu yang mereka habiskan bersama.

 

 

Tetapi, secara garis besar, sebagian besar pengguna Twitter yang nge-tweet dan bikin nama Vanessa trending itu sedih hubungan 'sempurna' tersebut harus berakhir.

Muncul pula tanggapan-tanggapan yang menyatakan kalau putusnya couple goals satu ini, bikin mereka makin sulit percaya sama 'true love'.

 

 

Ini bukan pertama kali runtuhnya hubungan romantis selebriti bikin orang makin pesimis sama cinta. Apalagi, kalau pasangannya terlihat cocok banget dan udah menghabiskan waktu bersama cukup lama. Seperti Channing Tatum dan Jenna Dewan yang cerai setelah sembilan tahun menikah, atau the legendary Brad Pitt dan Angelina Jolie.

Well, nggak salah sih, namanya cari cinta sejati itu nggak segampang search lipstik terbaru di Shop*e. Namun, bukan berarti 'If they can't make it, no one can!'. Kita harus inget kalau selebriti ya sama aja kayak kita -- manusia.

"Pasangan (Hollywood) yang berpisah kebanyakan mengambil keputusan tersebut setelah berpikir panjang dan perjuangan panjang," tutur Saba Harouni Lurie, terapis pernikahan dan keluarga, seperti dilansir oleh Teen Vogue.

Seringkali, kata Lurie, naik-turunnya hubungan yang biasa kita rasain nih, kalau yang ngerasain selebriti, jadi jauh lebih complicated.

Hal ini bisa terjadi karena tekanan yang mereka rasakan akibat berada tepat di depan mata publik, punya jadwal serta jam kerja yang nggak jelas -- seringkali kerjanya juga demanding, punya imej untuk dijaga, dan perasaan bahwa 'keputusan dan kehidupan mereka diperiksa secara terus-menerus oleh penggemar'.

Putus aja udah berat. Yang bikin selebriti semakin susah, mereka sering merasa harus memberi alasan 'mengapa' dan 'bagaimana' ke fans mereka. Terkadang, mereka juga merasa ada tekanan tambahan untuk stay di hubungan yang sebenarnya nggak menyenangkan bagi mereka. Hanya saja, mereka melakukan ini demi menghindari pertanyaan-pertanyan fans dan publik.

"Ketika fans terekspos pada hubungan Hollywood, mereka seringkali hanya diperlihatkan satu sisinya saja," kata Lurie.

Ia menjelaskan, fans, sebagai orang di luar hubungan selebriti, nggak tahu hubungan romantis antara dua individu sampai ke dalam-dalamnya. Mulai dari gaya berkomunikasi mereka selama berhubungan, sampai tantangan-tantangan yang -- pastinya -- cuma diketahui oleh si pasangan.

"Untuk mendasari kepercayaan tentang cinta dan hubungan pasangan pada perspektif satu dimensi ini, bisa jadi sangat membatasi para fans, dan akhirnya bisa membawa mereka pada kekecewaan ketika mereka mengejar dan membangun hubungan mereka sendiri," terangnya.

Yah, setelah pasangan favorit satu ini putus, bukan nggak mungkin bakal hadir pasangan favorit lagi. Putus-nyambung, cerai-cerai lagi, udah jadi makanan sehari-hari dunia hiburan. Jangan sampai kamu jadikan ini alasan untuk nggak percaya sama cinta, ya! (*)

Baca juga: Setelah Ghosting, Terbitlah Zombie-ing

Mengenal Istilah Ghosting, Haunting dan Breadcrumbing dalam Hubungan Romantis

Related Articles
Current Issues
Setelah Ghosting, Terbitlah Zombie-ing

Opinion
Jika Dia Memang Jodohmu

Current Issues
Mengenal Istilah Ghosting, Haunting dan Breadcrumbing dalam Hubungan Romantis