Current Issues

361 Gajah Mati Di Sri Lanka karena Ulah Manusia

Regina

Posted on January 14th 2020

361 Gajah Mati Di Sri Lanka karena Ulah Manusia (Evening Standard)

 

Lagi-lagi terjadi pembunuhan hewan liar oleh manusia. Kali ini yang menjadi korban adalah gajah di Sri Lanka. Dilansir dari BBC, gajah di Sri Lanka mati sebanyak 361 ekor sepanjang tahun 2019 lalu. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak tahun 1948. Informasi itu didapat dari kelompok pemerhati lingkungan hidup. 

Sebenarnya, gajah di Sri Lanka sudah dilindungi oleh undang-undang. Namun, mamalia ini kerap terjebak di desa dan berkonflik dengan warga setempat. Sehingga para penduduk sering membunuh mereka. Sebagian petani juga menganggap gajah sebagai hama.

Dilansir dari BBC, pakar aktivis lingkungan dari Movement for Land and Agricurtural Reform, Sajeewa Chamikara, mengatakan 85 persen gajah kemungkinan mati dibunuh manusia. Ada desa-desa tertentu yang memasang jebakan untuk membubuh si gajah. Yakni menggunakan listrik, bahan peledak yang dikemas dalam bentuk makanan, dan juga racun.

September silam, dilaporkan bahwa diduga tujuh gajah mati karena diberi racun oleh warga, karena dianggap merusak kandang.

 

Kenapa gajah dikambinghitamkan dan dianggap hama oleh warga setempat?

Anbarasan Ethirajan, seorang Editor Asia Selatan BBC World Service, mengatakan bahwa perluasan lahan dan desa di Sri Lanka menyebabkan banyak binatang kehilangan tempat tinggal. Terutama bagi gajah. Tak heran apabila gajah masuk ke desa untuk mencari makanan.

Pemerintah setempat telah berjanji untuk menyelesaikan permasalahan pembunuhan gajah yang illegal itu. Yakni dengan cara memasang pagar pembatas antara habitat gajah dan warga desa.

 Akan tetapi menurut Sajeewa, pemerintah perlu meningkatkan kualitas wilayah lindung juga. Misalnya menumbuhkan tanaman invansif yang tumbuh di atas padang rumput sebagai makanan gajah.

“Seharusnya kita memiliki rencana pembangunan yang berkelanjutan. Rencana pembangunan ini masih belum ramah lingkungan,” tuturnya.

Selain itu, Seejawa juga memperhatikan kehidupan gajah. Di mana mereka sering dijadikan ‘badut’ festival untuk mendapatkan uang dari para turis.

Diperkirakan gajah liar di Sri Lanka hanya 7.500 ekor saja. (*)

Related Articles
Opinion
Susahnya Jadi Viral di Negeri ini

Current Issues
Para Ahli Medis Menjawab Pertanyaan Umum Seputar Penularan Covid-19

Current Issues
Mengenal "Pasar Basah" yang Diduga Menjadi Titik Awal Persebaran Coronavirus