Sport

Kimia Alizadeh, Atlet Olimpiade Iran yang Pindah ke Eropa karena Merasa Ditindas

Regina

Posted on January 14th 2020

Kimia Alizadeh, Atlet Olimpiade Asal Iran Pindah ke Eropa karena Merasa Ditindas | Kimia Alizadeh Saat Mendapatkan Medali Perunggu (BBC)

 

Kimia Alizadeh, atlet putri peraih Olimpiade Iran hengkang dari negaranya. Hal itu ia umumkan di Instagram-nya @kimiya.alizade, bahwa dia secara resmi meninggalkan negaranya dan pergi ke Eropa.

“Mari saya mulai dengan salam, sebuah salam perpisahan atau salam belasungkawa,” tulisnya di media sosialnya. Dia lantas menjelaskan mengapa dia keluar dari Iran untuk Eropa.

“Saya adalah salah satu dari jutaan perempuan yang tertindas di Iran. Di mana mereka (Iran) telah mempermainkan ini semua,” sambungnya lagi.

Perempuan berusia 21 tahun itu mengaku menjadi satu dari salah jutaan perempuan Iran yang tertindas. Dia mengklaim tidak mau menjadi bagian dari kebohongan, dan ketidakadilan dari negaranya.

Perempuan kelahiran Karaj itu mengaku harus mengikuti perintah yang tidak dia sukai.

“Saya selalu mengikuti perintah yang mereka (pemerintah) arahkan. Saya memakai apapun yang mereka suruh,” ujarnya yang sedang menjelaskan dia harus memakai kerudung yang wajib dikenakan perempuan muslim ketika di depan umum.

Selain itu, perempuan kelahiran 10 Juli 1998 itu mengaku bahwa keberadaan perermpuan hanya dipandang sebelah mata. Mereka juga diperalat untuk kepentingan pemerintahan.

“Tiada satupun dari kami yang berarti bagi mereka dan tidak ada yang mengundang saya ke Eropa,” katanya saat tidak menyebutkan lokasi tempat dia tinggal.

Kepergiannya ini terjadi saat Iran sedang dihadapkan dengan konfrontasi besar dengan Amerika Serikat. Pasalnya Iran mendapat protes usai perwira tinggi militer Iran, Mayor Jendral Qasem Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak.

Kabar mengenai pindahnya Kimia mengagetkan pemerintah Iran. Bahkan politisi Iran, Abdolkarim Hosseinzadeh mengatakan ‘pejabat-pejabat tidak becus’ karena merelakan ‘Sumber Daya Manusia’ yang potensial - dilansir dari CNN. 

Bagaimana tidak, Kimia merupakan atlet taekwondo putri Iran yang sukses mendapat medali perunggu di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Saat ini, Kimia tengah berlatih di Belanda dan berharap bisa tampil dalam Olimpiade Toko 2020 tanpa membawa nama Iran di bahunya. (*)

 

 

 

Related Articles
Sport
Akhirnya! Suporter Perempuan di Iran Bisa Nribun di Stadion

Pop-Sci
Terbunuhnya Jenderal Iran ini Picu Kekhawatiran Terjadinya #WorldWarIII

Pop-Sci
Awal Mula Perseteruan antara Amerika Serikat dan Iran

Meet The Creator



Delima Pangaribuan

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda