Pop-Sci

World Logic Day, Rayakan Kemampuan Berpikir Logis Manusia

Vita Kartika

Posted on January 14th 2020

Salah satu tes dalam rangkaian psikotes adalah untuk menilai kemampuan berpikir logis dan rasional, seperti gambar di atas. Sudah pernah mencoba tes ini? (Practice Aptitude Test) 

 

Kemampuan manusia untuk berpikir adalah salah satu pembeda paling utama dari manusia dengan makhluk hidup lainnya. Yap, kita memang diciptakan dengan akal dan otak yang kompleks untuk memproses informasi serta merespon sekeliling kita.

Dalam berbagai budaya, ‘kemanusiaan’ sering diasosiasikan dengan berbagai konsep, mulai dari kesadaran, pengetahuan, dan logika. Dalam berbagai pandangan filsafat, manusia bahkan disebut sebagai “binatang yang berpikir” atau “logical animals”.

Pernah nggak, kamu berpikir tentang seberapa penting dan seberapa besar manfaat ‘logika’ dalam kehidupan sehari-hari kita? Kalau dibandingkan dengan penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, hingga filsafat, logika jelas kalah populer. Padahal, di balik semua perkembangan interdisipliner yang ada, pasti harus diawali dengan proses berpikir dan penalaran dengan logika.

Karenanya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan apresiasi terhadap logika, tahun lalu, tepatnya 14 Januari 2019, UNESCO dan the International Council for Philosophy and Human Sciences (CIPSH) meresmikan yang disebut sebagai World Logic Day. Harapannya, sejarah keilmuan, signifikansi konseptual, dan penerapan praktis dari logika nggak lagi cuma jadi perhatian para ilmuwan saja, tapi juga seluruh masyarakat luas.

Tanggal 14 Januari 2019 sebagai peringatan World Logic Day ini juga nggak asal pilih, lho! Alfred Tarski, ilmuwan yang menekuni bidang matematika, filsafat logika, dan bahasa ini lahir di Warsawa pada 14 Januari 1902 silam. Ilmuwan Amerika asal Polandia ini telah menerbitkan banyak karya ilmiah yang masih menjadi rujukan keilmuan sampai hari ini, walaupun ia telah meninggal dunia pada 26 Oktober 1983 lalu. Salah satu yang paling terkenal adalah bukunya yang berjudul Introduction to Logic and to the Methodology of Deductive Sciences.

 

Alfred Tarski dan Kurt Friedrich Gödel, dua ilmuwan berpengaruh dalam perkembangan logical reasoning (logica-universalis.org)

 

Selain itu, 14 Januari juga merupakan tanggal penting bagi Kurt Friedrich Gödel, seorang ahli matematika, logika, dan filsuf asal Austria. Ia lahir pada 28 April 1906 dan meninggal di usia 71 tahun pada 14 Januari 1978 silam. Ia dianggap sebagai tokoh logika paling penting dalam sejarah, setara dengan Aristoteles dan Gottlob Frege yang memberikan dampak luar biasa pada pemikiran ilmiah dan filsafat abad ke-20.

Salah satu karyanya yang paling berpengaruh adalah teorema ketaklengkapan yang ia publikasikan pada tahun 1931 yang berjudul On Formally Undecidable Propositions of Principia Mathematica and Related Systems.

Lantas, perayaan seperti apa yang bisa kita lakukan pada World Logic Day kali ini? Simpel saja! Kamu bisa menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan yang berhubungan dengan logika, seperti diskusi ringan dengan science club, membuat artikel ilmiah, menghadiri seminar atau workshop tentang ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Kamu bahkan bisa juga, lho, belajar hal-hal baru secara online.

Selamat merayakan World Logic Day, selamat merayakan kemanusiaan! Panjang umur ilmu pengetahuan! (*)

Related Articles
Pop-Sci
Mengulik Cara Pemecahan Masalah Ala Sherlock Holmes

Opinion
Ini Dia 5 Softskill Berguna Di Masa Depan

Pop-Sci
Penelitian Sebut Lagu Adele Bantu Redakan Stres Akibat Terjebak Macet

Meet The Creator



Delima Pangaribuan

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda