Entertainment

Apa Jadinya Kalau BigHit Beneran Akuisisi Pledis?

Delima Pangaribuan

Posted on January 13th 2020

Apa Jadinya Kalau BigHit Beneran Akuisisi Pledis?
 
 
Senin pagi ini (13/1), penggemar KPop dikejutkan sama berita yang dirilis portal berita Korea Selatan, Sports DongA. Agensi besar BigHit Entertainment dikabarkan mengakuisisi Pledis Entertainment, agensi besar lainnya. Karena sama-sama gede, wajarlah penggemar langsung gaduh.
 
Pertama-tama yang teringat sama penggemar adalah nasib grup yang ada di bawah naungan Pledis. Penggemar khawatir kalau Pledis jadi gabung sama BigHit maka akan memengaruhi style grup yang dinaungi sama Pledis. Tapi di sisi lain, penggemar juga berharap nasib artis Pledis juga lebih baik, seperti dapat tambahan fasilitas kesehatan dan lain-lain. 

 
 
Belakangan, melansir XSports News, BigHit memberi kejelasan soal berita tersebut.
 
"Meskipun kami terbuka untuk berbagai peluang, belum ada keputusan yang dibuat tentang masalah memperoleh Pledis," ungkap BigHit sesuai yang diterjemahkan akun fanbase di Twitter, @armyindonesiaa2.

 
Di sisi lain Pledis juga memberikan pernyataan yang diterjemahkan akun fanbase ini, "Artikel yang dilaporkan memiliki hal-hal yang tidak benar, tidak ada yang diputuskan. Oleh karena itu kami tidak dapat mengatakan apa-apa tentang masalah ini."
 
Tapi, tetap saja kabar itu ditunggu-tunggu sama fans. Pasalnya sejak Juli 2019 lalu, setelah mengakuisisi Source Music, BigHit menyebutkan berencana mengakusisi perusahaan lain seperti diberitakan Soompi tanggal 29 Juli 2019. Menurut sumber yang dikutip Soompi, perusahaan ini merupakan homebase dari idol grup terkenal.
 
Faktanya, meskipun sering dikritik karena perlakuan terhadap para artisnya, Pledis juga merupakan perusahaan besar dengan pendapatan cukup fantastis. Menurut Chanel Korea, pendapatan rata-rata Pledis per tahun bisa mencapai USD 30 juta. Padahal, grup yang diasuh Pledis sekarang juga nggak begitu banyak. Pendapatan mereka paling gede dari dua grupnya yang masih eksis, NU'EST dan Seventeen. 
 
Kalaupun jadi diakuisisi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan fans supaya nggak malah jadi fan war (masih ingat ramenya Army vs Carat akhir tahun 2019 lalu?). Inilah beberapa fakta soal akuisisi BigHit:
 
 
1. Artis tetap di bawah manajemen perusahaan semula
 
Meskipun ceritanya diakuisisi BigHit, kemungkinan besar cuma sahamnya saja yang bakal terpengaruh. AllKpop menulis, seperti Source Music yang menaungi GFRIEND, grup idol tetap di bawah bendera perusahaan lama.
 
Banyak yang bilang kalau GFRIEND jadinya girlband pertama BigHit, tapi sebenarnya mereka masih berstatus grup asuhan Source Music dan manajemennya masih di bawah Source Music. Begitu juga dengan NU'EST dan Seventeen nantinya. Channel YouTube mereka kemungkinan besar akan tetap seperti sekarang, nggak dicampur sama channel YouTube BigHit. Ya memang sih, gedung kantornya entar jadi satu.
 
 
2. Permudah promosi
 
Meskipun tetap di bawah manajemen yang berbeda, kayaknya untuk masalah promosi ada kemungkinan bisa digabung. BigHit sudah memasukkan GFRIEND dalam daftar artis di Weverse mereka. Dan sejak berita akuisisi mencuat pagi ini, fans juga memerhatikan ada yang berubah di Weverse BigHit. 
 
Nggak cuma BTS dan TXT, mereka nyediain spot kosong yang rencananya bakal diisi artis lain lebih banyak lagi. Nggak heran kalau fans berpikiran spot itu bakal diisi sama artis dari perusahaan lain yang bakal diakuisisi BigHit. Entah Pledis atau yang lain. Sisi positifnya, makin banyak media buat artis-artisnya Pledis berpromosi. Kalau jadi...
 
 
3. Trainee bisa lebih terjamin kesejahteraannya
 
BigHit punya banyak duit. Pledis juga, meskipun nggak sebanyak BigHit. Kalau digabungkan, mereka nggak akan bingung lagi soal kesejahteraan para artis maupun trainee di bawah agensi. Kesejahteraan itu termasuk berupa fasilitas kesehatan --isu yang kayaknya lagi banyak menerpa idol belakangan ini. Banyak kan yang akhirnya ambil waktu istirahat atau hiatus karena masalah kesehatan?
 
Pledis sendiri sudah membuka audisi dan kemungkinan banyak trainee sudah dididik untuk jadi the next idol group. BigHit juga punya rencana untuk mendebutkan girlgroup official pertama mereka. Tradisi "utang sampai jutaan won" yang biasanya dibebankan pada para trainee setidaknya bisa berkurang. 
 
 
4. Duitnya bisa makin menggunung, popularitas tak terbendung
 
Data KPopMap menunjukkan, BTS merupakan grup terbesar selama 2019 dengan jumlah penjualan album mencapai 5,4 juta copy! Mereka juga yang menyumbangkan pendapatan terbesar buat BigHit. Termasuk dari merchandise-merchandise juga.
 
 
Nah, siapakah grup terbesar kedua? Seventeen. Meskipun selisih penjualan albumnya cukup jauh, tapi Seventeen tetap ada di ranking kedua selama 2019 dengan album sales 1,4 juta copy. Mereka juga jadi grup yang berkontribusi paling gede buat Pledis bahkan sejak debutnya sampai sekarang. Fans bilang, langkah tepat kalau BigHit jadi mengakuisisi Pledis karena artinya mereka bakal jadi penguasa industri KPop, hahaha. (*)
Related Articles
Entertainment
IU X Suga Bakal Berhadapan dengan 10 Idol Cowok yang Comeback Mei!

Entertainment
Seventeen Gabung Weverse, Fans Protes ke Pledis

Korea
Kejutan! Konser Tahun Baru Big Hit Labels Dibuka NU'EST dan ENHYPEN