Interest

Rehat dari Medsos Bantu Selena Gomez Cintai Diri Sendiri dan Hindari Depresi

Regina

Posted on January 11th 2020

Rehat dari Medsos Bantu Selena Gomez Cintai Diri Sendiri dan Hindari Depresi | Wawancara Selena Gomez dengan Zane Lowe (Billboard)

 

Akhirnya setelah menghindari media massa dan rehat sejenak dari dunia hiburan, Selena Gomez baru saja merilis single baru bertajuk ‘Rare’ (10/1) malam. Dia kembali melanjutkan karirnya sebagai penyanyi pop, setelah beberapa tahun fokus untuk pada kesehatan mentalnya.

Masih ingat penampilan pertama Selena setelah rehat di AMAs 2019 lalu? Ya, Selena saat itu tampil pertama kali di acara televisi setelah sekian lama ‘menghilang’ dari industri hiburan. Saat itu, penampilannya dinilai buruk oleh publik. Banyak yang bertanya mengapa suara Selena ‘aneh’ saat menyanyikan lagu ‘Lose You to Love Me’ di panggung megah itu. Rupanya saat itu, Selena terserang panic attack. Suara Selena sedikit bergetar karena dia panik harus tampil untuk pertama kalinya di acara televisi. 

Anyway, move forward, setelah penampilan itu banyak para penggemar akhirnya mengerti keadaan Selena yang sebenarnya. Nah, selepas merilis ‘Rare’, Selena pun buka omongan soal kondisi mentalnya dalam wawancara New Music Daily bersama Zane Lowe di Apple Music’s Beats 1 (11/01).

Selena mengatakan bahwa dia selama ini tengah berjuang terhadap penyakit mental yang dideritanya.

“Aku harus memiliki batasan mengenai apa yang aku ingin lakukan dan tidak,” katanya saat diwawancarai Zane.

Selena mengaku dia adalah pekerja keras, meski sakit dia paksa bekerja, dia pun stress. Ditambah beberapa isu personalnya dan efek sosial media, buat dia kian depresi.

Penyanyi 27 tahun itu menyarankan untuk melakukan terapi bagi siapa saja yang merasa tidak sehat secara mental. Itu akan membantu kamu menemukan energi dan perspektif baru.

Selena juga merasa sedih pada remaja-remaja di luar sana yang survive dengan penyakit mentalnya. Dia pernah membaca riset mengenai anak remaja usia 14 tahun banyak yang mengalami depresi dan cemas berlebih. 

Selena mengatakan bagaimana terapi sangat mengubah hidupnya. Hal itu karena Selena menyadari bahwa dia butuh pertolongan profesional. 

Di sela wawancara itu, Selena juga mengatakan efek toxic terbesar adalah media sosial. Selama dua tahun terakhir Selena hampir vakum dari sosial media, dia juga mematikan kolom komen di IG Story.

“Ada banyak hal yang tidak ingin aku lihat dan rasakan, namun dengan sosial media ketidakingianku itu muncul dengan jumlah yang tak terkira. I can’t help it,” ujar penyanyi pop itu. 

Dia juga mengatakan betapa sosial media memberi dampak FOMO alias Fear of Missing Out baginya -- rasa cemas berlebih yang timbul saat kamu merasa bahwa ada orang lain lebih baik darimu.

“Di sosial media aku melihat banyak hal. Kemudian aku punya FOMO. Kemudian aku mulai membanding-bandingkan kehidupan orang dengan kehidupanku. Bahkan aku juga membandingkan kecantikan fitur wajah, bentuk tubuh dan lainnya yang jauh lebih sempurna dibanding aku, itu menghancurkanky,” katanya.

Kemudian setelah keluar dari media sosial, Selena mengaku menjadi pribadi lebih baik. Lebih menerima tubuh, penampilan, dan semua tentangnya. (*)

Untuk kisah lengkapnya bisa lihat di bawah ini.

Related Articles
Interest
Pusing Pikirkan Jumlah 'Like', Tom Holland Hapus Aplikasi Instagram

Portrait
Becky G, Musisi Muda Inspiratif yang Vokal tentang Isu-isu Sosial

Current Issues
Kenapa Orang Narsis Rentan Depresi?