Current Issues

Solusi Australia Atasi Kekeringan: 'Genosida' 10.000 Unta

Surya Dipa Nusantara

Posted on January 9th 2020

Solusi Australia Atasi Kekeringan: 'Genosida' 10.000 Unta. (Stock Photo)

 

Dampak dari kebakaran hutan Australia semakin merebak. Tak hanya manusia, kini nyawa hewan pun juga semakin terancam. Tak hanya disebabkan polusi udara dan titik api yang kian membesar. Namun, hal tersebut karena populasi mereka kian menjamur dan mengancam kehidupan warga lokal. Hewan yang terancam itu adalah unta.

Hewan berpunuk yang identik dengan kehidupan di padang pasir itu, menjamur di Australia bagian selatan. Di gurun-gurun negeri Kanguru, unta bisa ditemukan dengan mudah. Namun, karena dianggap kerap merisak warga, unta-unta ini akan dimusnahkan oleh pemerintah Australia. Aksi penjagalan unta itu telah terjadi sejak hari Rabu lalu, tepat di tanggal 1 Januari 2020.

Aksi penembakan sekitar 10.000 unta itu dilakukan setelah sekelompok kampung suku Aborigin diobrak-abrik oleh kawanan unta. Mereka, turun ke rumah warga sebetulnya semata karena kehausan. Mereka mencari air, dan makanan di rumah warga. Hal tersebut dianggap meresahkan. Karena, ada anak-anak kecil yang berada di sekitar desa mereka. Para orang tua, takut anaknya diinjak oleh si unta nakal ini.

"Mereka berkeliaran di jalanan mencari air. Kami khawatir tentang keselamatan anak-anak muda", kata Marita Baker, seorang suku Aborigin yang tinggal di komunitas Kanypi itu.

 

 

Departemen Lingkungan dan Perairan Australia telah mengutus sekelompok penembak jitu untuk memusnahkan para unta yang malang itu. Mereka, bersiaga di daerah Anangu Pitjantjatjara Yankunytjatjara (APY), bagian selatan Australia yang masih sepi penduduk. Di daerah itu, mayoritas warganya adalah suku Aborigin. Dan dilansir dari BBC, sudah ada sekitar 2.000 rumah adat yang rusak karena aksi nakal para unta ini.

Kami telah terjebak dalam kondisi yang cukup panas dan tidak nyaman. Kami juga selalu erasa tidak enak badan. Sementara, sekelompok unta masuk dan merobohkan pagar, masuk ke sekitar rumah. Mereka mencoba mendapatkan air melalui AC," kata Anggota Dewan Eksekutif AP,Y Marita Baker .

Ini bukan kali pertama gerombolan unta melakukan invasi ke pemukiman warga. Di tahun-tahun kekeringan Australia pada tahun 2013 silam, mereka juga melakukan hal serupa. Tapi, 2020 adalah kebakaran dan kekeringan terburuk yang pernah dialami oleh Australia.

Dalih mereka adalah, membunuh unta juga dapat mengkikis gas metana. Sehingga, harapan akan kondisi udara yang semakin membaik jadi bisa terlaksana, dengan mengurangi populasi unta. Tapi, namanya sesama makhluk hidup, apa tidak ada cara lain selain membunuh mereka? (*)

Related Articles
Current Issues
Imbas Kebakaran Australia, WWF Sebut Koala Terancam Punah pada Tahun 2050

Current Issues
Hujan Diramalkan akan Guyur Australia, Tapi Tak Cukup untuk Padamkan Kebakaran

Current Issues
Bat Tornado, Fenomena Ribuan Kelelawar yang Gelapkan Langit Australia