Current Issues

Satu Lagi Idol K-Pop Rehat Karena Penyakit ini, Apa itu Anxiety Disorder?

Delya Oktovie Apsari

Posted on January 8th 2020

Satu Lagi Idol K-Pop Rehat Karena Penyakit ini, Apa itu Anxiety Disorder?

 

Setelah Mina 'TWICE' dan S.Coups 'SEVENTEEN' (Baca juga: Setelah Mina 'TWICE', Giliran S.Coups 'SVT' Hiatus Akibat Gejala Anxiety) kini giliran Haseul 'LOONA' yang harus menghentikan aktivitasnya sementara gara-gara anxiety disorder.

Kalau Mina sendiri mengalami extreme anxiety dan insecurity, S.Coups menunjukkan gejala anxiety, Haseul didiagnosa mengidap recurring anxiety.

Dilansir dari Soompi, Blockberry Creative, agensi yang menaungi LOONA, mengatakan Haseul tengah rutin ke berobat ke rumah sakit untuk menangani gejala anxiety-nya.

"Halo, kami Blockberry Creative.

Kami punya pengumuman terkait kesehatan member LOONA, Haseul.

Haseul baru-baru ini ke rumah sakit untuk menerima perawatan demi menangani gejala anxiety. Di sana, ia didiagnosa dengan recurring anxiety, dan dokternya merekomendasikan dia agar dirawat supaya benar-benar sembuh.

Walaupun Haseul ingin bertemu dengan fans seperti yang ia janjikan saat fan meeting bulan lalu, telah diputuskan bahwa supaya Haseul fokus pada kesehatan mentalnya, dia bakal hiatus sementara dari promosi dan aktivitas terjadwal lainnya.

Haseul akan menghabiskan waktu dengan keluarga serta member grupnya dan memfokuskan kemampuannya untuk sembuh. Hingga saat itu, dia nggak akan promosi album baru '# (Hash)'

Kami akan merilis pernyataan ketika kami mendapat update dari dokternya Haseul tentang kondisinya.

Kami mengharapkan pengertian dari fans dan untuk terus mendoakan Haseul.

Terima kasih."

 

Berita idol K-Pop mengidap anxiety seakan nggak henti-hentinya diberitakan oleh media Korea Selatan. Sebenarnya, apa itu anxiety disorder alias gangguan kecemasan?

Dilansir dari Psychology Today, anxiety meliputi perasaan khawatir, gugup atau takut. Sebenarnya, memiliki perasaan anxiety itu normal-normal saja.

Bahkan, ketika kita merasakan anxiety, itu juga bisa menjadi sinyal kalau ada sesuatu yang nggak bener. Jadi, anxiety bisa membantu kita menghindari bahaya dan membuat perubahan-perubahan penting.

You know, seperti kalau kita tiba-tiba didekati orang yang nggak dikenal di tempat sepi. Kita bisa merasakan anxiety: khawatir, gugup dan takut.
Nah, punya perasaan-perasaan seperti itu justru membuat kita menyadari kalau kita lagi di kondisi yang bisa jadi berbahaya. Akhirnya, kita bisa mengambil keputusan yang sekiranya mampu menyelamatkan diri kita. Misalnya langsung lari menuju tempat ramai, cepat-cepat telepon orang terdekat, maupun siap-siap tinju kalau orangnya ternyata memang berniat buruk.

 

Lho, kalau justru menguntungkan, kenapa anxiety disebut gangguan?

Well, bayangkan kita merasakan tiga perasaan tersebut: khawatir, gugup dan takut, tapi setiap hari. Setiap saat. Di manapun. Kapanpun. Kamu nggak bisa mengontrolnya.

Psychology Today menyebut, 1 dari 3 orang dewasa di Amerika Serikat bakal memiliki anxiety disorder at some point in their lives. Menurut National Institutes of Health, kondisi ini lebih banyak menyerang perempuan daripada laki-laki.

 

Apa aja jenis-jenis anxiety disorder?

-Generalized anxiety disorder
Kondisi kronis yang menyebabkan perasaan kecemasan dan ketegangan parah, seringkali tanpa pemicu. Jadi, pengidapnya bisa tiba-tiba merasa sangat cemas dan sangat tegang, walaupun dia nggak sedang melakukan atau menghadapi sesuatu yang mengkhawatirkan.

-Panic disorder
Pengidapnya kerap mengalami panic attacks, biasanya terjadi berulang kali. Panic attacks sendiri terjadi ketika seseorang merasakan ketakutan teramat intens dan ketidaknyamanan yang memuncak selama beberapa menit.

-Obsessive-compulsive disorder (OCD)
Ditandai oleh pikiran atau dorongan intrusif untuk melakukan perilaku tertentu. Biasanya secara repetitif dan kompulsif. Biasanya, pengidap OCD takut berlebihan pada kuman, jadi bolak-balik cuci tangan dan bersih-bersih. Ada pula yang OCD-nya suka menata sesuatu dengan penempatan yang spesifik, terkesan terlalu rapi, calculated.

-Post-traumatic stress disorder
Biasanya terjadi setelah mengalami atau menyaksikan kejadikan yang traumatik.

 

Gimana aku tahu kalau aku mengidap anxiety disorder?

Penderita anxiety biasanya merasa gelisah dan mudah tersinggung. Mereka juga bisa kesulitan berkonsentrasi atau mengendalikan emosi mereka. Gejala fisiknya dapat meliputi kelelahan, gemetar, sulit tidur, sakit perut, sakit kepala dan ketegangan otot.

Anxiety seringkali melibatkan kecemasan sampai tingkat yang berlebihan dan intens. Bisa terjadi di segala aspek kehidupan, mulai dari situasi sosial, dinamika keluarga, hingga masalah kesehatan fisik dan profesional.

Bila kamu merasakan tanda-tanda anxiety, sangat disarankan untuk segera konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. (*)

Baca juga: -Setelah Mina 'TWICE', Giliran S.Coups 'SVT' Hiatus Akibat Gejala Anxiety

-Banjir Bisa Bikin Manusia Merasakan 'Eco-Anxiety', Apa Itu?

-Lakuin Ini Biar Nggak Panik Waktu Ujian!

-Liburan Usai kok Malah Lunglai?

-Serunya Forest MT Test Dibanding Tes Psikologi Lainnya

 

Related Articles
Entertainment
S.Coups Bakal Kembali Beraksi di Atas Panggung bareng SEVENTEEN!

Entertainment
Dari J-Hope 'BTS' sampai Mina 'TWICE', 9 Idol ini Ikutan Hype Animal Crossing!

Entertainment
Setelah Mina 'TWICE', Giliran S.Coups 'SVT' Hiatus Akibat Gejala Anxiety