Sport

3 Hal Penting di Balik Sejarah Panjang Pertemuan Persebaya vs Persis Solo

Mainmain.id

Posted on January 8th 2020

Persebaya Surabaya bakal melakoni pertandingan persahabatan melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu 11 Januari 2019. Entah mengapa panitia memilih tanggal seperti judul lagu Gigi tersebut. Mungkin karena faktor weekend.

Ketika lagu 11 Januari yang dilantunkan Arman Maulana punya makna dalam, pertandingan Persebaya versus Persis Solo juga sama. Kedua tim itu punya sejarah panjang soal pertemuan di Liga Indonesia. Tidak hanya sejarah di lapangan, tapi juga di luar lapangan. Termasuk terkait naik turunnya konflik di antar suporter kedua tim. Inilah 3 hal penting seputar pertandingan Persebaya Surabaya vs Persis Solo.

1. Dua klub yang membidani kelahiran PSSI

Sejarah mencatat Persebaya dan Persis Solo termasuk klub Indonesia yang membidani kelahiran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI, 19 April 1930. Tentu dulu namanya bukan Persebaya dan Persis.

Dulu Pesebaya masih bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB). Persebaya berdiri 18 Juni 1927. Sementara Persis bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB). Usianya lebih tua dari SIVB, VVB berdiri pada 8 November 1923.

Selain SIVB dan VVB, yang membidani kelahiran PSSI lainnya adalah VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (sekarang PSM Madiun), dan PSIM Jogjakarta. Kelahiran PSSI bermula dari pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.

 

2. Permusuhan yang jadi persaudaraan

Selain dengan Aremania (sebutan pendukung Arema), rivalitas Bonek (pendukung Persebaya) di luar stadion juga sempat terjadi dengan Pasoepati (julukan suporter Persis Solo). Entah siapa yang memulai, tapi aksi saling serang ketika Bonek away melintasi Solo selalu terjadi saat itu.

Salah satu kejadian yang sering diingat adalah sebuah peristiwa di 2010. Ketika itu Bonek melakukan away mendukung Persebaya yang bertanding di Bandung. Kereta yang ditumpangi Bonek dilempari sekelompok orang di Solo.

Ada dua versi yang tak pernah terungkap fakta yang sebenarnya. Versi yang pertama pelemparan terjadi karena ulah Bonek yang lebih dulu melempari warga. Versi yang kedua sebaliknya, warga Solo yang melempar terlebih dulu.

Apapun versinya, namun rivalitas di luar lapangan itu telah berakhir. Tak ada lagi konflik antar suporter Persebaya dan Persis. Konflik-konflik yang terjadi antar oknum seringkali langsung diselesaikan bersama, sehingga tak berdampak besar.

Kesungguhan merajut perdamaian justru yang sering ditampaka. Salah satu yang sangat monumental adalah penanaman pohon simbol perdamaian, 8 Januari 2011. Mereka juga saling kawal dan saling menjamu sedang melakoni away. 

Oleh karena itu, pertemuan Bonek dan Pasoepati dalam laga persahabatan 11 Januari nanti mungkin bisa jadi momentum untuk lebih mengeratkan persahabatan kedua suporter ini. Apalagi dalam pertandingan persahabatan itu digelar juga ngaji bareng Cak Nun (Emha Ainun Najib).

 

3. Pertemuan bersejarah kedua tim

Persebaya sudah sangat sering bertemu dengan Persis. Baik dalam event resmi maupun tak resmi. Baik ketika masih di era perserikatan maupun liga Indonesia. Nah, salah satu pertemuan bersejarah di sisi Persebaya adalah pertandingan final Divisi Satu 2006.

Saat itu Persebaya yang sedang turun kasta (dari Divisi Utama ke Divisi Satu) bertemu Persis di partai final. Di laga ini memang Persebaya yang menjadi pemenang sekaligus menjuarai Divisi 1. Skor saat itu 2-0. Gol Persebaya dicetak oleh pemain belakangnya Nova Ariyanto dan bunuh diri pemain Persis, Denny Ariyanto.

Tapi, di laga itu Persis juga meraih pencapaian luar biasa. Sebagai tim finalis, Persis juga berhak naik ke kasta tertinggi, Divisi Utama. Menurut tulisan wartawan senior Slamet Oerip Prihadi, pertandingan itu merupakan penantian panjang Persis ke Divisi Utama. Selama 58 tahun --sejak menjuarai Kompetisi Perserikatan PSSI 1948-- Persis tenggelam di kasta bawah dari 1949 sampai 2005.(*)

 

Related Articles
Sport
#SimonOut Trending, Menurut Kalian Pantas Gak Simon McMenemy Latih Timnas?

Sport
Bali United dan Persebaya Berlaga di ACC 2020

Sport
Uston Nawawi dan Keberhasilannya Bawa Gen Z Persebaya jadi Juara

Meet The Creator



Delima Pangaribuan

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda