Current Issues

Tanggapi Kebakaran Australia, Artis Hollywood Galang Dana hingga Adopsi Koala

Mulai dari Leonardo Dicaprio, Hugh Jackman sampai Dacre Montgomery angkat bicara

Vita Kartika

Posted on January 5th 2020

Kebakaran Hutan di Australia, Para Artis Galang Dana hingga Adopsi Koala | Foto: Langit Australia yang memerah karena kobaran api di Australia (BBC)

 

Sejak September 2019 lalu, Australia dilanda kebakaran hutan hebat. Puncaknya, status darurat kebakaran ditetapkan pada 3 Januari 2020. Setidaknya ada 20 orang meninggal dunia, 28 orang dilaporkan hilang, dan lebih dari 1500 rumah hancur karena tragedi ini.

Sebenarnya, Australia sudah familiar betul dengan ancaman bushfire (kebakaran hutan), termasuk juga pencegahan dan penanggulangannya. Api bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari kelalaian manusia seperti membuang puntung rokok sembarangan, melakukan pembakaran, hingga fenomena alam seperti sambaran petir.

 

Lalu, mengapa api yang kecil ini bisa menyebar dan kian berkobar?

Beberapa bulan belakangan, Australia kekurangan curah hujan dan kelembaban tanahnya rendah. Sebaliknya, temperatur udara yang tinggi dan angin kencang juga kian memperbesar kobaran api. Menurut The Climate Council, bencana bushfire kini jauh lebih berbahaya dari yang sudah-sudah, karena adanya kombinasi dari keempat faktor di atas akibat climate change yang terjadi di seluruh dunia. Bahkan, berdasarkan laporan dari the Bureau of Meteorology, 2019 adalah tahun terpanas Australia dalam sejarah.

Yang tak kalah mengerikan, bushfire ini melepaskan karbondioksida, gas rumah kaca ke atmosfer. Gas inilah yang memerangkap panas. Dilansir dari CNET, Kebakaran di Australia diestimasi sudah melepaskan 350 juta metrik ton karbondioksida, dan diprediksikan butuh satu abad untuk menyerap seluruh karbondioksida tersebut. Serem banget, kan!

 

Asap dari kebakaran hutan yang menyebar ke kota-kota di sekitarnya (Vox) 

 

Kebakaran di Australia terjadi di seluruh negara bagian, tapi yang terkena dampak paling parah adalah New South Wales dan Victora. Total area yang terbakar diperkirakan sebesar 6 juta hektar. Angka ini tujuh kali lipat dari total area yang terbakar di Amazon pada 2019 lalu, dan tiga kali lipat dari total area yang terbakar di California pada 2018 silam. Di New South Wales sendiri, api sudah membakar lebih dari setengah juta hektar. Ini adalah titik api dengan area terbakar yang paling besar di Australia sepanjang sejarah.

Karena kebakaran yang begitu hebat, debu dan abu dari Australia ini bahkan telah mencapai negara-negara lain, termasuk gletser di New Zealand yang kini berwarna kecoklatan yang lokasinya berjarak sekitar 2000 km jauhnya dari Sidney.

Dilansir dari CNET, ada setidaknya 3000 pemadam kebakaran dan ribuan volunter yang dikerahkan ke lapangan setiap harinya. Negara lain seperti Amerika Serikat dan Kanada juga mengirimkan bantuan personil pemadam kebakaran ke Australia.

Sertifikat 'adopsi' koala korban kebakaran hutan (Twitter: @LucilleCroft)

 

Terus gimana nasib hewan-hewan di sana?

Pihak yang paling terdampak dari kebakaran ini tentu adalah para satwa liar. Para ahli di University of Sydney mengestimasikan ada lebih dari 480 juta satwa yang mati dalam kebakaran ini, tapi penghitungan lebih lanjut dan akurat belum bisa dilakukan karena api masih terus berkobar. Dilaporkan setidaknya ada 8000 koala yang mati terbakar, hingga koala ditetapkan berstatus “functionally extinct” karena musibah kebakaran ini.

Zoos Victoria merilis beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk membantu para satwa liar, di antaranya adalah dengan menempatkan kolam-kolam air di halaman terbuka sebagai pertolongan pertama dan untuk segera membawa satwa liar yang terluka ke dokter hewan terdekat.

Musibah ini menimbulkan simpati internasional. Banyak publik figur yang meningkatkan awareness mengenai kebakaran Australia di media sosial mereka, di antaranya seperti Bernie Sanders yang mengatakan bahwa kita tidak bisa lagi menunda untuk beraksi melawan perubahan iklim, Leonardo di Caprio yang me-repost update tentang kebakaran Australia dari @aussieark di akun Instagram-nya, dan Hugh Jackman yang menyampaikan rasa dukanya terhadap para korban dalam tweet yang diakhiri dengan tagar #AustraliaBushfires.

 

Video yang diunggah Dacre Montgomery tentang kebakaran Australia dan donasi yang diinisiasinya (Instagram: @dacremontgomery)

 

Salah satu aktor asal Australia yang sedang naik daun, Dacre Montgomery bahkan bekerjasama dengan Australian Red Cross Society untuk membuka donasi melalui GoFundMe. Ia mengunggah video dirinya yang tengah menyampaikan opininya tentang bencana kebakaran ini sembari mencantumkan link donasi di bionya. Dalam waktu 12 jam saja, pemeran Billy Hargrove di Stranger Things dan Jason Lee Scott di Power Rangers ini berhasil mengumpulkan lebih dari $120,360 dari target $250.000 yang ditetapkannya.

Tak hanya itu, Koala Hospital Port Macquarie di New South Wales juga membuka donasi melalui cara yang unik, yaitu ‘adopsi’ koala. Dalam situs resminya, Koala Hospital Port Macquarie mengunggah foto dan nama para koala yang terluka karena kebakaran. Donasi sejumlah $40 sampai $70 bisa kita berikan ke koala yang kita pilih. Nantinya, kita akan memperoleh e-certificate adopsi, lengkap dengan update rutin mengenai kondisi para koala yang akan dikirimkan langsung ke email kita.

Yuk sama-sama berdoa supaya di Australia cepat turun hujan dan supaya para korban mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Semoga bencana kebakaran ini cepat selesai dan tidak terjadi lagi, ya! (*)

Baca juga: Raih 'Best Actor' di Golden Globes, Joaquin Phoenix Singgung Kebakaran Australia
#PrayForAustralia: Status Darurat Kebakaran Ditetapkan Mulai 3 Januari 2020
Greta Thunberg Kritik Penanganan Kebakaran Di Australia

Artikel Terkait
Interest
P!nk dan Nicole Kidman Masing-masing Sumbang Rp 7 Miliar untuk Australia

Interest
#AuthorForFireys: Cara Pecinta Literasi Bantu Korban Kebakaran Australia

Current Issues
Awas Ketipu! Inilah 3 Berita Hoax Soal Kebakaran Australia