Entertainment

Diduga Terlibat Manipulasi Digital, Pledis Buka Suara Soal NU'EST W

Delima Pangaribuan

Posted on January 5th 2020

Diduga Terlibat Manipulasi Digital, Pledis Buka Suara Soal NU'EST W.

 

SBS baru saja menayangkan laporan yang cukup bikin dunia hiburan Korea Selatan gonjang-ganjing. Laporan tentang manipulasi chart itu ditayangkan dalam program 'Unanswered Question' episode "Dunia yang Dimanipulasi - Apakah Ini Sajaegi Digital? Atau Viral Marketing?".

'Sajaegi' sendiri berarti pembelian massal yang dilakukan untuk memanipulasi chart musik. Nah, ketika wawancara dengan narasumber yang disamarkan, terlihat salah satu e-mail yang diterima menyangkut nama salah satu grup yang sudah nggak asing lagi, NU'EST W.

Seperti isi program yang dikutip Soompi, NU'EST W diduga menang di beberapa acara musik dengan single 'Dejavu' melalui manipulasi chart digital pada Juli 2018 lalu. Akibat dugaan tersebut, Pledis Entertainment sebagai agensi yang menaungi NU'EST W pun memberikan pernyataan resmi. 

Pledis menyayangkan ketika wawancara dilakukan, program TV tersebut entah sengaja atau nggak juga memunculkan nama artis mereka. Penayangan tersebut menurut Pledis bisa berakibat buruk bagi NU'EST W, yang selama ini sudah bekerja keras. Berikut isi pernyataan lengkapnya dari Pledis.

"Halo, kami Pledis Entertainment. Ini pernyataan kami terkait konten yang disiarkan kemarin malam (4 Januari) di SBS 'Unanswered Questions' dengan judul 'Dunia yang Dimanipulasi - Apakah Digital Sajaegi? Atau Viral Marketing?'. Sebelumnya kami jelaskan posisi kami dalam permasalahan ini, bahwa dengan jelas kami mengumumkan agensi tidak berkaitan dengan tindakan ilegal atau kecurangan apa pun terhadap digital sajaegi.

Sangat disayangkan tayangan SBS 'Unanswered Questions', di mana ada pernyataan dengan narasi "Ada sejumlah bukti pembelian digital music salah satu artis yang tidak dia dengarkan atau tidak pernah dia beli" diucapkan dalam sebuah wawancara dengan seorang pria terkait dugaan digital sajaegi, e-mail yang diungkap dan bermasalah berhubungan dengan artis kami.

Artis kami yang sudah bekerja keras bertahun-tahun telah mengalami masalah serius dari fitnah, spekulasi, dan rumor yang tersebar selama 'Unanswered Questions' tayang.

Untuk itu, kami minta (program SBS) untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan produksi yang menayangkan nama grup kami sebagai "artis yang diduga melakukan digital sajaegi" di mana masalah itu tidak berkaitan dengan artis kami, dan untuk memperbaiki kesalahan dalam tayangan ulang. Terima kasih."

NU'EST W sendiri aktif selama kurang lebih dua tahun, 2017-2018 waktu salah satu member NUEST Hwang Minhyun bergabung sementara ke Wanna One. Selama itu, NU'EST W menghasilkan beberapa karya musik, salah satunya 'Dejavu' tahun 2018.

Berkat lagu itu dan albumnya 'Who You', NU'EST W berhasil meraih Artist of the Year dan Best Music Awards di ajang Asia Artist Awards 2018. Mereka juga meraih Disc Bonsang di Golden Disc Awards 2019. (*)

Diduga Terlibat Manipulasi Digital, Pledis Buka Suara Soal NU'EST W.

 

SBS baru saja menayangkan laporan yang cukup bikin dunia hiburan Korea Selatan gonjang-ganjing. Laporan tentang manipulasi chart itu ditayangkan dalam program 'Unanswered Question' episode "Dunia yang Dimanipulasi - Apakah Ini Sajaegi Digital? Atau Viral Marketing?".

'Sajaegi' sendiri berarti pembelian massal yang dilakukan untuk memanipulasi chart musik. Nah, ketika wawancara dengan narasumber yang disamarkan, terlihat salah satu e-mail yang diterima menyangkut nama salah satu grup yang sudah nggak asing lagi, NU'EST W.

Seperti isi program yang dikutip Soompi, NU'EST W diduga menang di beberapa acara musik dengan single 'Dejavu' melalui manipulasi chart digital pada Juli 2018 lalu. Akibat dugaan tersebut, Pledis Entertainment sebagai agensi yang menaungi NU'EST W pun memberikan pernyataan resmi. 

Pledis menyayangkan ketika wawancara dilakukan, program TV tersebut entah sengaja atau nggak juga memunculkan nama artis mereka. Penayangan tersebut menurut Pledis bisa berakibat buruk bagi NU'EST W, yang selama ini sudah bekerja keras. Berikut isi pernyataan lengkapnya dari Pledis.

"Halo, kami Pledis Entertainment. Ini pernyataan kami terkait konten yang disiarkan kemarin malam (4 Januari) di SBS 'Unanswered Questions' dengan judul 'Dunia yang Dimanipulasi - Apakah Digital Sajaegi? Atau Viral Marketing?'. Sebelumnya kami jelaskan posisi kami dalam permasalahan ini, bahwa dengan jelas kami mengumumkan agensi tidak berkaitan dengan tindakan ilegal atau kecurangan apa pun terhadap digital sajaegi.

Sangat disayangkan tayangan SBS 'Unanswered Questions', di mana ada pernyataan dengan narasi "Ada sejumlah bukti pembelian digital music salah satu artis yang tidak dia dengarkan atau tidak pernah dia beli" diucapkan dalam sebuah wawancara dengan seorang pria terkait dugaan digital sajaegi, e-mail yang diungkap dan bermasalah berhubungan dengan artis kami.

Artis kami yang sudah bekerja keras bertahun-tahun telah mengalami masalah serius dari fitnah, spekulasi, dan rumor yang tersebar selama 'Unanswered Questions' tayang.

Untuk itu, kami minta (program SBS) untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan produksi yang menayangkan nama grup kami sebagai "artis yang diduga melakukan digital sajaegi" di mana masalah itu tidak berkaitan dengan artis kami, dan untuk memperbaiki kesalahan dalam tayangan ulang. Terima kasih."

NU'EST W sendiri aktif selama kurang lebih dua tahun, 2017-2018 waktu salah satu member NUEST Hwang Minhyun bergabung sementara ke Wanna One. Selama itu, NU'EST W menghasilkan beberapa karya musik, salah satunya 'Dejavu' tahun 2018.

Berkat lagu itu dan albumnya 'Who You', NU'EST W berhasil meraih Artist of the Year dan Best Music Awards di ajang Asia Artist Awards 2018. Mereka juga meraih Disc Bonsang di Golden Disc Awards 2019. (*)

Related Articles
Entertainment
Mulai IU sampai Sunmi Komentari Sajaegi yang Dibahas SBS 'Unanswered Questions'

Interest
Ramai Dibicarakan, Sebenarnya Apa Itu 'Sajaegi'?

Entertainment
Apa Jadinya Kalau BigHit Beneran Akuisisi Pledis?