Current Issues

Trending Google 2019: Film Luar Didominasi Superhero, Lokal Kisah Melegenda

Drian Bintang

Posted on December 30th 2019

 

Tak terasa 2019 segera berakhir. Beragam film dari berbagai genre pun telah menghiasi layar lebar selama setahun. Google merangkum 10 film yang masuk ke dalam top search yang trending dalam setahun terakhir.

Tidak hanya film dari luar negeri saja yang masuk dalam pencarian warga Indonesia. Beberapa film karya anak muda Tanah Air, juga sempat menjadi top search di mesin pencarian yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia ini.

Film besutan Todd Phillips ini menduduki urutan pertama sebagai film yang paling banyak dicari oleh warga Indonesia selama setahun terakhir. Film ini juga dinobatkan sebagai film berating ‘R’ yang paling banyak memperoleh keuntungan.

Pendapatan total film ini tembus USD 900 juta, baik dari dalam negeri (Amerika Serikat) maupun pemutarannya di seluruh dunia. Film ini berhasil menggeser 'Deadpool' (USD 783 juta) dan 'Deadpool 2' (USD 785 juta).

Filmnya sendiri bercerita tentang salah satu kemungkinan kronologi munculnya Joker. Karena berasal dari berbagai multiverse, dan Joker sendiri memiliki berbagai kepribadian, versi ini menjadi salah satu origins-nya yang paling terkenal.

Mengadaptasi komik The Killing Joke, 'Joker' berporos kepada seorang badut bernama Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) yang memiliki mental illness dan gangguan kesehatan yang membuatnya tak bisa mengontrol tawa. Lelah dengan kekejaman dunia, Arthur memilih untuk berhenti menjadi sosok protagonis dan justru dijadikan ikon riot rakyat Gotham. 

 

Masih dengan film bertajuk pahlawan super, film ini berasal dari musuh bebuyutan DC Comic (publisher yang menaungi Joker). Film ini menceritakan bagaimana Captain Marvel mendapatkan kekuatannya untuk pertama kali.

Dengan menggunakan alur kilas balik di beberapa adegan, Vers (Brie Larson) diceritakan di film sudah mendapatkan kekuatan supernya dan bergabung dengan pasukan dari Planet Kree. Ditugaskan untuk memerangi bangsa Skrull, dia pun mengikuti arahan dari atasannya Yon-Rogg yang diperankan oleh Jude Law tanpa tahu apa-apa.

Hingga akhirnya, Vers mengetahui identitas dirinya sebenarnya, yakni seorang tentara Angakatan Udara (AU) dari Bumi, yang bernama Carol Danver. Ia juga mengetahui bahwa selama ini Kree-lah yang memiliki niat jahat menghapuskan peradaban Skrull, dan menghancurkan planetnya.

Carol lantas berbalik arah menyerang mantan rekannya, Yon-Rogg dan kawan-kawannya yang juga hendak mencelakainya. Film ini berlatar belakang sebelum 'Avengers: Endgame' terjadi, tepatnya pada 1995.

 

Kembali ke kisah pahlawan dari DC Comic, Shazam menempati urutan ketiga sebagai film yang paling banyak dicari oleh masyarakat Indonesia. Dalam sejarahnya, sebenarnya pahlawan ini memiliki nama lain selain Shazam.

Di dalam komik ‘90an dulu, karakter ini muncul dengan nama Captain Marvel. Sayangnya, pada saat yang bersamaan Marvel Comic juga menciptakan seorang pahlawan yang memiliki nama yang sama. Bedanya, Captain Marvel dari DC ini memiliki kekuatan yang diwariskan oleh seorang penyihir.

Billy Batson yang diperankan oleh Asher Angel ini akan mendapatkan kekuatan dari enam dewa dari Yunani, ketika dia meneriakkan kata 'Shazam!'. Kata kunci itu sendiri merupakan gabungan dari keenam dewa Yunani.

Billy mendapatkan kepintaran dari dewa Solomon, kekuatan dari Hercules, stamina tiada dua seperti Atlas, kesaktian Zeus dalam mengendalikan petir, keberanian Achilles, dan kecepatan yang sama seperti dewa pembawa pesan Mercury.

Sedangkan —saat itu— Captain Marvel dari Marvel hanyalah seorang pria bernama Marvell yang berasal dari Kree, dan memiliki kekuatan yang kemudian akan diturunkan ke Carol Danver. Karena satu dan dua hal, pahlawan yang berasal dari DC ini pun harus mengalah dan mengubah namanya menjadi Shazam!.

 

Seperti namanya film ini bercerita tentang terusan nasib John Wick. Seorang mantan pembunuh bayaran yang mencoba untuk keluar dari dunia yang selama ini dia salami. Seakan tidak diizinkan untuk pensiun, kepalanya pun menjadi incaran pembunuh bayaran lainnya yang memiliki pekerjaan yang sama seperti dirinya.

John yang sudah membunuh banyak sekali petinggi-petinggi mafia ini pun harus berjuang sekuat tenaga keluar dari kubangan lumpur yang selama ini menjeratnya. 

Ada yang spesial memang dalam trilogi film John Wick yang satu ini. Tidak hanya menyuguhkan hand in hand combat yang membuat penonton melongo melihatnya. Film ini juga menggunakan pesilat handal dari Indonesia untuk bermain di film ini. Keduanya adalah Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhian.

Seperti yang kita tahu, Yayan merupakan orang yang sempat membintangi salah satu film aksi asal Indonesia, 'The Raid'. Penampilannya sebagai Mad Dog, cukup mengagumkan sehingga membuat Keanu Reeves juga merasa terhormat untuk bermain dengan Yayan dan Cecep. Hal tersebut sempat dia utarakan di sebuah interview di sebuah media, dan menjadi trending di Indonesia.

 

 

Bumi Manusia

Ini merupakan film Indonesia pertama yang masuk dalam daftar pencarian tertinggi selama setahun terakhir di Google. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo tersebut, merupakan adaptasi dari novel legendaris yang ditulis oleh penulis legendaris Indonesia juga, Pramoedya Ananta Toer. Dari keseluruhan novel tersebut, ditulis kembali oleh Salman Aristo untuk menjadi sebuah naskah yang bisa difilmkan.

Film ini bercerita tentang seorang pemuda asli Indonesia yang bernama Minke (Iqbaal Ramadhan) yang terpesona oleh kemajuan teknologi yang terjadi di Eropa. Sedangkan dalam saat yang bersamaan, dia juga ingin membela tanah airnya.

Filmnya turut mengisahkan cerita cintanya dengan seorang gadis bernama Annelies yang diperankan oleh Mawar Eva de Jongh. Uniknya, ketika pemutaran film ini penonton diminta untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum melihat film secara keseluruhan di layar lebar.

 

Seperti tidak mau kalah dengan Avengers dan Justice League, saat ini Indonesia memiliki pahlawannya sendiri, berdasarkan komik dan pahlawan super yang ditulis oleh Harya Suraminata. Joko Anwar tertarik untuk membangun sebuah film yang menceritakan tentang pahlawan super tersebut.

Memiliki masa lalu yang sangat kelam, Sancaka yang diperankan oleh Abimana Aryasatya ini ternyata memiliki keterikatan sendiri dengan petir. Karena pernah disambar petir semasa kecilnya, Sancaka pun menjadi seorang pribadi yang sangat takut dengan petir, sekalipun dia sudah dewasa. Hingga akhirnya Sancaka pun diharuskan untuk menghadapi rasa takutnya sendiri, dan mendapatkan kekuatan dari petir tersebut.

Film ini merupakan pembukaan dari beberapa film pahlawan super lainnya yang akan dibesut oleh beberapa sutradara Indonesia. Mereka membentuk sebuah universe tersendiri yakni Jagat Sinema Bumilangit, untuk menyaingi Marvel Cinematic Universe (MCU).

 

Kembali menyutradarai film Horor, Joko Anwar tidak hanya berhasil membuat bulu kuduk penonton berdiri di film ini. Dia juga berhasil membuat penonton yang melihat film ini nyengar-nyengir jijik sendiri melihat beberapa adegan berdarah yang ada di dalamnya.

Film ini bercerita tentang seorang perempuan yang tinggal di Jakarta bernama Maya (Tara Basro). Tanpa dia ketahui, ternyata selama ini dia merupakan pewaris keluarga yang cukup ningrat di sebuah pedesaan.

Karena terdesak keadaan finansial, dia pun memutuskan untuk kembali menulusuri latar belakangnya bersama sahabat baiknya Dini yang diperankan oleh Marissa Anita. Tidak hanya mengetahui bahwa dia memiliki rumah keluarga yang sangat besar, Maya juga mengetahui bahwa desa tersebut dikutuk karena kelahirannya dulu.

Maya dulu merupakan anak dari seorang dalang dan sinden ternama di desa. Tidak lahir secara sempurna, Maya terlahir dengan kulit yang rusak di sekujur tubuhnya. Ayahnya yang diketahui bernama Donowongso (Zidni Hakim) pun harus mengorbankan tiga gadis desa setempat untuk dibunuh dan dikuliti.

Kulit mereka kemudian dia gunakan sebagai bahan dasar membuat wayang yang selama ini dia gunakan untuk pentas. Dengan persembahan itu lah, anaknya bisa memiliki kulit seperti layaknya orang pada umumnya.

 

Mengakhiri 10 tahun kejayaannya, Marvel meluncurkan sekuel terakhir dari film Avengers, bertajuk 'Avengers: Endgame'. Film ini melanjutkan film sebelumnya, di mana Thanos menghilangkan setengah dari makhluk hidup yang ada di seluruh dunia.

Avengers yang tersisa pun mencoba segala cara untuk mengembalikan mereka yang telah hilang, karena jentikkan tangan Thanos. Salah satunya, adalah dengan melakukan perjalanan kembali ke masa lalu. Untuk mendapatkan kembali semua infinity stones yang pernah didapat oleh Thanos sebelumnya, dan mengembalikan semua makhluk hidup.

Thanos coba menghentikan usaha Avengers dalam mengembalikan keadaan. Pertarungan antar pahlawan terbesar pun terjadi di film ini. Semua superhero yang pernah muncul di film Marvel datang melawan pasukan Thanos. Sayangnya meskipun berakhir dengan bahagia, pertempuran tersebut tetap memakan korban. Salah satunya, adalah Iron Man Tony Stark (Robert Downey Jr), dan Black Widow Natasha Romanoff (Scarlet Johanson) yang harus mengorbankan diri untuk mendapatkan soul stone.

Sekuel dari Spider-Man ini menceritakan kisah Peter Parker (Tom Holland) setelah dia kembali dari pemusnahan yang dilakukan Thanos. Kini dia mendapatkan kesempatan untuk keluar dari Amerika Serikat, dan melakukan studi tur keliling beberapa negara di Eropa.

Seperti tidak bisa diberi kesempatan untuk beristirahat, Peter harus kembali mengenakan topengnya dan melawan penjahat yang memiliki kekuatan tipu daya bernama Mysterio (Jake Gyllenhal).

Penggemar sempat dibuat kaget oleh pengumuman Sony bahwa ini merupakan film terakhir Tom Holland sebagai Spider-Man. Soalnya, kontrak yang mereka lakukan dengan Disney sudah berakhir.

Disney akhrinya kembali memperpanjang kontrak tersebut, sehingga setidaknya Tom masih bisa bermain dalam satu lagi standalone film Spider-Man, dan masuk sebagai cameo di salah satu film besutan Marvel. Pengumuman tersebut tentu saja membuat penggemarnya lega.

 

Diadaptasi dari serial yang memiliki nama yang sama, film ini ditayangkan pada 29 November 2018 lalu dengan pemeran yang berbeda. Kali ini, Ringgo Agus Rahman berperan sebagai Abah, Nirina Zubir berperan sebagai Emak, Adhisty Zara sebagai Euis, dan Widuri Sasono sebagai Cemara.

Film ini menceritakan bagaimana pertama kali Keluarga Cemara jatuh miskin. Sehingga membuat seluruh keluarga terpaksa harus pindah dari Jakarta ke sebuah desa tempat Abah dulu dibesarkan. Film yang sarat akan kekeluargaan ini mendapatkan respon yang positif. Mengingat ternyata filmnya juga berhasil diadaptasi dengan baik.

Bagi kalian yang lahir di pertengahan atau akhir tahun ‘90an. Film ini seakan memberikan kilas balik, di mana pertama kali melihat Keluarga Cemara dan melihat konflik-konflik sederhana ala keluarga yang disajikan dengan apik dan sederhana pula.

Film ini berhasil memikat mereka yang menonton Keluarga Cemara saat itu, juga mereka yang tidak pernah melihat Keluarga Cemara sama sekali. Karena filmnya bisa diikuti tanpa harus mengetahui apa yang terjadi di versinya sebelumnya. (*)

Baca juga:

 

 

 
Related Articles
Current Issues
Trending Google 2019: Kepergian 10 Tokoh ini Beritanya Paling Banyak Dicari

Current Issues
Trending Google 2019: Bucin Sampai Unicorn Jadi Istilah Paling Banyak Dicari

Current Issues
Trending Google 2019: Resep 'Pisang Nugget' Banyak Dicari karena Jokowi