Current Issues

Hilangnya Irwansyah si 'Meriam Aceh' dan Ketemunya Martunis 'Ronaldo'

Peringatan 15 Tahun Tsunami Aceh

Mainmain.id

Posted on December 26th 2019

Musibah seringkali bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi meninggalkan duka mendalam, di sisi lain kadang terselip hikmah yang luar biasa. Itu juga yang terjadi di dunia sepak bola Aceh pasca terjadinya tsunami 2004.

Gempa dan tsunami dahsyat yang menerjang Aceh tepat 15 tahun lalu, 26 Desember 2004 menewaskan 170 ribu warga (baca juga: 15 Tahun Lalu Gempa dan Tsunami Dahsyat di Aceh Tewaskan 170 Ribu Orang). Satu di antara 170 ribu warga itu adalah bintang sepak bola kebanggaan Aceh, Irwansyah.

Kalian yang lahir 2000-an mungkin tak banyak mengenal sosok yang satu ini. Mungkin ketika menyebut nama Irwansyah, pikiran kalian tertuju pada artis cakep itu.

Aceh memang punya banyak pemain sepak bola berbakat. Salah satunya yang ngetop di era Perserikatan hingga Liga Indonesia (Ligina) adalah Irwansyah.

Meskipun berada di klub medioker seperti Persiraja, tapi Irwansyah selalu membuat warga Aceh bangga dengan capaian pribadinya. Namanya kerap masuk di jajaran top skor Liga Indonesia.

Selama 4 musim berlaga di Ligina, Irwansyah tercatat membukukan 54 gol. Rinciannya Ligina 1 1994/1995 (17 gol), Ligina II 1995/1996 (18 gol), Ligina III 1996/1997 (13 gol) dan Ligina IV 1997/1998 (6 gol). Catatan apik itu membuat pemain kelahiran 19 Mei 1975 tersebut pernah dipanggil skuad timnas merah putih untuk seleksi SEA Games 1997.

Dikutip dari Bolasport, Irwansyah juga pernah dipercaya masuk skuad timnas untuk kualifikasi Piala Dunia 1998. Saat itu timnas Indonesia diarsiteki pelatih asal Belanda, Henk Wullems.

Kepercayaan Wullems tak sia-siakan pemain yang kerap dijuluki meriam dari Aceh ini. Namanya tercatat sebagai pencetak gol Indonesia ke gawang Arab Saudi pada Kualifikasi Piala Dunia 1998.

Yang membuat nama Irwansyah tak bisa dilupakan oleh publik tanah air adalah kesetiaannya pada klub tanah kelahirannya, Aceh. Dalam karir profesionalnya Irwansyah tak pernah pindah klub. Itu dilakukan bukan karena tak ada klub lain yang meliriknya.

Bolasport pernah menurunkan tulisan terkait Irwansyah melalui wawancara dengan pelatih Persiraja Banda Aceh musim 2017, Akhyar Ilyas. Akhyar menuturkan bahwa sebenarnya Irwansyah pernah sangat diminati Persib, Persebaya, dan Semen Padang. Tapi tawaran itu tak dihiraukan Irwansyah. Padahal ada iming-iming luar biasa dari salah satu klub tersebut. Hingga akhir hayatnya, Irwansyah tetap bangga dengan kostum Persiraja.

Irwansyah memang termasuk korban tewas akibat tsunami Aceh 2004. Jasadnya hilang tersapu tsunami. Saat kejadian, Irwansyah sedang di rumahnya di kawasan Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Desa tersebut tak jauh dari Pelabuhan Ulee Lheue yang menjadi daerah paling parah dihantam tsunami.

Ketika publik tanah air sedih karena kehilangan sosok Irwansyah akibat bencana tsunami Aceh, datanglah sesosok anak kecil bernama Martunis. Martunis yang saat itu berusia 7 tahun itu termasuk korban tsunami Aceh. Keluarganya meninggal dunia tersapu tsunami.

Sesaat sebelum tsunami menghujam Aceh, Martunis pamit ke orang tuanya berangkat bermain sepak bola bersama anak-anak kampung. Dengan bangganya dia menggunakan jersey timnas Portugal kw bertuliskan Ronaldo (Cristiano Ronaldo).

Ketika tsunami menerjang Aceh, Tuhan menyelamatkan bocah kecil ini. Dia ditemukan relawan dalam kondisi yang miris. Menangis karena kebingungan mencari keluarganya. Jersey Portugal kw dengan name set Ronaldo masih terpakai di badannya.

Berita Martunis tersebar ke seluruh dunia. Sang bintang Cristiano Ronaldo (CR 7) terhenyak. Dia pun mendatangi Aceh untuk bertemu dengan bocah kecil yang begitu mengidolakannya itu.

Sampai akhirnya CR 7 --yang memang dikenal dermawan-- menjadikan Martunis sebagai anak angkat. Martunis sempat diboyong untuk mendapatkan pembinaan sepak bola di Portugal. Tapi Tuhan sepertinya tak menggariskan Martunis di jalan sepak bola.

Cidera membuat Martunis tak bisa menjalani profesi sebagai pesepak bola profesional dengan baik. Dia kini justru banyak menekuni profesi sebagai Youtubers. Pada 15 tahun peringatan tsunami Aceh ini, Martunis mengunggah kenangannya bersama Ronaldo.

Mungkin 15 tahun peringatan tsunami Aceh ini bisa terasa spesial di kalangan pecinta sepak bola di bumi Serambi Makkah. Sebab, tahun ini pula tim kebanggaan mereka Persiraja bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
15 Tahun Lalu Gempa dan Tsunami Dahsyat di Aceh Tewaskan 170 Ribu Orang

Sport
Setelah 66 Tahun Timnas Indonesia Kembali Ditangani Pelatih Asia

Sport
Di Balik Foto Messi dan Ronaldo Milik Louis Vuitton