Sport

Panen Tiga Emas di SEA Games 2019, Bonus Tembus Rp1,6 Miliar

Shava

Posted on December 23rd 2019

Dea Salsabila Putri menjadi salah satu atlet Indonesia yang panen emas di SEA Games 2019. Bertanding di cabang olahraga modern pentathlon, dia mendulang tiga emas dari disiplin women’s beach laser run individual, women’s beach triathle individual, dan mixed beach triathle relay.

Modern pentathlon menggabungkan lima disiplin olahraga, yakni anggar, renang, berkuda, menembak, dan lari. Modern pentathlon sudah dilombakan di Olimpiade sejak 1912 silam. Kejuaraan dunia pentathlon kali pertama digelar pada 1949.

Modern pentathlon sudah dilombakan di Asian Games 1994, dan berlanjut pada 2002. Cabang olahraga ini mulai rutin dilombakan di Asian Games 2010, 2014, dan 2018 kemarin. Sementara untuk wilayah Asia Tenggara, modern pentathlon baru dilombakan di SEA Games 2019.

Dea Salsabila mengaku baru menggeluti olahraga ini dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, dia adalah atlet atletik. "Saya sebenarnya ditarget dua perak. Alhamdulillah bisa tembus tiga emas," ceritanyi kepada Mainmain.id, Minggu (22/12) malam.

Persiapan yang dilakukan pun berat. Dea menjalani pemusatan latihan di Jakarta selama beberapa bulan. Mental mahasiswa semester 7 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini sempat drop karena gagal meraih medali di Asian Games 2018.

"Kemudian saya mengevaluasi diri. Saya mencari apa yang kurang dari diri saya. Ternyata masalah menembak. Setelah itu saya menambah porsi latihan menembak saya. Pelatih pun mendukung langkah ini," ungkapnyi saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Masalah mental juga sempat menjadi ganjalan ketika berlaga di SEA Games 2019. Rasa deg-degan kian menjadi karena Dea menjadi penampil pertama untuk kontingen Indonesia. Sang pelatih lah yang menguatkan mentalnyi.

"Pelatih meminta saya untuk relaks. Tetap tenang. Pelatih juga yakin saya bisa meraih emas. Terbukti saya bisa melakukannya," bilang Dea.

Hasil kerja kerasnyi berbuah manis. Dea berhasil membawa pulang tiga emas dari SEA Games yang digelar Filipina itu. Bonus yang diterima, baik dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, berjumlah lebih dari Rp 1,5 miliar.

Rencananya, sebagian uang bonus tersebut akan digunakan untuk memberangkatkan gaji kedua orang tuanyi, yakni Johar Suharto, dan Nur Saidah. "Selain itu, saya juga ingin membeli rumah," ungkap Dea.

Kini dia sedang menjalani pemusatan latihan di Australia. Dea mengungkapkan bahwa kesempatannya untuk berlaga di Olimpiade 2020 sudah tertutup. Sebab poin yang dikumpulkan belum cukup untuk mendapatkan tiket berlaga di Tokyo, Jepang.

"Kalau di Tokyo masih belum. Mudah-mudahan saya bisa bertanding di Olimpiade Paris, 2024 nanti," harapnyi.

Related Articles
Sport
Korbankan Medali Emas Demi Selamatkan Atlet Indonesia

Sport
Indra Sjafri Siap Latih Timnas Senior

Sport
Thailand Raih Emas Kedua SEA Games 2019, Filipina Sudah Ketiga