Entertainment

REVIEW: 'Star Wars: The Rise of Skywalker' Jawab Pertanyaan Film Sebelumnya

Drian Bintang

Posted on December 22nd 2019

'Star Wars: The Rise of Skywalker' menjadi episode pamungkas dari trilogi Star Wars yang kembali difilmkan pada 2015 lalu. (Eskimotv)

 

Disney resmi mengeluarkan film terakhir dari Trilogi Star Wars, yang kembali difilmkan semenjak 2015 lalu. Episode ke-9 dari rangkaian film Star Wars itu dinamai 'Star Wars: The Rise of Skywalker'. Kali ini, Tim Mainmain.id akan memberi ulasan tentang film besutan dari J. J. Abrahams tersebut.

Berbeda dari kedua film sebelumnya, kali ini film Star Wars banyak menuai review negatif. Baik dari beberapa media internasional, juga dari penggemar yang mengulas di Twitter dan Instagram. Banyak yang berkomentar, sebenarnya Disney dan Lucas Film tidak perlu melanjutkan episode Star Wars hingga ke episode 9. Pemungkas trilogi film Star Wars ini kemudian dianggap merusak kedua film sebelumnya.

Padahal, menurut saya pribadi sebagai penggemar film Star Wars, episode ke-9 ini justru menjawab semua pertanyaan yang muncul dibenak saya di beberapa film sebelumnya. Tentang asal-usul Rey, nasib dari pasukan resistance menghadapi First Order, hingga nasib keluarga Solo sebagai penerus keluarga Skywalker.

Film ini memang tidak sepenuhnya menjelaskan tentang sejarah keluarga Skywalker, seperti namanya. Padahal mungkin, itu yang menjadi ekspektasi para penggemar ketika pertama kali membeli tiketnya untuk menonton. Keluarga Skywalker memang memiliki daya tarik tersendiri, semenjak pertama kali Star Wars ada. Kisah tentang Luke dan Anakin, menjadi poros film Star Wars dari episode 1-6.

Namun, J. J. Abraham memiliki caranya sendiri dalam menceritakan kelanjutan dari kisah keluarga Skywalker. Di sini, dia menceritakannya melalui keluarga Skywalker yang tersisa. Leia Organa, yang dimainkan oleh mendiang Carrie Fisher dan Ben Solo, alias Kylo Ren, yang dimainkan oleh Adam Driver. Dia mengakhiri generasi Skywalker, dengan membunuh kedua karakter tersebut. Leia meninggal karena berusaha menyadarkan anaknya. Sedangkan Ben meninggal ketika dia mencoba memberikan healing kepada Rey yang baru saja melawan Palpatine.

 

 

Hanya saja, generasi Skywalker tidak ikut mati setelah kedua karakter tersebut menghilang dari universe Star Wars. Rey yang sejatinya merupakan cucu dari petinggi Sith, Palpatine, kemudian mengganti nama terakhirnya menjadi Skywalker ketika dia dibaptis oleh arwah Luke Skywalker menjadi Jedi. Nama ‘The Rise of Skywalker’ sendiri diambil dari bangkit kembalinya keluarga Skywalker. Setelah Rey mengganti nama keluarganya. Kini dia menjadi satu-satunya penerus Skywalker yang masih hidup. Setelah Ben dan Leia meninggal, dan bersatu dengan force.

Tidak hanya kemunculan mengejutkan dari Palpatine yang hidup kembali, dan munculnya Luke Skywalker sebagai roh yang bisa berbicara dengan Rey. Di film ini, juga ada kemunculan roh Han Solo yang hadir sebagai halusinasi Ben seusai bertarung dengan Rey. Dia mengingatkan kepada anaknya, bahwa dia masih bisa kembali ke jalan yang benar. Setelah sekian lama terjerumus ke Dark Force, dan menjadi Kylo Ren.

Itu kemudian menjadi titik balik Kylo Ren, untuk kembali menjadi Ben Solo. Dia pun datang ke Exegol untuk menyelamatkan Rey yang sedang bertarung dengan kakeknya. Menjadi seorang Ben Solo, ternyata tidak membuatnya melupakan kemampuannya untuk bertarung. Dibantu oleh Rey ketika melakukan force bond, Ben bertarung melawan Kinght of Ren menggunakan lightsaber milik ibunya, Leia Organa.

 

Pertarungan Kylo Ren dan rey, di atas Death Star yang sudah rusak. (CNN)

 

Film ini memang tidak henti-hentinya memunculkan karakter lawan untuk kembali bermain di episode 9. J. J. Abraham juga mengundang Billy Dee Williams untuk kembali menjadi Lando Calrissian. Karakter yang digambarkan sebagai teman baik dari Han Solo itu, kembali ke pasukan resistance untuk meyakinkan Poe Dameron yang dimainkan oleh Oscar Isaac setelah diminta untuk menggantikan Leia sebagai Jenderal di pasukan resistance.

Lando memegang peran yang penting di episode 9 ini. Tidak hanya dia kembali mengemudikan Millenium Falcon, bersama dengan Chewbacca. Lando juga ditugasi oleh Poe untuk mengumpulkan bantuan sebanyak mungkin dari planet-planet yang membenci Final Order. Ketika resistance hampir sekarat, Lando kemudian datang dengan ribuan pasukan yang telah dia himpun. Termasuk Zorii Bliss yang dimainkan oleh Keri Russell yang berhasil selamat, setelah Kijimi dihancurkan oleh salah satu kapal Death Star.

Untuk sebuah film yang berhasil menjadi jawaban dari semua misteri siapa orang tua Rey, dan kelanjutan dari nasib para pasukan resistance. Film ini menurut saya pantas untuk diacungi jempol. Bagi saya, hingga kini, Star Wars memang tidak pernah mengecewakan. (*)

Related Articles
Entertainment
Legenda Baru di Star Wars: The Rise of Skywalker

Interest
Disneyland Jual Lightsaber Luke Skywalker dan Ben Solo

Interest
Barang Bekas Syuting Star Wars Dilelang, Ada Helm Imperial Stormtrooper Loh!