Sport

Persebaya U-19 Bagikan Pengalaman Latihan di Inggris dalam Genio Youth Fest 2019

Dilanjut Nobar Persebaya vs Badak Lampung

Delya Oktovie Apsari

Posted on December 21st 2019

Tiga punggawa Young Green Force datang ke City of Tomorrow (Cito), Sabtu (21/12). Mereka adalah Rizky Ridho, Supriadi, dan Rizky Afryan. Mereka tak sedang berbelanja atau hangout. Tapi mereka menyapa anak-anak muda yang mendatangi event Genio Youth Fest 2019.

Tepuk tangan meriah menyambut ketiganya ketika naik ke atas panggung. Dalam acara Meet and Greet itu, ketiganya tak hanya bercerita tentang Persebaya. Tapi mereka juga mengajak ngobrol langsung para pengunjung Genio Youth Fest 2019. Para pengunjung diberi kesempatan untuk bertanya pada ketiganya.

 

Kesempatan itu tak disia-siakan oleh pengunjung. Salah satu bonek pun meminta punggawa Persebaya U-19 itu bercerita tentang pengalamannya ketika berlatih di Inggris. Pertanyaan ini langsung dijawab oleh Supriadi.

"Waktu latihan di Inggris lima bulan, saya dapat pelajaran soal disiplin hidup dan bermain," tutur remaja yang juga skaud Timnas muda itu.

Setelah berbincang-bincang soal pengalaman di Inggris, mereka juga cerita tentang bagaimana kondisi kehidupan pemain bola saat ini yang makin membaik.

"Pemain bola di Indonesia sudah mulai dihargai, bisa lah buat beli jajan sehari-hari," ucap Rizky Ridho.

Setelah Rizky bicara begitu, Supriadi ikut menimpali. Dia memotivasi agar anak muda tidak gampang patah semangat dalam meraih mimpi.

"Sebagai anak muda, kita harus melakukan hal yang positif. Mudah-mudahan jika melakukan hal yang positif bisa membalas jasa-jasa orangtua yang sudah membesarkan kita," imbuhnya.

Setelah sesi Meet and Greet selesai, mereka berfoto-foto dan segera meninggalkan panggung. Sebab, main stage yang mereka tempati diubah menjadi arena nonton bareng laga Persebaya vs Perseru Badak Lampung FC. Laga yang digelar di Gelora Bung Tomo (GBT) itu merupakan pertandingan pamungkas bagi kedua tim di Liga 1.

Perseru Badak Lampung FC sudah tak punya target apapun di laga itu. Sebab langkah mereka di Liga 1 sudah berakhir. Mereka harus turun kasta musim depan. Sementara Persebaya punya ambisi besar meraih kemenangan untuk mengamankan posisi runner up.

Suguhan nonton bareng dari MPM Honda itu pun sangat dinanti para pengunjung Cito. Sebab meskipun digelar di GBT, tapi masyarakat Surabaya tak bisa nonton langsung ke stadion. Sebab laga itu digelar tanpa penonton karena sanksi dari PSSI. Para pengunjung mengerubungi atrium Cito yang menjadi arena nobar. Ada yang rela duduk di atas karpet, ada pula yang menonton sambil berdiri.

Meskipun diunggulkan, tapi permainan Persebaya membuat para penonton dagdigdug. Sebab pasukan asuhan Aji Santoso ini tak kunjung membuat gol sampai babak pertama berakhir.

Penonton sempat bersorak ketika striker Persebaya David da Silva lolos dari jebakan offiside dan mendapatkan kesempatan one on one dengan kiper Perseru Badak Lampung FC. Sayangnya 'Cak Gundul' --panggilan sayang Bonek untuk David-- gagal mengkonversi peluang berlian 24 karat itu menjadi gol. Wajah para penonton pun seketika tampak kecewa dengan kegagalan David tersebut. Skor babak pertama pun berakhir kacamata.

Wajah-wajah tegang terlihat dari penonton ketika Perseru Badak Lampung FC malah bisa menceploskan gol ke gawan Persebaya yang dijaga Miswar Saputra di menit 58. Gol tim tamu diciptakan Aulia Hidayat.

Ketegangan para penonton makin menjadi ketika sejumlah peluang gagal dimanfaatkan para pemain Persebaya. Tapi mereka sedikit lega ketika wasit menunjuk titik putih karena adanya handsball di kotak penalti Perseru Badak Lampung FC. David yang bertindak sebagai algojo tak menyiakan kesempatan itu. Bola disontekkan ke sudut kanan gawang Perseru Badak Lampung. Gooool!

Tapi, wajah para penonton tetap tegang. Sebab dengan hasil seri itu, Persebaya bisa dipastikan tak bisa berebut posisi runner up. Hingga pertandingan tinggal enam menit, kedudukan masih sama imbang 1-1.

Hingga akhirnya David da Silva berhasil menggetarkan gawang Perseru Badak Lampung FC melalui sundulannya setelah menerima krosing dari sisi kiri. Goool!

Para penonton pun puas. Persebaya akhirnya bisa memang, meskipun belum bisa memastikan bisa menjadi runner up atau tidak. Sebab hasil akhir dari klasemen Liga 1 musim ini masih ditentukan oleh pertandingan antara Borneo FC melawan Persipura.(*)

 
Artikel Terkait
Interest
Yuk Meet and Greet Persebaya U-19 Besok di Genio Youth Fest!

Sport
Wonderkid Persebaya Tak Sabar Latihan Bersama

Sport
Gembleng Mental dari Pengalaman Main di Tambaksari