Current Issues

Inilah Kisah dari 5 Film Berdurasi Paling Lama di Dunia

Film Ambiance yang Berdurasi 30 Hari Tak Akan Pecahkan Rekor

Faanissaa

Posted on December 20th 2019

Anders Weberg menjadi perhatian dunia gara-gara film Ambiance yang akan tayang 31 Desember 2020 nanti. Namun, film dengan durasi 1 bulan alias 30 hari itu tidak akan memecahkan rekor dunia. Sebab ada yang jauh lebih lama, yakni 35 hari.

Inilah daftar 5 film terpanjang sepanjang sejarah, dilansir dari berbagai sumber.

Rekor dunia untuk film terpanjang masih dipegang Logistics atau  Logistics Art Project yang dirilis 2012 lalu.  Erika Magnusson dan Daniel Andersson lah pembuat ide gila itu. Mereka berhasil memproduksi film dengan durasi 51.420 menit  atau 857 jam atau 35 hari 17 jam.

Ide itu datang empat tahun sebelum film ditayangkan. Erika dan Daniel bertanya-tanya darimana datangnya peralatan elektronik modern yang menemani mereka selama ini. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti perjalanan pembuatan pedometer. Itu adalah alat sederhana yang digunakan untuk mengukur langkah manusia.

Mereka menyusuri asal muasal benda kecil itu. Namun kronologinya berjalan terbalik. Dalam urutan kronologis terbalik dari penjualan akhir kembali ke asal dan pembuatannya. Rute perjalanan dimulai di Stockholm, kemudian dilanjutkan melalui Insjön, Gothenburg, Bremerhaven, Rotterdam, Algeciras, Málaga, dan selesai di Shenzhen di pabrikan di Bao'an Tiongkok.

Yang mendanai perjalanan ini adalah Innovativ Kultur Foundation dan Kulturbryggan. Untuk memudahkan penonton, film ini ditayangkan secara realtime. Film ini juga diputar di Perpustakaan Kota Uppsala dari 1 Desember 2012 hingga 6 Januari 2013, di The House of Culture, Stockholm, dana ditayangkan perdana di Fringe Film Festival Shenzhen 2014.

 

Sekelompok seniman dari Denmark Superflex membuat. Saat ini adalah film terpanjang kedua yang pernah dibuat, berlangsung 240 jam (10 hari). Film ini menunjukkan bagaimana gedung markas Stora Enso di Helsinki yang meriupakan simbol arsitektur dan ideologis pada akhirnya akan rusak secara perlahan selama seribu tahun ke depan. Intinya, tak ada yang abadi.

Film ini pertama kali ditampilkan di Helsinki Market Square pada layar LED dengan luas 40 meter persegi. Orang yang menonton bisa melihat bangunan asli dengan video kehancuran gedung itu.

 

Film ini menceriakan perjalanan Ai Weiwei di Kota Beijing, tempat tinggalnya. Dalam perjalanannya dia ditemani asistennya Liang Ye dan Yang Zhichao serta seorang sopir bernama Wu. Dia memasang kamera pada kendaraan yang dia kenakan lalu mengitari setiap lorong jalan di sepanjang jalan lingkar Peking.

Weiwei ingin menunjukkan bagaimana kehidupan Beijing dan orang-orangnya. Perjalanannya mulai pada 18 Oktober 2003 dan berlangsung selama 16 hari.

Dimulai di bawah persimpangan jalan raya Dabeiyao. Mereka menempuh 2.400 kilometer dan kembali lagi di Dabeiyao. Semua tantangan dan kesabaran dalam pembuatan itu menjadi makna film itu. Kota Beijing menyimpan sejuta cerita yang sebenarnya tak bisa diungkapkan melalui film berdurasi 150 jam itu.

 

Cinématon adalah film karya sutradara Prancis Gérard Courant. Isinya adalah potret wajah orang-orang yang diambil selaa 40 tahun (1978-2009). Sebanyak 3.111 foto ditampilkan. Masing-masing berdurasi 3 menit dan 25 detik.

Siapa saja mereka? Ada selebritas, artis, jurnalis, dan teman-teman sutradara. Masing-masing melakukan apa pun yang mereka inginkan. Ada sejumlah publik figur dalam film ini. Mulai dari Barbet Schroeder, Nagisa Oshima, Volker Schlöndorff, Ken Loach, Benjamin Cuq, Youssef Chahine, Wim Wenders, Joseph Losey, Jean-Luc Godard, Samuel Fuller dan Terry Gilliam, grandmaster catur Joël Lautier, dan aktor Roberto Benigni, Stéphane Audran, Julie Delpy dan Lesley Chatterley. Film ini diputar secara keseluruhan di Avignon pada November 2009 dan diputar di Pantai Redondo pada April 2010.

 

Seniman asal New York  Josh Azzarella membuat film eksperimentalnya eksperimentalnya didasarkan pada adegan dari film The Wizard of Oz. Khususnya pada bagian, di mana Dorothy ditangkap oleh tornado.

Dalam versi aslinya, itu hanya berlangsung beberapa detik: pemirsa melihat angin puyuh sampai Dorothy bertemu Glenda si Penyihir Baik. Tetapi direktur memperpanjang transformasinya menjadi lima hari. Mengapa begitu? Itu seperti mimpi kita yang hanya beberapa detik tapi rasanya berjam-jam atau berhari-hari.

Jadi sampai di sini ada yang berminat menonton? (*)

 

Artikel Terkait
Interest
Bikin Film Berdurasi 30 Hari, Anders Weberg Dihujat Netizen

Current Issues
Masih Bingung Mau Kirim Apa? Nih 5 Ide Hampers untuk Teman atau Keluarga

Current Issues
Waduh, Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi Kini Juga Dilarang