Current Issues

Lagi Trending Tagar Solidaritas Uyghur, Hati-Hati Termakan Kabar Hoaks ya

Surya Dipa Nusantara

Posted on December 17th 2019

Beberapa hari terakhir tagar terkait solidaritas untuk masyarakat Uyghur di Tiongkok trending di Twitter. Di antaranya: #StopGenocideOfUyghurs ; #IndonesiaStandsWithUyghur ; #WeStandWithUyghur dan #IndonesiaWithUyghur. 

Tak ada yang salah dengan aksi solidaritas tersebut. Tapi jangan sampai kabar-kabar keliru terkait Uyghur kalian cerna begitu saja. Sebab, dari data tim cek fakta mainmain.id, selama ini begitu banyak kabar hoaks atau disinformasi terkait kekerasan dan diskriminasi yang menimpa masyarakat Uyghur.

Tim cek mainmain.id akan memaparkan ke kalian nih, hoaks dan disinformasi yang pernah beredar terkait Uyghur. Mungkin saja kabar-kabar ini bakal tersebar lagi mengingat lagi memanasnya persoalan ini.

1. Etnis Uyghur Berseragam Tentara Turki

Salah satunya hoaks terkait persoalan Uyghur adalah beredarnya video barisan tentara Turki yang mendeklarasikan perang terhadap Pemerintah Tiongkok. Dalam video berdurasi dua puluh lima detik yang beredar di media sosial itu tampak seseorang berperawakan tambun dengan mata sipit tengah berbicara dalam berbahasa mandarin dengan nada provokatif.

Penyebar video itu pertama kalinya adalah akun Facebook bernama Pandi Rayan (akun sudah deadactive, red). Dalam laman Facebooknya, ia menulis ”Etnis Uyghur dalam baluran seragam Militer Turkey, Secara terbuka menyatakan Perang melawan Pemerintah China, Allahu Akbar #saveUyghur#weStand_with_Uyghur,”. Tulis Pandi 9 Januari 2019.”

Rupanya video itu bukan pernyataan perang kepada Pemerintah China. Melainkan, itu adalah video ajakan dari tentara Turki kepada masyarakat untuk turut bergabung melawan Milisi Kurdi di Distrik Afrin Suriah.

Sebenarnya kebenaran kabar ini mudah ditelaah. Misalnya betapa konyolnya jika suatu negara yang melayangkan deklarasi perang bukanlah presiden ataupun rajanya. Melainkan, tentara kroco-kroco dengan jumlah armada yang bisa dihitung jari.

 

2. Latihan Keras Atlet Belia Tiongkok, Bukan Penyiksaan Anak Kecil Uyghur

Salah satu hoaks yang begitu mengerihkan adalah kekerasan terhadap anak kecil dari masyarakat Uyghur yang menggunakan foto keliru. Hoaks itu pernah diunggah oleh akun Facebook Aras Mytha VI VI [akun sudah deadactive, red]. Dia pernah mengunggah foto anak-anak perempuan tampak diinjak kakinya. Juga foto seorang anak menangis dengan tanpa menggunakan baju atasan. 

Foto-foto itu dibumbui dengan pernyataan provokatif seperti ini untuk menambah kesan dramatik: ”Penyiksaaan anak2 Uyghur oleh china komunis. Biadab,” tulisnya pada 20 Desember 2018 silam.

Namun ketika ditelisik lebih lanjut ternyata, foto itu berasal dari Daily Mail. Tidak ada kaitannya dengan konflik Uyghur. Daily Mail pernah menurunkan tulisan berjudul: Building The Next Golden Generation: Torture Or Training? Inside The Brutal Chinese Gymnasium Where the Country's Future Olympic Stars Are Beaten Into Shape..

Ternyata foto yang memperlihatkan anak berwajah Tionghoa itu tak terkait Uyghur. Tapi dia sedang menjalani pelatihan berat untuk menjadi bintang Olimpiade di masa depan.

 

3. Foto Penyiksaan Kelompok Falun Gong, Bukan Uyghur

Tak berhenti disitu, salah satu yang kabar disinformasi yang celakanya viral adalah foto penyiksaan seorang pria yang seolah-olah dilakukan oleh tentara Tiongkok.

Dalam foto itu terlihat seorang berpakaian doreng sedang penusukan pedang ke pantat pria dengan celana terbuka. “Bagian Kecil Penyiksaan Kepada Orang” #Uyghur. #Turkestan Maaf Gambar Tak Saya Tutup..Beginilah Apa Yang Di Lakukan Komunis,” tulis sebuah akun Facebook bernama Nazeri Ahmad.

Nah dari penelusuran tim mainmain.id, foto itu adalah reka ulang penyiksaan di penjara Jilin terhadap anggota Falun Dafa atau Falun Gong. Foto itu, pertama kali diunggah oleh situs Minghui pada 2004 lalu.

Minghui sendiri adalah situs kelompok Falun Gong yang menyebarkan berita tentang tindak represi militer Tiongkok terhadap anggotanya semasa menjadi di kamp konsentaerasi Jilin. Foto itu disebarkan lebih dari seratus kali oleh para pengguna Facebook lainnya.

Jadi, sekali menyampaikan solidaritas terhadap persoalan Uyghur boleh saja. Bagaimana pun kita harus berpihak pada rasa kemanusiaan. Tapi, jangan sampai termakan kabar hoaks atau disinformasi ya. Sebab, beberapa pihak berupaya menciptakan sentimen anti keturunan Tiongkok di Indonesia dengan membawa persoalan Uyghur. Jangan mau di adu domba ya, jadilah netizen cerdas.(*)

Related Articles
Current Issues
Awas Hoaks Coronavirus Catut Dubes KBRI KL

Current Issues
Awas! Hoaks Starbucks Larang Karyawannya Ucapkan Selamat Natal

Current Issues
Unggah Foto Editan Berlebihan? Awas Kena Peringatan Instagram