Current Issues

NASA Tentukan Lokasi Pendaratan Manusia Pertama di Mars

Pelajari Peta Es di Belahan Utara

Faanissaa

Posted on December 16th 2019

Foto permukaan Mars yang diunggah NASA. 

National Aeronautics and Space Administration (NASA) bakal mengirim para astronot ke bulan 2024 nanti. NASA Administrator Jim Bridenstine menganggap misi ini menjadi batu loncatan untuk mengirim manusia ke Mars. Para astronot mengembangkan kemampuannya di luar angkasa sebelum misi ke Mars. Tapi di mana seharusnya orang pertama di Planet Merah mendarat?

Geophysical Research Letters telah menerbitkan makalah yang tentang peta permukaan Planet Merah itu. Ada permukaan es yang diyakini memiliki ketebalan 2,5 inci. Ketebalan yang pas untuk planet dingin dengan suhu rata-rata mencapai −46 celcius itu.

Peta permukaan Mars. Bagian yang dikotaki dianggap para peneliti sebagai lokasi yang pas untuk pendaratan.

"Anda tidak akan membutuhkan backhoe untuk menggali es ini. Cukup pakai sekop," ujar ketua penyusun makalah, Sylvain Piqueux seperti dikutip dari website NASA (11/12). "Kami terus mengumpulkan data tentang es yang terkubur di Mars, itu menunjukkan tempat terbaik bagi astronot untuk mendarat," lanjut Pique.

Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Kendati demikian, tetap saja keadaannya masih sangat tidak ideal untuk manusia.

Suhu dan tekanan udara mars sangat rendah jika dibanding bumi. Komposisi udara mars juga didominasi karbondioksida. Kalau mau berkeliling di sana astronot tentu harus pakai alat bantu pernafasan.

Sudah banyak misi ke mars. Namun sampai saat ini belum ada satu pun manusia yang dikirim ke permukaan planet. Hanya pesawat ruang angkasa dan robot mengambil sampel dan data dari permukaan planet tersebut.

Misi NASA berikutnya adalah membangun stasiun penelitian Mars pertama. Selama ini para ilmuan lebih banyak menggunakan data dari dua pesawat ruang angkasa, yakni NASA Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) dan Mars Odyssey Oerbiter yang telah mengorbit.

 

Penelitian ke depan dilakukan untuk mempelajari es yang terkubur di permukaan mars selama pergantian musin. Mereka ingin menyaksikan bagaimana kelimpahan sumber daya ini berubah seiring waktu.

"Semakin kita mencari es di dekat permukaan, semakin banyak yang kita temukan," kata Deputi Ilmuwan Proyek MRO Leslie Tamppari.(*)

Related Articles
Current Issues
Ilmuwan NASA 'Jelajahi' Mars Secara Remote dari Rumah Masing-masing

Interest
NASA Buka Jalan Manusia ke Mars Lewat Kendaraan Baru, Rover Mars 2020

Current Issues
On This Day : 10 April 2019, Foto Black Hole Pertama Dipublikasikan NASA