Current Issues

Ingat UN Tidak Dihapus! Malah Jadi Penentu PPDB Jalur Prestasi

Mendikbud Berikan Kuota 30 Persen

Faanissaa

Posted on December 15th 2019

Banyak yang terlanjur girang gara-gara kabar ujian nasional (UN) dihapus mulai 2021. Tapi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) cepat-cepat mengklarifikasinya: UN tidak dihapus, sistemnya saja yang diganti.

UN justru jadi penentu besar dalam sistem zonasi pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun depan. Padahal pada PPDN Juni lalu nilai UN nyaris tak ada gunanya. Siswa dengan nilai tinggi harus bersaing dengan para siswa yang punya seabrek piagam lomba. Sebab, kuota jalur prestasi hanya 5 persen.

Sistem seperti itu langsung diprotes banyak wali murid. Mendikbud pun merevisi pedoman PPDB-nya saat itu. Sehingga, kuota jalur prestasi ditambah jadi 15 persen. Meski sudah ditambah tetap saja porsinya dianggap sangat kecil. Banyak orang tua siswa yang tetap protes.

Nah, saat Mendikbud dijabat Nadiem Makarim jalur pendaftaran PPDB dipecah jadi 4. Jalur zonasi tetap ada. Namun jatahnya dipangkas dari 80 persen jadi 50 persen. Jalur afirmasi untuk siswa tak mampu dapat jatah 15 persen. Siswa yang orang tuanya suka pindah tugas luar kota dapat jatah 5 persen.

Sisanya diserahkan ke jalur prestasi. Nilainya cukup besar. yakni 30 persen. Dengan jatah kuota yang lumayan besar, maka nilai UN akan sangat berpengaruh dalam PPDB nantinya. 

Tak hanya nilai UN yang akan berpengaruh untuk PPDB jalur prestasi, tapi juga nilai ujian sekolah. Gabungan antar keduanya bakal jadi penentu calon siswa lolos atau tidak. Jadi, kalau mau lolos sekolah negeri lewat jalur prestasi, ya harus belajar guys. 

Bagi para atlet berprestasi atau siswa dengan prestasi akademik juga harus memperhatikan durasi piagam yang dimiliki. Sistem PPDB hanya mengakui piagam yang diterbitkan paling singkat 6 bulan sejak pendaftaran. Karena pendaftaran PPDB baru dimulai awal Mei, maka piagam yang diakui haruslah diterbitkan sebelum November 2019.

Piagam juga ada kadaluarsanya. Jika sudah 3 tahun maka piagam tak bisa digunakan untuk mendaftar. Jadi piagam saat SD tak bisa digunakan untuk mendaftar SMA ya, hehehe.

Rentang piagam yang diakui juga diatur. Minimal adalah kejuaraan setara kabupaten. Jadi kalau ada yang menang lomba tingkat kecamatan jangan ngotot ikut jalur prestasi. Apalagi menang lomba 17 Agustusan di kampung. Huehehe. (*)

Related Articles
Current Issues
Aturan PPDB Berubah Lagi, Kasih Tahu Yang Lain!

Interest
Mendikbud Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional!

Current Issues
3 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu Tentang Hari Guru Nasional 2019