Current Issues

Aida Saskia Nge-Prank Bunuh Diri, Bukti Doi Tak Peka Masalah Mental Health

Surya Dipa Nusantara

Posted on December 11th 2019

Penyanyi dangdut Aida Saskia kembali menuai sensasi. Saat tengah melakukan live di instagram pribadinya, ia melakukan prank kepada para fans yang tengah menyaksikannya dengan berpura-pura melakukan percobaan bunuh diri. Hal ini tentu saja memancing reaksi dari masyarakat, yang menilai bahwa Aida Saskia sama pandirnya dengan Youtuber lain yang sama-sama menjadikan prank sebagai dalih untuk melakukan hal yang diluar batas nalar.

Selain dikutuk oleh warganet karena Aida dianggap mempermainkan isu kesehatan mental. Dia rupanya tidak paham upaya melakukan bunuh diri di hadapan khalayak—lewat aksi live di instagram— juga menebarkan fobia sekaligus trauma bagi penontonnya. Aida mengirim sinyal bahwa ia akan mengakhiri hidupnya dengan menenggak cairan pembersih kaca saat ia berada di dalam mobil. Beberapa penonton siaran langsung Aida pun meminta perempuan itu segera menghentikan tindakannya. Aida buru-buru menghentikan siarannya saat respon audiens kian membanjiri kolom komentarnya.

Audiens yang turut khawatir pun memberi semangat Aida di kolom komentar postingan foto terakhirnya. Namun, kabar mengejutkan hadir dari Madi, manajer dari Aida saat dihubungi oleh media.

“Saat ini kondisi Aida baik-baik saja kok. Semalam itu cuma prank. Ya cuman buat seru-seruan aja, hehe" ujar sang manajer dengan santainya. Ia pun menambahkan bahwa ide itu datang dari tim make up Aida. Dan bukan merupakan inisiatif dari si artis sendiri. Tindakan cuci tangan seperti ini sebetulnya sama sekali tidak membenarkan kejadian semalam.

Tindakan Aida dianggap menciderai perjuangan mereka yang tengah berjuang melawan isu kesehatan mental. Apalagi, data kasus bunuh diri yang kian mengkhawatirkan tiap tahunnya tengah diperangi oleh organisasi-organisasi yang peduli pada mental illness.

Berdasarkan data dari Institute for Healt Metrics and Evaluatio (IHME) dalam ourworldindata.org, disebutkan bahwa dalam kurun satu dekade terkahir, rata-rata ada 100 ribu penduduk menghabisi hidupnya sendiri.

Data yang berjalan konstan itu, mengindikasikan bahwa kasus bunuh diri perlu direduksi bersama-sama. Salah satunya dengan cara tidak menebarkan fobia kepada masyarakat seperti yang dilakukan Aida, yang mengesankan bahwa bunuh diri hanya lelucon belaka.

Celakanya, saat dihubungi sejumlah media perempuan berusia 34 tahun ini sama sekali tak tampak menyesali perbuatannya. Justru, Aida tertawa dan mengabarkan dirinya sedang baik-baik saja. Seolah ia tak pernah tahu bahwa di luar sana ada jutaan orang yang tengah berjuang untuk melawan penyakit mental saban harinya. Mereka melawan hasrat mengakhiri hidup sebagai jalan keluar dari permasalahan di dunia.

Saking banyaknya orang yang tengah melawan penyakit mental seperti itu, saat ini banyak organisasi non-profit berupaya menyediakan lembaga konseling gratis (baca: Punya Masalah Kejiwaan? Tenang, 3 Website ini Punya Layanan Gratis). Eh tapi selebritis seperti Aida justru melemahkan gerakan yang diharapkan bisa menyelamatkan banyak jiwa itu dengan tindakan konyol dan jayus-nya.

Kasus Aida adalah bukti, bahwa pengetahuan masyarakat tentang kesehatan mental masih cukup lemah. Dan ternyata, ketidakpahaman memainkan bunuh diri sebagai prank ternyata belakangan banyak dilakukan para pemilik channel di YouTube. Duh, demi konten hal-hal bodoh kok dilakukan. Jangan diikuti ya gengs.(*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Cara Industri Hiburan Hollywood Lawan Stigma Gangguan Mental

Current Issues
Kenapa Orang Narsis Rentan Depresi?

Current Issues
Apa itu Abusive Relationship dan Gaslighting?