Current Issues

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, PBB Sebut Korupsi Perparah Perubahan Iklim

Ajak perangi korupsi demi kelestarian Bumi

Delima Pangaribuan

Posted on December 9th 2019

Hari apakah hari ini? Yang jawab hari Senin, betul. Tapi ada momen khusus yang terjadi hari ini. Setiap tanggal 9 Desember diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia. Sekilas sudah ketahuan kalau ini ada hubungannya dengan gerakan memberantas korupsi. Tapi, yang bikin kaget, menurut Persatuan Bangsa-bangsa (PBB), korupsi bisa memperparah perubahan iklim! Lhokok bisa?

Buat yang suka baca atau nonton berita, pastinya sudah familiar sama berita-berita korupsi di Indonesia. Ada banyak banget kasus korupsi oleh pejabat atau pengusaha yang diungkap sama badan pemberantasan korupsi kebanggan kita semua, KPK. Nah, kasus korupsi ini pun bukan cuma jadi PR di Indonesia. Banyak negara lain yang juga struggle dengan tingkat korupsi mereka yanng tinggi. Umumnya di negara-negara berkembang yang sistem keuangan negaranya belum transparan.
 
 
(Anticorruptionday.org)

 
 
Balik lagi soal Hari Antikorupsi Sedunia, peringatan tahunan ini dimulai sejak 2003 lalu. Alias sudah berjalan kurang lebih 16 tahun. Penggagasnya adalah PBB, yang pada tahun 2003 itu mengadakan United Nation Convention Against Corruption (UNCAC). Indonesia juga salah satu pesertanya waktu itu, yang kebetulan baru punya KPK setelah disahkan sama Presiden Megawati Soekarnoputri.  
 
Mengutip situs Time and Date, tanggal 9 Desember dipilih dalam forum UN General Assembly tanggal 31 Oktober 2003. Mereka ingin ada hari khusus untuk meningkatkan kesadaran orang-orang soal korupsi, dan mendorong negara-negara di seluruh dunia menerapkan hasil ratifikasi UNCAC untuk memberantas korupsi bersama. Ratifikasi UNCAC ini juga yang jadi patokan banyak negara dalam upaya memberantas korupsi.

 
Nah, dalam peringatan tahun ini, PBB mengambil tema "Bersatu melawan korupsi untuk pembangunan, perdamaian, dan keamanan". Menurut PBB, korupsi adalah masalah utama yang menghambat sebuah negara untuk mencapai SDG atau sustainable development goals. Ini adalah ukuran sebuah negara bisa dikatakan maju.
 
PBB juga mendorong pemberantasan korupsi supaya sumber daya yang ada di sebuah negara bisa benar-benar digunakan untuk kesejahteraan rakyatnya. "Di Hari Antikorupsi Sedunia ini, saya mendorong orang-orang di mana saja untuk terus bekerja menghasilkan solusi inovatif ntuk memenangkan perang melawan korupsi. Dan untuk memastikan sumber daya yang penting bisa membantu banyak orang di dunia," pesan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres seperti ditulis di website PBB.
 
Tema-tema Hari Antikorupsi Sedunia setiap tahunnya berganti, disesuaikan sama agenda besar mereka tahun 2030 mendatang. PBB berambisi untuk bisa menekan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan lewat pembangunan, juga sekaligus melestarikan Bumi yang mulai rusak. 
 
Wait wait, apa hubungannya korupsi sama kelestarian Bumi? Mengutip situs Transparency International, upaya menjaga Bumi dan mencegah pemanasan global nggak bisa dilakukan kalau korupsi masih merajalela. Sebab untuk bisa melakukan mitigasi perubahan iklim, dibutuhkan biaya yang nggak sedikit. Setiap pemerintah setidaknya punya program mitigasi itu, tapi pasti nggak bisa maksimal kalau dananya dikorupsi. 
 
Transparency International bahkan menyebutkan, negar-negara dengan tingkat korupsi tinggi berbanding lurus dengan kondisi  lingkungannya yang rusak dan paling terdampak perubahan iklim. Disebutkan jugaThe World Bank memperkirakan 20-40 persen pembiayaan untuk air bersih, energi terbarukan, dan transportasi ramah lingkungan hilang karena praktik korupsi di seluruh dunia.
 
Wow, ternyata seserius itu permasalahan korupsi, ya. Makanya besok kalau sudah nyoblos, benar-benar cermat ya pilih pemimpin atau anggota DPR-nya. Supaya uang rakyat nggak dikorupsi sama pejabat yang tidak bertanggungjawab dan kita bisa hidup lebih sejahtera, guys. (*)
Related Articles
Current Issues
On This Date: International Women's Day, Perjuangan Panjang Kesetaraan Gender

Interest
Indonesia Jadi Presiden Dewan Keamanan PBB!

Current Issues
Anti Plastik, Warga Thailand Belanja Pakai Kandang Ayam sampai Jemuran