Current Issues

Drone Racing League (DRL) Ajang Kompetisi Balapan Drone

Drian Bintang

Posted on December 6th 2019

Siapa yang suka selfie menggunakan drone? Tau nggak sih sekarang ini Drone tidak hanya berfungsi untuk mengambil gambar dari ketinggian tertentu. Pesawat tanpa awak berukuran kecil itu kini sudah masuk ke cabang olahraga. Ada kompetisi balapannya yang bernama Drone Racing League.

Drone Racing League (DRL) pertama kali digagas pada 2015 lalu. Penggagasnya adalah Nicholas Horbaczewski. Dia membeli sebuah perusahaan bernama Drone Kraft untuk membangun Drone khusus yang didesain untuk perlombaan. Horbaczewski tak sendiri, dia bekerja sama dengan Ryan Gury.

Horbaczewski menyerahkan semua desain drone yang hendak dipakai perlombaan pada Ryan. Horbaczewski dan Ryan juga disupport oleh investor lainnya yang tak lain pemiliki klub American Football, Miami Dolphines Stepohen Ross. Ketiganya punya visi yang sama, menyelenggarakan kompetisi drone dengan banyak penggemar.

Nah, setahun kemudian, pada 2016 kompetisi drone mulai diperkenalkan ke publik. Pada 2017, Allianz menjadi perusahaan besar pertama yang mau menjadi sponsor kompetisi drone bertaraf internasional itu.

Seperti apa sih lomba drone ini? Seperti yang sudah dijelaskan, untuk mengikuti pertandingan ini kalian harus memiliki drone khusus yang memang sudah teruji untuk bertanding. Ya, kalian tidak bisa asal menggunakan drone, seperti saat kalian mengambil gambar dari ketinggian.

Agar bisa mengikuti kompetisi ini, sebuah drone harus memiliki kecepatan minimal, yakni 128 km per jam. Drone yang tidak bisa melaju setidaknya 128 km per jam, tak diperbolehkan ikut pertandingan.

Tidak hanya itu, karena arena biasanya gelap dan pertandingan selalu dilakukan di malam hari, maka drone harus memiliki banyak lampu di sekujur bodinya.

Salah satu obstacle yang harus dilewati atlet drone dalam pertandingan DRL. (engadget)

Dalam perjalanannya, Horbaczewski tak sekedar menciptakan kompetisi drone. Tapi dia juga terus mengembangkan drone khusus yang bisa dipakai kompetisi.

Saat ini, drone khusus buatan Horbaczewski dan kawan-kawan sudah berada di generasi ketiganya. Generasi keempat rencananya dirilis tahun ini, agar bisa digunakan di pertandingan Drone Racing League season ke-4.

Salah satu drone yang digunakan untuk bertanding. (DRL)

Drone khusus generasi tiga diberi nama Racer 3. Drone ini memiliki kecepatan di atas 128 km per jam. Bahkan ada yang bisa digeber hingga 144 km per jam.

Dengan kecepatan tersebut, drone masih bisa terbang dengan ketinggian 6-8 km di atas permukaan tanah. Berbeda dari generasi sebelumnya, drone khusus Racer 3 ini dilengkapi dengan pelindung di sekujur bodinya. Pelindung khusus itu tak lain untuk menghindarkan kerusakan saat tabrakan.

Pada 2017 lalu DRL bahkan membuat sebuah drone yang tidak pernah dipakai dalam pertandingan. Namun, drone tersebut diciptakan hanya untuk membuktikan kepada dunia bahwa mereka bisa menciptakan drone yang bisa melaju sangat cepat.

Saking cepatnya, drone tersebut tercatat dalam Guiness World Book of Record sebagai yang tercepat di dunia. Drone tersebut bernama RacerX.  Drone tersebut bisa melaju hingga 286 km per jam. Ini mengalahkan rekor sebelumnya, drone yang hanya mencapai kecepatan 260 km per jam saja.(*)

Related Articles
Current Issues
Tiongkok Kerahkan Robot dan Drone Canggih demi Lawan Coronavirus

Tech
Sony Siap Terjun Industri Drone lewat Produk Bernama 'Airpeak'

Tech
Ghana Manfaatkan Teknologi Drone untuk Antar Hasil Tes Covid-19