Pop-Sci

Desember Bulan Hak Asasi Manusia, Tiga Buku ini Membantumu Memahami Soal itu

Surya Dipa Nusantara

Posted on December 1st 2019

Yeaah, kita masuk bulan baru. Bulan Desember! Karena bulan baru, gimana pasti kalian sudah dapat jatah uang saku bulanan dari orang tua kan? Nah, mungkin uang saku itu perlu kalian sisihkan untuk beli buku berikut ini. 

Kali ini kita ingin menambahkan buku-buku yang bisa menambah wawasanmu terkait hak asasi manusia. Kenapa memang soal HAM?

Kalian mungkin belum tahu bahwa bulan Desember merupakan peringatan bulan hak asasi manusia (HAM). Puncak dari peringatan ini biasanya dilakukan pada 10 Desember. Biar jadi generasi yang gak kudet, kalian perlu tahu dong soal HAM. Tentang bagaimana sih konsep HAM itu. Oleh sebab itu, menurut tim mainmain.id, kamu perlu membaca buku-buku di bawah ini agar paham soal HAM. 

 

Luis Sepuvelda – Pak Tua Yang Membaca Kisah Cinta

Nama penulis asal Chili ini memang tak begitu terkenal. Namun, dalam setiap karya-karyanya ia selalu menyisipkan kisah-kisah sederhana tentang perjuangan meneggakan Hak Asasi Manusia (HAM). Buku ini menceritakan tentang bagaimana Pak Tua yang kecanduan kisah-kisah sedih, berjuang untuk menyelamatkan hutan yang selama ini menghidupinya.

Bersama seekor macan hitam, ia menjegal langkah para tuan tanah serakah yang ingin membabat hutan lebat milik Pak Tua. Dalam buku ini, kisah perjuangan manusia yang tak memperjuangkan hak tempat tinggalnya ditulis dengan seru dan jenaka oleh Luis Sepuvelda.

 

Malala Yousafzai – I Am Malala

Malala adalah gadis termuda yang pernah meraih hadiah Nobel perdamaian. Saat itu, usianya belum genap 17 tahun. Malala diberi hadiah Nobel karena kegigihannya memperjuangkan keseteraan pendidikan bagi anak-anak yang hidup ditengah medan perang timur tengah.

Buku ini merupakan biografi perjuangan Malala mulai langkah pertama dalam pergerakan yang ia galakan, hingga kisah sebuah malam jahanam di mana sebuah timah panas menembus keningnya. Buku berjudul I Am Malala akan membuka pandangan kalian tentang beratnya bersekolah di tanah konflik.

 

Nawal el-Saadawi – Perempuan di Titik Nol

Nawal adalah seorang dokter sekaligus aktivis perempuan kelahiran Mesir. Dalam setiap karyanya, ia selalu menyoal perkara masalah penindasan kaum hawa yang kita kenal dengan istilah patriarki.

Dalam buku ini, Nawal menceritakan perjuangan perempuan dalam meraih kebebasan dengan satir lewat seorang tokoh bernama Firdaus. Firdaus adalah seorang tahanan perempuan yang ditangkap paksa, tanpa diadili. Hingga di hari-hari akhirnya, ia diancam harus menerima hukuman gantung dan disaksikan oleh warga seluruh kota.

Namun, Firdaus justru merasa bahagia tatkala kematian semakin dekat dengan dirinya. Bagi Firdaus, kematian adalah satu-satunya gerbang menuju kebebasan. Lewat kepingan adegan inilah kemudian novel dari Nawal el-Saadawi ini membawa namanya menjadi legenda di jagad kasustraan dunia. Buku ini sekaligus membuka cakrawala pengetahuan kita untuk memberikan ruang setara dan aman bagi perempuan, dan siapa saja.(*)

 

 

Related Articles
Pop-Sci
Serba-serbi Hari Hak Asasi Manusia: Museum HAM Munir sampai Peran Anak Muda

Pop-Sci
Beli Buku Tapi Kok Malah Nggak Dibaca?

Pop-Sci
Pelanggaran HAM Berat di Indonesia yang Belum Tuntas, #MenolakLupa

Meet The Creator



Delima Pangaribuan

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda