Pop-Sci

Yang Perlu Kalian Tahu Soal Hari AIDS Sedunia Tahun ini

Regina

Posted on December 1st 2019


Hari AIDS sedunia jatuh pada tanggal 1 Desember. Peringatan ini selalu menjadi kesempatan bagi orang-orang di seluruh dunia berperang melawan HIV dan AIDS. Namun, sebelum cerita lebih panjang, simak beberapa detail perbedaan HIV dan AIDS yang kalian harus tahu ya guys.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh. Virus ini dapat berakibat ketidakefektifan sistem kekebalan tubuh. Di mana sistem kekebalan tubuh ini berfungsi untuk membasmi virus yang menyerang tubuh. Namun, HIV ini justru menyerang sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome merupakan suatu kondisi. Jadi tumbuh yang terkontaminasi HIV dapat menyebabkan pengembangan AIDS.

AIDS ini berkembang ketika HIV sudah merusak kekebalan tubuh dengan serius. Kondisi ini sangatlah rumit dan kompleks bagi setiap orang. AIDS juga merupakan gejala HIV stadium 3. Namun, infeksi HIV tidak selalu ke tahap 3, banyak orang dengan HIV hidup bertahun-tahun tanpa AIDS.

Nah, HIV bersifat menular karena merupakan jenis virus. HIV bisa tertular melalui pertukaran cairan tubuh, hubungan seks tanpa kontrasepsi, dan suntik jarum bersama. Seorang ibu juga dapat menularkan virus HIV ke anak mereka selama kehamamilan.

Setelah paham tentang HIV dan AIDS, mungkin kalian bakal bertanya, kenapa 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS?

Penetapan 1 Desember sebagai hari AIDS sedunia bukan tiba-tiba guys. Tapi sudah dirumuskan oleh PBB pada 1988. Peringatan hari AIDS perlu dilakukan untuk mengajak semua orang memerangi dan melawan HIV. Juga menunjukkan dukungan bagi mereka yang hidup dengan HIV.

Virus yang mulai teridentifikasi sejak 1984 ini pernah menjadi ketakutan di seluruh dunia. Bahkan dianggap sebagai penyakit yang bersumber dari kelompok LGBTQ+.

Mungkin ada juga yang bertanya, kenapa hari AIDS identik dengan simbol pita merah? 

Ceritanya begini guys. Si pita merah ini dilambangkan sebagai kepedulian. Asal mulanya penggunaan simbol ini diprakasai oleh sekelompok seniman peduli AIDS di New York pada 1991. Mereka lantas menginisiasi agar gambar pita merah sebagai simbol kepedulian dan perlawanan terhadap AIDS.

Peringatan hari AIDS sedunia tiap tahunya punya tema berbeda. Tahun ini UNAIDS memutuskan menggunakan tema 'Communities make the difference'. Maksudnya, masyarakat sebagai komunitas punya kontribusi yang tak ternilai untuk merespon persoalan AIDS. Dari data UNAIDS pada 2018, sebanyak 37,9 juta orang di dunia dinyatakan mengidap HIV. Dan, 770 ribu orang meninggal karena AIDS.(*)

 

Related Articles
Pop-Sci
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Pop-Sci
Mengenal Lebih Jauh 'Flight Shaming' yang Bikin Geger Dunia Penerbangan

Pop-Sci
Leonardo Di Caprio Anggap Greta Thunberg sebagai Pemimpin Masa Depan

Meet The Creator



Regina

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda